Baca artikel Fortune IDN lainnya di IDN App
Install

Features: Fitur Baru Instagram yang Bisa Upload Video 90 Menit

4 min read
Features: Fitur Baru Instagram yang Bisa Upload Video 90 Menit
ilustrasi aplikasi Instagram (unsplash.com/Brett Jordan)
  • Instagram memperkenalkan Features, fitur baru Instagram yang memungkinkan mengunggah video dan mengakses konten berdurasi panjang.

  • Features memungkinkan Reels ditautkan ke video lengkap, dengan rekomendasi melalui Explore untuk memudahkan audiens melanjutkan tontonan tanpa pindah aplikasi.

  • Instagram mengeksplorasi monetisasi video panjang, termasuk insentif berbasis performa, sambil mengevaluasi uji coba sebelum peluncuran global.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, FORTUNE — Instagram mulai memperkenalkan fitur baru bernama Features kepada sejumlah pengguna pada Senin (26/10). Fitur ini memungkinkan pengguna menonton video berdurasi hingga 90 menit dalam format horizontal (landscape).

Head of Instagram Adam Mosseri dan VP Instagram Tessa Lyons menjelaskan Features dikembangkan untuk memberikan ruang bagi kreator dalam menghadirkan konten berdurasi panjang. Melalui fitur ini, kreator diharapkan dapat menjangkau dan membangun hubungan yang lebih kuat dengan audiens.

“Saya berbincang dengan @tessalyonss tentang alasan kami berinvestasi pada video berdurasi panjang, yang akan kami sebut ‘Features’, serta bagaimana fitur ini dapat terhubung dengan Reels, Series, Live, dan TV,” ungkap Mosseri melalui akun Instagram pribadinya, Senin (26/10).

  1. Mempermudah akses ke video panjang

    Pengembangan Features mengikuti tren industri hiburan digital yang memanfaatkan cuplikan video pendek untuk menarik penonton ke konten berdurasi panjang. Melalui fitur ini, Instagram berupaya memperluas persaingan dengan YouTube, terutama dalam menarik kreator seperti podcaster, komika, dan pembuat konten video panjang lainnya.

    Features memungkinkan pengguna menonton video panjang langsung di Instagram tanpa perlu beralih ke aplikasi lain. Kreator juga dapat menautkan Reels ke video lengkap sehingga penonton yang tertarik pada cuplikannya bisa langsung melanjutkan tontonan.

    Instagram turut memanfaatkan algoritma rekomendasi untuk memperluas jangkauan video berdurasi panjang. Konten tersebut dapat direkomendasikan melalui halaman Explore dan bagian lain di Instagram agar lebih mudah ditemukan pengguna.

  2. Mengeksplorasi jalur monetisasi baru

    Tidak hanya mempermudah akses pengguna, Features berpeluang membuka jalur monetisasi baru di Instagram. Potensi ini bisa dimanfaatkan kreator untuk menambah sumber penghasilan baru tanpa berpindah kanal.

    Meta menilai format video pendek dan panjang dapat saling mendukung. Video pendek dapat menjangkau audiens baru. Sementara itu, video berdurasi panjang menyajikan konten lebih mendalam dan membuka peluang kerja sama baru.

    Menurut juru bicara Meta, perusahaan tengah mengeksplorasi berbagai cara agar kreator menerima penghasilan dari brand, penggemar, maupun Instagram secara maksimal. Instagram juga sedang membuka opsi insentif berbasis performa lewat video panjang.

    Sumber penghasilan kreator Instagram dinilai masih mengandalkan kerja sama dengan merek. Untuk itu, perusahaan membuka opsi agar pembayaran langsung yang bisa diperoleh berdasarkan jumlah penayangan video, seperti YouTube .

    Meski membuka opsi baru, inisiatif Instagram tersebut belum bisa dipastikan akan menerapkan pendapatan iklan seperti YouTube Partner Program (YPP) atau menawarkan skema monetisasi lain.

  3. Pernah meluncurkan video panjang IGTV

    Upaya Instagram menyajikan video berdurasi panjang sebenarnya bukan hal baru. Platform media sosial tersebut pernah meluncurkan Instagram TV (IGTV) untuk menampung video panjang. Sayangnya, layanan tersebut dihentikan sekitar Maret 2022.

    Mosseri mengaku dirinya menentang kehadiran video berdurasi panjang di Instagram. Menurutnya, video pendek lebih efektif mendorong pengguna membagikan konten melalui pesan langsung atau DM dibandingkan video berdurasi panjang.

    VP Instagram Tessa Lyons akhirnya berhasil menyakinkan Mosseri untuk kembali mencoba format video panjang. Instagram kini berupaya memaksimalkan peran video panjang dan pendek.

    Lyons menilai Reels akan tetap menjadi bagian utama Instagram. Namun, pengguna kini memiliki pilihan menikmati konten lebih mendalam lewat video berdurasi panjang.

  4. Masih dalam tahap uji coba

    Features mulai diuji coba ke berbagai kreator di Amerika Serikat secara terbatas. Sebelumnya, Instagram telah menguji fitur tersebut di Brasil. Selama periode uji coba berlangsung, Instagram akan mendengarkan masukan dan mengevaluasi sebelum diluncurkan secara global.

    Pada tahap awal, Features ditayangkan lewat perangkat seluler. Perusahaan akan memperluas pengalaman pengguna di layar besar lewat aplikasi Instagram for TV.

    Instagram juga memperkenalkan Clips as Reels. Fitur untuk membuat cuplikan Reels dari video panjang dan mengarahkan penonton ke konten lengkapnya.

    Berikutnya, perusahaan sedang menguji coba fitur rekomendasi konten siaran langsung. Terutama kepada pengguna yang tidak mengikuti akun kreator dan halaman khusus di profil yang akan menampilkan Reels episodik.

    Melalui pembaruan ini, Features sebagai fitur baru Instagram diharapkan dapat memberikan kemudahan bagi kreator untuk membuat konten berdurasi panjang tanpa berpindah platform. Namun, belum ada kepastian mengenai jadwal ketersediaan fitur-fitur tersebut bagi pengguna di Indonesia.

    FAQ seputar Features, fitur baru Instagram

    Apa itu fitur Features di Instagram?

    Features adalah fitur Instagram yang memungkinkan kreator membuat konten berdurasi panjang hingga 90 menit dalam format horizontal.

    Bagaimana cara kerja integrasinya dengan Reels?

    Kreator dapat mengunggah cuplikan video di Reels, lalu menautkan konten penuhnya di Features.

    Di mana bisa menemukan konten Features?

    Video-video berdurasi panjang akan direkomendasikan langsung lewat halaman Instagram, Explore.

    Apakah fitur ini tersedia di Indonesia?

    Belum. Features masih tahap uji coba terbatas di Amerika Serikat dan Brasil.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More