Baca artikel Fortune IDN lainnya di IDN App
Install
For
You

Genjot Minat Investor, Bahlil Tawarkan 118 WK Migas Potensial

Genjot Minat Investor, Bahlil Tawarkan 118 WK Migas Potensial
Menteri ESDM Bahlil Lahadalia. (IDN Times/Trio Hamdani)
Intinya Sih
  • Bahlil Lahadalia membuka lelang 118 Wilayah Kerja migas potensial untuk menarik investasi dan mendukung target produksi nasional hingga 1 juta barel minyak per hari pada 2029.
  • Delapan WK baru dengan total komitmen pasti US$57,95 juta dan bonus tanda tangan US$3,15 juta ditandatangani, mencakup potensi sumber daya 255 juta barel minyak dan 13,79 TCF gas.
  • Bahlil menegaskan pentingnya kolaborasi pengusaha daerah dalam proyek migas serta meminta SKK Migas dan KKKS memastikan pelaksanaan sesuai aturan demi percepatan peningkatan produksi nasional.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?
Share Article

Jakarta, FORTUNE - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia membuka penawaran lelang sejumlah Wilayah Kerja (WK) minyak dan gas bumi (migas) potensial.

Langkah ini merupakan strategi dalam meningkatkan cadangan dan produksi migas nasional, serta mendukung target produksi nasional sebesar 900 ribu hingga 1 juta barel minyak per hari pada 2029.

"Ini saya buka secara umum, siapa saja boleh (ikut). Tidak perlu nego-nego di belakang meja. Yang penting kalian punya teknologi, kalian punya uang, kalian punya keseriusan. Silahkan mengelola hasil yang ada untuk kebaikan rakyat bangsa dan negara," ujar Bahlil dalam Indonesia Petroleum Association Convention dan Exhibition (IPA Convex) 2026 di Tangerang, Banten, Rabu (20/5).

Bahlil menyebut, pada Mei 2026, terdapat 118 WK migas potensial yang sudah diidentifikasi. Dari jumlah tersebut, 43 wilayah masih dalam tahap studi bersama, 50 wilayah potensial pada tahap penawaran studi dan akuisisi data baru.

Di sisi lain, ada sekitar 25 wilayah yang sudah ditandatangani, yang mana 8 WK di antaranya adalah hasil lelang 2025 yang penandatanganan kontraknya disaksikan langsung oleh Menteri ESDM.

Kedelapan WK tersebut di antaranya adalah WK Gagah yang berlokasi di onshore Sumatera Selatan memiliki potensi sumber daya 173 juta barel minyak dan 1,1 Trillion Cubic Feet (Triliun Kaki Kubik atau TCF) gas, dengan nilai komitmen pasti US$4,25 juta dan bonus tanda tangan US$300 ribu.

Kemudian, WK Bintuni berlokasi di onshore dan offshore Papua Barat. Potensi sumber dayanya mencapai 2,1 TCF gas, dengan nilai komitmen pasti US$16,55 juta dan bonus tanda tangan US$1,25 juta.

WK Karunia, berlokasi di onshore dan offshore Sumatera Utara dan Riau. Potensi sumber dayanya sebesar 82 juta barel minyak dan 0,13 TCF gas, dengan nilai komitmen pasti US$9,9 juta dan bonus tanda tangan US$300 ribu.

Selanjutnya WK Drawa, berlokasi di offshore Papua Barat dan Papua Barat Daya. Potensi sumber dayanya 0,36 TCF gas, dengan total nilai komitmen pasti US$6,45 juta dan bonus tanda tangan US$200 ribu.

WK Jalu, berlokasi di offshore Laut Andaman. Potensi sumber dayanya sebesar 2,9 TCF gas, dengan total nilai komitmen pasti USD6,6 juta dan bonus tanda tangan USD300 ribu.

WK Southwest Andaman, berlokasi di offshore Laut Andaman. Wilayah ini memiliki sumber daya potensial 3 TCF gas, dengan total nilai komitmen pasti US$8,2 juta dan bonus tanda tangan US$300 ribu.

WK Barong, berlokasi di offshore Jawa Timur dan Sulawesi Selatan. Potensi sumber dayanya 2,9 TCF gas, dengan total nilai komitmen pasti US$2,5 juta dan bonus tanda tangan US$200 ribu.

Terakhir, WK Nawasena berlokasi di onshore dan offshore Jawa Timur. Wilayah ini memiliki potensi sumber daya 1,3 TCF gas, dengan total nilai komitmen pasti US$3,5 juta dan bonus tanda tangan US$300 ribu.

Secara kumulatif, delapan WK tersebut memiliki total nilai komitmen pasti sebesar US$57,95 juta dan total bonus tanda tangan US$3,15 juta, dengan perkiraan sumber daya mencapai 255 juta barel minyak dan 13,79 TCF gas.

Menurut Bahlil, penandatanganan WK itu menunjukkan tingginya minat investor terhadap potensi migas Indonesia. Investasi ini diharapkan menjadi katalis penting untuk menemukan cadangan migas baru, meningkatkan produksi nasional.

Oleh karenanya, Bahlil mendorong agar pengusaha migas di daerah-daerah bisa mendapatkan porsi kesempatan yang sama untuk menjadi kontraktor di wilayahnya.

"Agar pengusaha-pengusaha daerah itu harus dikolaborasikan, jangan semua kontraktor orang Jakarta semua. Jadikanlah orang daerah itu menjadi tuan di negerinya sendiri selama (mereka) profesional," ujarnya.

Bahlil pun meminta SKK Migas, dan para Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) menjalankan seluruh kesepakatan sesuai prosedur dan ketentuan yang berlaku, sehingga proyek bisa selesai tepat waktu dan mendukung percepatan peningkatan produksi migas nasional.

"Saya minta jangan lagi diperlambat investor di KKKS. Di hulu migas ini resikonya besar, jangan dipersulit, harus dipermudah. Kalau pengusahanya sudah kita bantu, sudah sesuai aturan, tapi dia dalam implementasinya masih aneh-aneh, artinya perlu diluruskan," katanya.

Oleh sebab itu, dia mendorong kerja sama yang baik, kita butuh kolaborasi yang baik untuk saling mendukung antar pemangku kepentingan.

Share Article
Topics
Editorial Team
Ekarina .
EditorEkarina .

Related Articles

See More