Permintaan Semen Domestik Kuat, Indocement Kantongi Pendapatan Rp14 T

Indocement membukukan volume penjualan semen dan klinker 15,75 juta ton hingga September 2026, naik 9 persen secara tahunan.
Pendapatan perseroan meningkat 8,9 persen menjadi Rp14,07 triliun sepanjang Januari-September 2026.
Laba periode sembilan bulan naik 22,5 persen menjadi Rp1,30 triliun di tengah tekanan biaya energi dan nilai tukar.
Jakarta, FORTUNE - PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk (INTP) mencatat volume penjualan semen dan klinker sebesar 15,75 juta ton hingga September 2026, meningkat sebesar 9 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu terdorong permintaan kuat semen di dalam negeri. Kenaikan tersebut turut tercermin dari naiknya pendapatan perseroan sepanjang Januari-September 2026 yang mencapai 8,9 persen menjadi Rp14,07 triliun
Berdasarkan segmen pasar, volume penjualan domestik yang tumbuh 7,6 persen, sedangkan volume penjualan ekspor yang melonjak 55,9 persen. Pertumbuhan volume penjualan mendorong pendapatan bersih perseroan mencapai 8,9 persen. Bersamaan dengan itu, beban pokok pendapatan INTP meningkat 7,8 persen sehingga menghasilkan marjin laba neto sebesar Rp4,50 miliar, setara dengan 11,4 persen dari pendapatan neto.
Peningkatan volume penjualan turut mendorong kenaikan beban usaha sebesar 11,5 persen menjadi Rp3 triliun. Beban operasi lainnya tumbuh 284,2 persen menjadi Rp59,6 miliar, terutama ditopang oleh keuntungan selisih kurs pada tahun ini, dibandingkan dengan kerugian selisih kurs yang tercatat pada tahun sebelumnya.
Dengan torehan tersebut, margin laba usaha perseroan tercatat sebesar 11,1 persen, sedangkan margin EBITDA mencapai 20,1 persen untuk periode hingga September 2026. INTP juga mencatat lonjakan pendapatan keuangan sebesar 97 persen menjadi Rp20,4 miliar, terutama dipengaruhi oleh penurunan tingkat bunga atas utang PT Semen Grobogan.
Bagian atas laba bersih entitas asosiasi bersih juga meningkat 109,6 persen menjadi Rp49,8 miliar, didorong oleh peningkatan kinerja laba entitas asosiasi. Sejalan dengan kenaikan laba, beban pajak penghasilan bersih pun tumbuh 19,9 persen menjadi Rp324,4 miliar.
“Secara keseluruhan, laba untuk periode sembilan bulan yang berakhir pada September 2026 meningkat 22,5 persen menjadi Rp1,30 triliun,” kata Corporate Secretary Indocement, Dani Handajani dalam keterangan tertulis, Rabu (4/11).
Indocement mencatat posisi kas bersih dengan Kas dan Setara Kas sebesar Rp4,7 triliun pada 30 September 2026.
Seiring dengan pertumbuhan bisnis, perusahaan terus mewaspadai tekanan dalam industri semen domestik yang dapat mempengaruhi perolehan margin akibat tingginya biaya energi dan nilai tukar mata uang asing.
“Di tengah volatilitas energi global dan terbatasnya kepastian mengenai pemulihan biaya, peningkatan efisiensi dan penggunaan bahan bakar alternatif menjadi langkah penting bagi industri, termasuk melalui penyesuaian harga jual lebih lanjut. Selain itu, musim hujan yang akan datang berpotensi memperlambat laju kegiatan konstruksi dan menekan permintaan,” ujarnya.


















