Baca artikel Fortune IDN lainnya di IDN App
Install

Synology Soroti Tantangan Infrastruktur Data di Era AI

4 min read
Synology Soroti Tantangan Infrastruktur Data di Era AI
Synology menggelar Synology Annual Press Event 2026 di Four Seasons Jakarta. (dok. Synology)
  • Adopsi AI meningkatkan kebutuhan pengelolaan data; perusahaan Indonesia menghadapi tantangan kesiapan infrastruktur, biaya implementasi, dan keterbatasan tenaga ahli internal.

  • Survei Synology menunjukkan 88 persen responden mengkhawatirkan inefisiensi penyimpanan dan duplikasi data, sementara sekitar dua dari 10 perusahaan sangat yakin pulih cepat dari ransomware.

  • Synology mendorong pengelolaan data terpusat, pencadangan aman, serta pilihan on-premises, cloud, atau hybrid yang disesuaikan dengan kebutuhan bisnis, konektivitas, regulasi, dan anggaran.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, FORTUNE - Adopsi kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) mendorong perusahaan mengelola volume data yang semakin besar. Kondisi ini menuntut kesiapan infrastruktur penyimpanan, perlindungan data, serta sumber daya manusia yang mampu mengoperasikan teknologi tersebut.

Indonesia Country Manager di Synology, Clara Hsu, mengatakan perusahaan di Indonesia menghadapi tiga tantangan utama dalam mengadopsi AI, yakni kesiapan infrastruktur, biaya implementasi, dan keterbatasan tenaga ahli internal.

“Beban kerja AI berbeda, sedangkan banyak perusahaan di Indonesia masih menggunakan sistem yang sama. Mengganti sistem juga tidak murah, dan tenaga ahli internal untuk mengelolanya masih relatif terbatas,” ujar Clara dalam Synology Annual Press Event 2026 di Jakarta.

Besarnya kebutuhan pengelolaan data juga tecermin dalam survei Synology. Hampir 88 persen responden di Indonesia mengkhawatirkan inefisiensi penyimpanan akibat pertumbuhan data AI dan duplikasi data. Sementara itu, hanya sekitar dua dari 10 perusahaan yang sangat yakin dapat memulihkan operasional dengan cepat setelah serangan ransomware sekaligus menjaga keamanan data cadangan.

Clara menjelaskan, solusi Synology digunakan oleh berbagai sektor. Adapun kebutuhannya masing-masing berbeda, mulai dari penyimpanan data jangka panjang untuk memenuhi ketentuan di sektor keuangan, pengelolaan video beresolusi tinggi di industri media, hingga dukungan sistem untuk digitalisasi layanan kesehatan. Di sektor manufaktur, penyimpanan data juga dibutuhkan untuk mengelola informasi yang tersebar di berbagai pabrik.

  1. Infrastruktur Data dan Keamanan Siber Jadi Prioritas

    DSC05587.JPG
    Synology menggelar Synology Annual Press Event 2026 di Four Seasons Jakarta. (dok. Synology)

    Director of International Business di Synology, Joanne Weng, menilai pengelolaan data secara terpusat penting untuk membantu perusahaan memanfaatkan informasi yang dihasilkan berbagai teknologi.

    “Teknologi baru apa pun yang Anda adopsi akan menghasilkan data tambahan. Jika data tersebar di berbagai tempat, bagaimana Anda bisa memanfaatkannya secara optimal jika tidak mengelolanya secara terpusat?” kata Joanne.

    Untuk memenuhi kebutuhan penyimpanan, Synology menghadirkan PAS7700, platform berbasis NVMe untuk beban kerja kritis perusahaan, serta lini penyimpanan FS dan RS. Perusahaan juga mengembangkan fitur tiering dan reduksi data melalui DiskStation Manager (DSM) 7.4 untuk membantu mengoptimalkan penggunaan kapasitas penyimpanan.

    Sales Manager Synology, Joshua Nathanael, mengatakan perusahaan perlu mempertimbangkan efisiensi dan kemudahan pengelolaan seiring meningkatnya volume data.

