Astra Auto Fest 2026 Ditargetkan Catat 11.000 Transaksi

Grup Astra menargetkan 11.000 transaksi dalam Astra Auto Fest 2026 di BSD, Tangerang, dengan penyelenggaraan pada 13–15 November 2026.
Acara ini menghadirkan kesempatan mengenal dan mencoba produk otomotif, termasuk kendaraan hybrid, elektrifikasi, motor listrik, dan mobil baru.
Astra menyiapkan solusi pembiayaan serta program trade-in saat konsumen makin mempertimbangkan harga dan biaya kepemilikan kendaraan.
Jakarta, FORTUNE - Perusahaan konglomerasi, Grup Astra menargetkan 11.000 transaksi dari Astra Auto Fest 2026 yang bakal digelar 13–15 November 2026 di kawasan Astra Biz Center, BSD, Tangerang. Target tersebut diharapkan setidaknya menyamai pencapaian tahun lalu.
Project Director Astra Auto Fest 2026 yang juga Chief Marketing Auto2000, Yagimin mengatakan, perusahaan tidak hanya menjadikan nilai transaksi sebagai satu-satunya tolok ukur keberhasilan acara, tapia juga peningkatan awareness masyarakat dan kesempatan untuk mengenal produk otomotif.
Dia berharap, Astra Auto Fest menjadi ajang bagi masyarakat untuk memperoleh informasi sekaligus mencoba berbagai produk otomotif, termasuk kendaraan elektrifikasi.
“Contohnya, pada saat masyarakat banyak bertanya seperti apa produk hybrid, produk elektrifikasi, dan juga produk baru seperti motor listrik, mobil baru seperti FJ Cruiser silahkan datang dan coba,” ujarnya di Jakarta, Rabu (4/11).
Ke depan, perusahaan melihat peluang untuk memperluas penyelenggaraan Astra Auto Fest ke luar Jakarta. Ekspansi ke sejumlah kota besar tengah dijajaki. Beberapa kota yang berpotensi menjadi lokasi penyelenggaraan berikutnya antara lain Bandung, Surabaya, Medan, Semarang, dan Makassar.
Menurutnya, jaringan bisnis Astra yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia menjadi salah satu modal untuk mengembangkan acara tersebut.
Sementara itu, Tan Chian Hok selaku Co-Project Director Astra Auto Fest 2026 sekaligus Chief Marketing & Sales Officer Astra Credit Companies (ACC) mengungkapkan, Astra Auto Fest 2026 merupakan bukti komitmen Grup Astra hadir untuk memenuhi kebutuhan pengunjung mulai dari mobilitas hingga lifestyle, termasuk kemudahan dalam layanan one stop financial solution.
Pengunjung berkesempatan mengakses berbagai kemudahan solusi keuangan , layanan pembiayaan roda empat melalui Astra Credit Companies (ACC) dan Toyota Astra Financial (TAF), pembiayaan roda dua dari FIFGROUP, asuransi kendaraan Garda Oto dari Asuransi Astra, asuransi jiwa dari Astra Life, pembiayaan alat berat dan komersil melalui Surya Artha Nusantara Finance (SANF), payment dari AstraPay, hingga layanan perbankan melalui Bank Saqu.
Menurutnya, Astra Financial saat ini menguasai sekitar 29 persen pasar pembiayaan otomotif roda empat melalui ACC dan TAF. Perusahaan menyatakan tetap mendukung pertumbuhan pasar, baik untuk kendaraan roda empat maupun roda dua.
Daya Beli Geser Pilihan Mobil Konsumen
Terkait prospek industri otomotif menjelang akhir 2026, Grup Astra melihat masih terdapat tekanan, salah satunya daya beli masyarakat. Meski demikian, Yagimin menyebut pasar otomotif justru menunjukkan peningkatan, dengan adanya pergeseran preferensi konsumen.
Konsumen yang sebelumnya mempertimbangkan kendaraan di segmen menengah atas kini cenderung lebih berhati-hati dan mulai melirik mobil dengan harga lebih terjangkau. Pertimbangan biaya kepemilikan secara keseluruhan atau total cost of ownership juga semakin penting dalam keputusan pembelian.
“Kalau kita itu membuat istilah itu ticket size, di mana customer dulu cenderung mencoba untuk membeli mobil yang medium up, mungkin sekarang cenderung mulai menahan dan mulai mempertimbangkan mobil yang dengan harga yang lebih terjangkau,” ujarnya.
Astra melihat momentum menjelang akhir tahun sebagai peluang untuk mendorong penjualan. Salah satu strategi yang disiapkan adalah program tukar tambah kendaraan atau trade-in.
Melalui program tersebut, konsumen dapat menjual kendaraan lama untuk mendapatkan mobil baru. Astra menawarkan penilaian harga kendaraan, cashback, serta manfaat tambahan.


















