Akuisisi 30 Hektare Lahan di Sukabumi, Apa Tujuan BEEF?

BEEF mengakuisisi 30,05 hektare lahan di Sukabumi untuk dikembangkan menjadi pemerahan sapi berbasis agrowisata.
Ekspansi ini melanjutkan pengembangan susu BEEF setelah membeli 250 sapi perah impor di Banyumas.
BEEF membidik kesenjangan pasokan susu nasional. Kebutuhan 2025 mencapai 4,68 juta ton, sementara produksi domestik 820.900 ton.
Jakarta, FORTUNE — PT Estika Tata Tiara Tbk (BEEF) mengakuisisi lahan seluas 30,05 hektare di Sukabumi, Jawa Barat, untuk memperluas bisnis pemerahan sapi. Aset seluas 300.500 meter persegi tersebut telah dilengkapi fasilitas peternakan sapi perah dan infrastruktur produksi susu kemasan.
Perseroan berencana mengembangkan lahan itu menjadi bisnis pemerahan sapi berbasis agrowisata. Rencananya termasuk pengembangan produk susu kemasan dan wisata edukasi peternakan. Ini menjadi kelanjutan ekspansi BEEF ke segmen susu pada awal 2026.
Table of Content
Perluas bisnis pemerahan sapi
Akuisisi lahan di Sukabumi merupakan bagian dari diversifikasi usaha BEEF ke bisnis susu. Sebelumnya, perseroan membeli 250 ekor sapi perah impor pada awal 2026 untuk dipelihara di peternakan Desa Tumiyang, Banyumas, Jawa Tengah.
Direktur Utama BEEF, Ari Wijayanto, mengatakan peternakan di Banyumas telah menghasilkan susu segar dari periode laktasi pertama. Hasil tersebut menjadi salah satu dasar perseroan untuk melanjutkan pengembangan bisnis pemerahan sapi melalui aset baru di Sukabumi.
“Setelah berhasil memproduksi susu segar dengan hasil pemerahan yang memuaskan untuk laktasi pertama di peternakan Desa Tumiyang, kami menargetkan pembelian aset baru ini dapat meningkatkan keberlanjutan bisnis pemerahan sapi dengan meningkatkan nilai tambah bagi konsumen melalui produk susu kemasan hingga pengalaman wisata edukasi peternakan,” ujar Ari dalam keterangan resmi, Senin (2/11).
Dengan tambahan lahan tersebut, BEEF memiliki dua lokasi pengembangan bisnis pemerahan sapi, yakni peternakan di Banyumas dan aset baru di Sukabumi. Namun, perseroan belum merinci target kapasitas produksi susu, jumlah sapi yang akan ditempatkan, maupun jadwal pengembangan kawasan tersebut.
Bidik peluang dari kebutuhan susu nasional
Ekspansi BEEF berlangsung di tengah kebutuhan susu nasional yang masih lebih besar dibandingkan produksi dalam negeri. Berdasarkan data Kementerian Pertanian yang disampaikan perseroan, kebutuhan susu Indonesia pada 2025 mencapai sekitar 4,68 juta ton. Konsumsi susu per kapita tercatat sekitar 17,7 liter per tahun.
Pada periode yang sama, produksi susu domestik mencapai sekitar 820.900 ton, sedangkan impor tercatat sekitar 3,86 juta ton. Dengan demikian, produksi dalam negeri baru memenuhi sekitar 20 persen dari kebutuhan nasional.
Kesenjangan pasokan tersebut menjadi salah satu peluang yang dibidik BEEF melalui pengembangan lini pemerahan sapi. Perseroan juga menilai permintaan susu berpotensi meningkat seiring pertumbuhan penduduk dan program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Dalam keterangan perusahaan, Ari menyebut industri susu domestik masih memiliki ruang pertumbuhan. BEEF berupaya memperluas kontribusinya di sektor pangan berbasis protein hewani melalui produk daging dan susu sapi.
Prospek permintaan susu global
Peluang bisnis susu turut didukung tren permintaan di pasar internasional. Organisasi Pangan dan Pertanian Dunia atau Food and Agriculture Organization (FAO) mencatat permintaan susu dan produk turunannya di negara berkembang meningkat seiring kenaikan pendapatan, pertumbuhan penduduk, urbanisasi, dan perubahan pola konsumsi.
Tren terlihat di kawasan Asia Timur dan Asia Tenggara, termasuk negara dengan populasi besar seperti Tiongkok, Indonesia, dan Vietnam. Secara global, konsumsi susu per kapita diperkirakan tumbuh rata-rata 1,9 persen per tahun selama periode 2026–2035.
Profil singkat PT Estika Tata Tiara Tbk
PT Estika Tata Tiara Tbk adalah perusahaan agribisnis terintegrasi yang bergerak di bidang pangan berbasis protein hewani. Perseroan menjalankan sejumlah kegiatan usaha, mulai dari penggemukan sapi potong dan kerbau, pengelolaan rumah potong hewan (RPH), impor daging, hingga produksi makanan olahan.
Selain itu, BEEF memiliki bisnis penyewaan gudang pendingin atau cold storage dan kini mengembangkan produksi susu sapi. Produk perusahaan dipasarkan melalui sejumlah merek, antara lain Kibif, BOSS, dan Adel. Saluran distribusinya mencakup pasar tradisional, pasar modern, serta hotel, restoran, dan kafe.
FAQ seputar BEEF akuisisi lahan peternakan
Berapa luas lahan yang diakuisisi BEEF di Sukabumi? BEEF mengakuisisi lahan seluas 30,05 hektare atau 300.500 meter persegi.
Untuk apa BEEF mengakuisisi lahan di Sukabumi? Lahan tersebut akan dikembangkan untuk bisnis pemerahan sapi berbasis agrowisata.
Berapa jumlah sapi perah yang dibeli BEEF pada awal 2026? Perseroan membeli 250 ekor sapi perah impor untuk dipelihara di Banyumas.
Berapa kebutuhan susu nasional pada 2025? Kebutuhan susu nasional mencapai sekitar 4,68 juta ton menurut data Kementerian Pertanian yang dikutip perseroan.


