    “Seiring bertambahnya volume data, perusahaan tidak cukup hanya menambah kapasitas penyimpanan. Infrastruktur juga harus mampu menjaga performa, meningkatkan efisiensi, dan tetap mudah dikelola meskipun kebutuhan semakin kompleks,” ujar Joshua.

    Pada aspek keamanan, Synology menawarkan ActiveProtect, perangkat khusus untuk pencadangan dan pemulihan data. Solusi ini dilengkapi mekanisme immutable backup untuk mencegah perubahan pada salinan cadangan serta air gap untuk memisahkannya dari sistem utama. ActiveProtect Manager 2.0 juga mendukung lingkungan virtualisasi Nutanix AHV dan Proxmox VE, sementara DP5200 menyediakan opsi perangkat pencadangan berformat ringkas 1U.

    Synology turut mengembangkan solusi produktivitas melalui Office Suite, yang menyediakan fitur berbasis AI untuk membantu penyuntingan dokumen, pembuatan presentasi, dan pengolahan spreadsheet. ChatPlus dan Meet melengkapi kebutuhan komunikasi serta kolaborasi tim. Dengan pendekatan on-premises, perusahaan dapat menjalankan sistem di infrastrukturnya sendiri dan mempertahankan kendali atas data.

  2. Menyesuaikan Teknologi dengan Kebutuhan Perusahaan

    PAS7700.jpeg
    Synology menggelar Synology Annual Press Event 2026 di Four Seasons Jakarta. (dok. Synology)

    Di tengah beragam pilihan teknologi, Clara mengingatkan perusahaan agar menentukan kebutuhan bisnis sebelum mengalokasikan anggaran untuk AI. Menurutnya, investasi perlu disesuaikan dengan jenis pekerjaan yang ingin ditingkatkan agar manfaatnya lebih terukur.

    “Stakeholder harus melihat apa yang mau ditingkatkan. AI itu cukup luas. Tingkat produktivitas seperti apa yang ingin ditingkatkan dan berapa investasi yang bisa dikeluarkan? Kita perlu fokus pada prioritas dan menyesuaikannya dengan anggaran agar hasilnya maksimal sesuai kebutuhan perusahaan,” jelas Clara.

    Pertimbangan biaya juga memengaruhi pilihan antara penyimpanan lokal dan layanan cloud. Clara mengatakan kenaikan biaya berlangganan mendorong sebagian pengguna mempertimbangkan pendekatan hybrid, yang menggabungkan infrastruktur on-premises dan cloud sesuai kebutuhan.

    Di Indonesia, penyimpanan lokal masih banyak digunakan karena kualitas konektivitas internet berbeda-beda di setiap wilayah. Sejumlah sektor juga memiliki ketentuan khusus mengenai penyimpanan dan pengelolaan data.

    “Kalau semuanya disimpan di cloud, koneksi internet harus dipastikan lancar. Indonesia terdiri dari banyak pulau dan kecepatan internetnya tidak sama. Selain itu, ada industri tertentu, seperti perbankan dan pemerintahan, yang memiliki ketentuan mengenai lokasi penyimpanan data,” kata Clara.

    Joanne juga menyebut Indonesia sebagai salah satu pasar penting Synology di Asia Tenggara. Menurutnya, Indonesia saat ini berada di posisi ketiga, setelah Vietnam dan Thailand.

    Selain infrastruktur, kesiapan sumber daya manusia turut menentukan efektivitas penerapan AI. Joanne menilai karyawan perlu mempelajari cara menggunakan teknologi tersebut untuk mendukung pekerjaan mereka.

    “AI tidak akan menggantikan siapa pun, tetapi semua orang perlu belajar beradaptasi dengannya. AI dapat membantu membuat pekerjaan lebih efisien dan menyelesaikan masalah pelanggan dengan lebih cepat,” tutur Joanne.

    Bagi perusahaan, kesiapan infrastruktur data menjadi salah satu faktor penting dalam mengoptimalkan pemanfaatan AI. Kapasitas penyimpanan, keamanan data, efisiensi biaya, dan kemampuan karyawan perlu disesuaikan dengan kebutuhan operasional agar investasi teknologi memberikan manfaat yang nyata. (WEB)

Sponsored Content: This article is a paid collaboration. While this content is sponsored, all insights, reviews, and editorial standards remain entirely our own.

Related Articles

See More