Baca artikel Fortune IDN lainnya di IDN App
Install

Buntut Peretasan Eropa, JLL: Pusat Data Indonesia Perketat Keamanan IT

2 min read
Buntut Peretasan Eropa, JLL: Pusat Data Indonesia Perketat Keamanan IT
Konferensi pers JLL Indonesia, Kamis (5/11). (Dok. JLL Indonesia)
  • JLL Indonesia menilai peretasan sistem pendingin di Eropa belum memengaruhi prospek investasi pusat data Indonesia, karena kebutuhan penyimpanan data daring tetap tinggi.
  • Operator dan pengembang pusat data di Indonesia memperketat keamanan siber, kehati-hatian, serta penggunaan teknologi lebih maju untuk mencegah insiden serupa.
  • Kapasitas pusat data Indonesia mencapai 450 MW pada semester I 2026, naik dari 400 MW pada 2025, dan diproyeksikan bertambah 280 MW hingga 2030.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, FORTUNE - Fenomena peretasan sistem pendingin supermarket terjadi di beberapa negara Eropa baru-baru ini. Para penyerangnya disebut memanfaatkan alat pemindai otomatis dan pengintaian berbasis artificial intelligence (AI).

Seiring dengan adanya fenomena itu, bagaimana dampaknya terhadap proyeksi investasi properti ke sektor industri, yakni pusat data, ke depan? JLL Indonesia menilai, belum ada dampak terhadap potensi pertumbuhan investasi properti pusat data.

"Karena memang [berdasarkan data proyeksi pertumbuhan pusat data] trajectory-nya masih meningkat. Penyimpanan data daring juga masih dibutuhkan terutama karena penggunaan internet di Indonesia ini sangat besar didorong faktor populasi, itu merupakan kebutuhan utama juga, bukan hanya AI juga," kata Country Head, JLL Indonesia, Farazia Basarah saat ditemui di Kantor JLL Indonesia, Kamis (5/11).

Kendati demikian, JLL Indonesia menyebut, setelah kejadian tersebut operator dan pengembang pusat data yang beroperasi di Indonesia telah meningkatkan keamanan siber, prinsip kehati-hatian, dan juga menerapkan teknologi yang lebih maju.

"Sehingga diharapkan kejadian tersebut tidak terdapat di Indonesia," kata Farazia.

JLL Indonesia sendiri menyebut, pembukaan pusat data di Indonesia, terutama di Jakarta, masih kuat. Baik dari pemain baru maupun pemain yang sudah memiliki fasilitas pusat data di Indonesia.

Per semester-I 2026, kapasitas pusat data di Indonesia telah mencapai 450 MW, naik dari 400 MW pada 2025. Hingga 2030, kapasitas pusat data di Indonesia diproyeksi bisa bertambah lagi sebesar 280 MW.

"Kami melihat bahwa ke depannya memang pusat data ini terus bertumbuh karena kebutuhan atas penyimpanan data daring dan juga artificial intelligence," kata Farazia.

Sebagai konteks, dikutip dari Euronews, gelombang serangan peretasan yang menyerang pendingin supermarket, toko serba ada, dan mitra rantai pasokan di setidaknya 7-10 negara Eropa, termasuk Belgia, Swedia, Irlandia, Estonia, Finlandia, Luksemburg, Belanda, Italia, Portugal, Rumania, Jerman, dan Inggris.

Para peretas itu membobol modul dan pengontrol manajemen ajrak jauh (yang tak aman atau sudah usang) yang terhubung ke internet. Hal tersebut memicu cairnya es karena menargetkan termostat untuk mengubah unit pendingin menjadi pemanas.

    Related Articles

    See More
    Buntut Peretasan Eropa, JLL: Pusat Data Indonesia Perketat Keamanan IT