Baca artikel Fortune IDN lainnya di IDN App
Install

RMKE Raup Pendapatan Rp2,4 T, Terdongkrak Tambahan Klien Baru dan RKAB

3 min read
RMKE Raup Pendapatan Rp2,4 T, Terdongkrak Tambahan Klien Baru dan RKAB
dok. RMK Energy (RMKE)
  • PT RMK Energy Tbk mencatat pertumbuhan kinerja operasional dan keuangan selama sembilan bulan pertama 2026, didorong enam klien tambang baru dan kebijakan RKAB.

  • Volume pengangkutan dan penjualan batubara meningkat, sementara pendapatan usaha mencapai Rp2,4 triliun dan laba bersih Rp344,4 miliar.

  • RMKE menyelesaikan stock split, membangun TLS 2 di Gunung Megang, serta mulai menggunakan peralatan berbasis listrik untuk operasional.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, FORTUNE -  PT RMK Energy Tbk (RMKE) membukukan pertumbuhan kinerja operasional dan keuangan sepanjang sembilan bulan pertama tahun ini (9M 2026). Pertumbuhan ini terutama didorong oleh penambahan enam klien tambang baru sepanjang 2026 serta kebijakan RKAB yang secara bersamaan meningkatkan volume operasional di seluruh lini bisnis Perseroan.

Berdasarkan data perusahaan, volume pengangkutan batubara pada kuartal III 2026 mencapai 1,04 juta ton, tumbuh 127,6 persen secara tahunan (YoY), sehingga secara kumulatif pada sembilan bulan 2026 volume hauling mencapai 2,45 juta ton, melonjak 237,6 persen (YoY). 

Pada segmen penjualan batubara, hingga kuartal ketiga 2026 RMKE mencatat pertumbuhan volume 109,5 persen (YoY) menjadi 2,24 juta ton, didukung oleh strategi opsi pembelian batubara dari klien tambang saat harga meningkat. 

Di periode yang sama, rata-rata harga jual (ASP) batubara pada melonjak 73,2 persen (YoY) menjadi Rp902 ribu per ton.

Edwin Tedjasukmana, Direktur Keuangan PT RMK Energy Tbk menyampaikan bahwa pertumbuhan volume ini didukung oleh penambahan enam klien tambang baru sepanjang 2026, yang meningkatkan volume pengangkutan batubara dari tambang klien sekaligus memperluas basis opsi pembelian di mulut tambang milik perseroan. 

Selain itu, adanya kebijakan RKAB yang semakin jelas, di mana produksi di sejumlah tambang klien meningkat setelah pengajuan RKAB kedua pada kuartal ketiga 2026 disetujui, disebut turut menopang pertumbuhan volume penjualan batubara RMKE. 

Struktur dua segmen ini memberikan fleksibilitas bagi RMKE untuk tetap optimal dalam menangkap peluang profitabilitas di tengah kondisi pasar batubara yang volatile.

"Kami melihat tren yang jauh lebih baik pada kuartal III 2026 tahun ini, dengan pertumbuhan di seluruh segmen usaha. Kami juga melihat iklim usaha yang akan semakin kondusif di sektor pertambangan, seiring dengan kebijakan Pemerintah yang jauh lebih jelas pada sisa waktu tahun ini," ujarnya dalam keterangan tertulis, Selasa (3/11).

  1. Kinerja Segmen Usaha 

    Hingga sembilan bulan pertama 2026, RMKE mencatat pendapatan usaha Rp2,4 triliun, tumbuh 118,1 pesren (YoY). Segmen penjualan batubara masih menjadi penopang utama pendapatan usaha perseroan (65,7 persen) diikuti segmen jasa pengangkutan batubara (34,3 persen).

    Adapun, gross profit RMKE pada periode yang sama mencapai Rp536 miliar, tumbuh 125,6 persen (YoY). Meskipun segmen jasa hanya berkontribusi 34,3 persen terhadap pendapatan, segmen ini berkontribusi 70  persen terhadap gross profit — menegaskan profil margin yang jauh lebih tinggi pada bisnis logistik dan dibandingkan segmen penjualan batubara. 

    Di sisi laba operasional, perseroan membukukan EBITDA mencapai Rp508,6 miliar, tumbuh 115,9 persen secara tahunan dengan margin EBITDA 20,8 persen. Walhasil, laba bersih perusahaan hingga kuartal  III mencapai Rp344,4 miliar, tumbuh 149,2 persen dengan net margin 14,1 persen. Pertumbuhan laba bersih yang melampaui pertumbuhan pendapatan. 

    Sepanjang tahun berjalan, RMKE menyelesaikan aksi korporasi stock split dengan rasio 1:5, menurunkan nilai nominal saham dari Rp100 menjadi Rp20 per saham. Jumlah saham beredar meningkat dari 4.375.000.000 menjadi 21.875.000.000 saham. Aksi korporasi ini bertujuan meningkatkan likuiditas perdagangan saham dan memperluas basis investor Perseroan.

    Di sisi ekspansi kapasitas, perseroan melaporkan pembangunan fasilitas Train Loading System (TLS) 2 di Gunung Megang telah mencapai 60 persen sejalan dengan rencana operasional pada 2027. 

    Fasilitas baru tersebut ditargetkan menambah kapasitas sebesar 5 kereta per hari (2.800 ton per kereta), dengan target volume tambahan sebesar 4-5 juta ton per tahun. Dengan beroperasinya TLS 2, total kapasitas gabungan dari kedua fasilitas TLS RMKE akan mencapai 8-10 juta ton per tahun, menggandakan kapasitas pengangkutan batubara via kereta api perseroan.

    Sebagai bagian dari komitmen keberlanjutan, RMKE juga mulai bertransisi menggunakan listrik pada aktivitas operasionalnya. Perseroan telah menginvestasikan Rp45,5 miliar untuk pengadaan alat berat berbasis listrik (EV) dan membangun gardu listrik dedicated mendukung operasional yang lebih ramah lingkungan.

Related Articles

See More