Baca artikel Fortune IDN lainnya di IDN App
Install

APLN Balikkan Rugi Bersih Jadi Laba Rp216 M, Didukung Divestasi Aset

2 min read
APLN Balikkan Rugi Bersih Jadi Laba Rp216 M, Didukung Divestasi Aset
Proyek properti PT Agung Podomoro Land Tbk. (Dok. Agung Podomoro)
  • APLN membukukan penjualan dan pendapatan Rp4,4 triliun hingga September 2026, naik 66 persen secara tahunan, serta berbalik dari rugi bersih Rp57,95 miliar menjadi laba Rp216,39 miliar.
  • Kinerja didorong penjualan unit properti dan divestasi Deli Park Medan berharga premium; penjualan aset properti mencapai Rp3,5 triliun, sementara pendapatan berulang Rp894,1 miliar.
  • APLN menyiapkan soft opening Central Park Borneo Bay Balikpapan pada 12 November 2026 dan mencatat prapenjualan Rp878 miliar, terutama dari proyek di Bandung, Medan, dan Karawang.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, FORTUNE - Emiten properti PT Agung Podomoro Land Tbk (APLN) mencatatkan penjualan dan pendapatan usaha senilai Rp4,4 triliun sampai dengan September 2026, melonjak 66 persen (YoY) dibandingkan Rp2,6 triliun pada periode yang sama di 2025.

Sejalan dengan itu, perseroan juga membalikkan kerugian bersih senilai Rp57,95 miliar menjadi laba bersih sebesar Rp216,39 miliar. Laba komprehensif APLN pun meningkat 2.006 persen dari Rp28,2 miliar menjadi Rp594,2 miliar.

Corporate Secretary APLN, Justini Omas, selain didorong oleh penjualan unit properti di berbagai proyek, pertumbuhan itu juga terjadi karena penjualan Deli Park Medan dengan harga premium. "Penjualan Deli Park Medan merupakan bagian dari strategi kami untuk mengoptimalkan nilai aset dan menjaga keseimbangan portofolio bisnis," kata Justini dalam keterangannya, dikutip Senin (2/11).

Selain itu, APLN juga terus mengembangkan aset baru, termasuk Central Park Borneo Bay di Balikpapan. Perseroan berencana melakukan soft opening pusat perbelanjaan premium itu pada 12 November 2026.

Justini mengakan, langkah itu adalah abgian dari upaya APLN memastikan optimalisasi aset berjalan seiring dengan pengembangan bisnis dan mendukung keberlanjutan perseroan dalam jangka panjang.

Secara segmen, dari total penjualan dan pendapatan usaha untuk periode hingga September 2026, senilai Rp3,5 triliun datang dari penjualan aset properti. Angka itu naik lebih dari 2 kali lipat dibandingkan Rp1,7 triliun pada periode yang sama di 2025.

Sumber pendapatan lainnya adalah pendapatan berulang (recurring revenues) senilai Rp894,1 miliar, naik dari Rp988,8 miliar pada Januari-September 2025.

Perubahan komposisi pendapatan itu dipengaruhi oleh divestasi Deli Park Medan. "Kami terus mengevaluasi peluang bisnis secara selektif, dengan mempertimbangkan potensi permintaan dan kebutuhan konsumen. Dengan demikian, portofolio perseroan dapat memberikan kontribusi optimal sekaligus menjaga daya saing bisnis," kata Justini.

Dari sisi pemasaran, APLN mencatatkan prapenjualan sebesar RP878 miliar di luar Pajak Pertambahan Nilai (PPN) hingga akhir September 2026. Kontribusi terbesar berasal dari Podomoro Park Bandung, Podomoro City Deli Medan, dan Parkland Podomoro Karawang.

    Related Articles

    See More