Baca artikel Fortune IDN lainnya di IDN App
Install

Kinerja Keuangan Membaik, Pendapatan CYBR Tumbuh 39% dan Rugi Usaha Menyusut

3 min read
Kinerja Keuangan Membaik, Pendapatan CYBR Tumbuh 39% dan Rugi Usaha Menyusut
Patrick Dannacher President Director ITSEC Asia (CYBR).
  • ITSEC Asia mencatat pertumbuhan pendapatan 39 persen secara tahunan menjadi Rp92,8 miliar pada kuartal III/2026.

  • Rugi usaha menyusut menjadi Rp15,7 miliar, sementara laba bersih Januari—September 2026 mencapai Rp22,6 miliar.

  • CYBR memperluas bisnis melalui solusi keamanan siber berbasis AI dan menargetkan penguatan pertumbuhan pada kuartal IV 2026.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, FORTUNE — Emiten teknologi dan keamanan siber, PT ITSEC Asia Tbk. (CYBR) mencatat perbaikan kinerja keuangan pada kuartal III 2026. Perusahaan membukukan pertumbuhan pendapatan 39 persen secara tahunan (YoY menjadi Rp92,8 miliar, disertai peningkatan margin laba kotor. Di sisi lain, rugi usaha perseroan menyusut signifikan dibanding periode sebelumnya.

Berdasarkan laporan keuangan per 30 September 2026, laba kotor ITSEC Asia tumbuh lebih tinggi dibandingkan pendapatan, yakni sebesar 57 persen. Kondisi tersebut mendorong margin laba kotor meningkat 3,4 poin persentase menjadi 29,9 persen.

Di sisi lain, perseroan memangkas rugi usaha hampir separuhnya menjadi Rp15,7 miliar pada kuartal III/2026, dibandingkan Rp30,4 miliar pada periode yang sama tahun lalu. Rugi sebelum pajak juga turun sekitar 50 persen, sedangkan rugi bersih menyusut 53 persen secara tahunan.

Perbaikan kinerja turut ditopang oleh perubahan pos pendapatan lain-lain. Jika pada kuartal III/2025 perseroan mencatatkan beban sebesar Rp2,7 miliar, pada periode yang sama tahun ini pos tersebut berbalik menjadi pendapatan Rp1,9 miliar.

Secara kumulatif sepanjang Januari—September 2026, ITSEC Asia membukukan laba bersih Rp22,6 miliar atau meningkat 96 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Capaian tersebut turut dipengaruhi manfaat pajak signifikan dari penyesuaian periode sebelumnya sehingga perlu dibedakan dari perbaikan kinerja operasional kuartalan.

Presiden Direktur ITSEC Asia Patrick Dannacher mengatakan perseroan terus memperkuat fundamental bisnis sekaligus mengembangkan solusi yang sesuai dengan kebutuhan pelanggan. Menurutnya, pertumbuhan pendapatan dan laba pada kuartal III menjadi momentum bagi perusahaan untuk memperkuat kinerja menjelang akhir tahun.

“”Kami terus berupaya memperkuat fundamental bisnis sekaligus mengembangkan solusi yang mampu menjawab kebutuhan pelanggan yang terus berubah. Kami melihat perkembangan pada kuartal ini sebagai momentum yang baik untuk memasuki bulan-bulan terakhir tahun ini dengan posisi yang lebih kuat,” ujarnya dalam keterangan tertulis, Senin (2/11).

Dari sisi neraca, total ekuitas konsolidasian ITSEC Asia mencapai Rp304,1 miliar per 30 September 2026, naik 18,7% dibandingkan posisi akhir 2025 sebesar Rp256,2 miliar.

Perseroan juga mencatatkan penurunan piutang usaha sebesar 22,3 persen menjadi Rp44,8 miliar dari Rp57,7 miliar pada akhir tahun lalu. Di sisi lain, aset kontrak meningkat menjadi Rp214,1 miliar dari Rp187,7 miliar.

Aset kontrak tersebut mencerminkan pekerjaan yang telah dilaksanakan berdasarkan kontrak pelanggan, tetapi belum memenuhi persyaratan untuk ditagihkan. Dengan demikian, realisasi penagihan dan konversi aset kontrak menjadi kas menjadi salah satu aspek yang perlu dicermati dalam menilai kualitas modal kerja perseroan.

  1. Ekspansi Bisnis AI

    Di tengah perbaikan kinerja keuangan, CYBR juga memperluas portofolio bisnis melalui pengembangan solusi keamanan siber berbasis kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI).

    Pada Juli 2026, perseroan meluncurkan Bronyx AI, platform pengujian penetrasi otomatis berbantuan AI yang dirancang untuk membantu perusahaan mengidentifikasi dan mengevaluasi kerentanan sistem keamanan digital.

    Langkah tersebut sejalan dengan strategi perseroan memperluas solusi teknologi seiring meningkatnya kebutuhan organisasi terhadap perlindungan infrastruktur digital.

    Selain pengembangan produk, ITSEC Asia membangun kapasitas sumber daya manusia melalui ITSEC Cyber & AI Academy yang didirikan pada Maret 2025. Lembaga tersebut berfokus pada pengembangan kompetensi profesional di bidang keamanan siber dan AI.

    Perseroan juga memperkuat posisi di ekosistem industri melalui penyelenggaraan AI, Cybersecurity & Connectivity (AICX) 2026 pada 20 Oktober 2026 di Bali. Forum yang menjadi bagian dari Bali Tech Week tersebut mempertemukan pelaku industri dan pemangku kepentingan untuk membahas tata kelola AI, ketahanan siber, serta kedaulatan digital.

    Memasuki kuartal IV 2026, ITSEC Asia menargetkan penguatan momentum pertumbuhan melalui pengembangan teknologi, perluasan pasar, dan peningkatan kapabilitas operasional.

    Patrick menilai adopsi AI dan meningkatnya keterhubungan digital akan memperbesar kebutuhan perusahaan terhadap solusi keamanan siber. Perseroan pun berupaya mengonversi peluang tersebut menjadi pertumbuhan bisnis yang berkelanjutan.

Related Articles

See More