Profil Natuna D-Alpha, Blok Gas yang Dimenangkan Perusahaan Hashim

PT Nations Petroleum memenangkan lelang WK Natuna D-Alpha pada September 2026.
Wilayah lepas pantai Natuna seluas 10.291,03 kilometer persegi ini menyimpan potensi 222 TCF gas, tetapi kandungan CO2 di atas 70 persen.
Nations Petroleum menyiapkan studi, survei seismik, desain fasilitas, pengelolaan CO2, serta pengeboran dua sumur.
Jakarta, FORTUNE — PT Nations Petroleum, perusahaan di bawah Arsari Group milik pengusaha Hashim Djojohadikusumo, memenangkan lelang penawaran langsung Wilayah Kerja (WK) Natuna D-Alpha di Kepulauan Riau. Penetapan tersebut tertuang dalam Surat Keputusan Menteri ESDM No. 108.K/MG.4/DJM/2026 pada 17 September 2026.
Nations Petroleum menyiapkan komitmen pasti senilai 103.309.000 (103,3 juta) dolar AS atau sekitar Rp1,84 triliun untuk tiga tahun pertama. Perusahaan juga memberikan bonus tanda tangan 200.000 dolar AS.
Table of Content
Profil dan potensi gas Natuna D-Alpha
WK Natuna D-Alpha berada di lepas pantai sekitar 250 kilometer dari Kepulauan Natuna, Kepulauan Riau. Wilayah ini memiliki luas 10.291,03 kilometer persegi dan sebelumnya menjadi bagian dari Blok East Natuna.
Kementerian ESDM memperkirakan potensi gas di kawasan tersebut mencapai 222 triliun kaki kubik atau trillion cubic feet (TCF). Jumlah itu sekitar 2,5 kali potensi gas Blok Masela.
Namun, besarnya sumber daya tersebut disertai tantangan pengembangan. Kandungan CO2 dalam gas Natuna diperkirakan lebih dari 70 persen. Dari total potensi tersebut, gas yang diperkirakan dapat dieksploitasi berada di kisaran 46 TCF.
Kondisi itu membuat pengembangan membutuhkan teknologi untuk memisahkan dan menangani CO2. Karbon yang telah dipisahkan juga memerlukan pengelolaan lebih lanjut, termasuk melalui teknologi penangkapan dan penyimpanan karbon.
Komitmen Nations Petroleum
Sebagai pemenang lelang, Nations Petroleum menyiapkan sejumlah kegiatan eksplorasi dan pengembangan selama tiga tahun pertama. Program tersebut mencakup tiga paket studi geologi dan geofisika (G&G), akuisisi dan pemrosesan data seismik 3D seluas 591 kilometer persegi, satu Pilot Unit Design and Engineering, serta tiga paket CO2 Integrated Study.
Nations Petroleum juga akan menjalankan satu paket Manufacturing, Procurement and Construction, dua paket EPC Design Cost, serta satu paket Operation, Multi-Mode Testing and Monitoring. Untuk kegiatan pengeboran, perusahaan berkomitmen mengebor satu sumur appraisal dan satu sumur eksplorasi.
Hampir lima dekade dikembangkan
Natuna D-Alpha memiliki sejarah pengembangan sejak 1973. Saat itu, perusahaan minyak asal Italia AGIP menemukan kandungan gas di Lapangan AL yang kemudian dikenal sebagai Natuna D-Alpha.
ExxonMobil memperoleh hak pengelolaan pada 1980. Namun, pengembangan menghadapi kendala kandungan CO2 yang tinggi. Pemerintah kemudian menghentikan kontrak ExxonMobil pada 2007 karena proyek tidak mengalami perkembangan.
Pada 2008, pengelolaan diserahkan kepada Pertamina. ExxonMobil kemudian kembali bergabung bersama Total dan Petronas dalam upaya mengembangkan East Natuna. Pada 2012, Petronas selanjutnya digantikan PTT Exploration and Production (PTT EP) dari Thailand.
Konsorsium tersebut akhirnya tidak berlanjut. ExxonMobil keluar pada 2017, sedangkan PTT EP juga tidak meneruskan kerja sama dengan Pertamina. Pada akhir 2022, Pertamina memproses pengembalian WK Natuna D-Alpha kepada pemerintah.
East Natuna dibagi menjadi tiga WK
Setelah pengelolaan East Natuna dikembalikan, pemerintah menyiapkan pembagian kawasan tersebut menjadi tiga wilayah kerja, yakni Arwana-Barakuda, Natuna D-Alpha, dan Paus.
Langkah tersebut menjadi bagian dari skema pemerintah untuk kembali menawarkan potensi migas kawasan East Natuna kepada investor. Natuna D-Alpha kemudian masuk dalam lelang WK Migas Tahap I 2026 melalui mekanisme penawaran langsung.
Sementara itu, Pertamina tetap mengelola sebagian wilayah East Natuna, yakni Lapangan Arwana dan Barakuda. Kedua lapangan tersebut diperkirakan memiliki sumber daya 2,2 miliar barel minyak dan 300 miliar kaki kubik gas di area konsesi seluas 10.484,39 kilometer persegi.
FAQ seputar profil Blok Migas Natuna D-Alpha
Siapa pemenang lelang Natuna D-Alpha? PT Nations Petroleum, entitas usaha Arsari Group milik Hashim Djojohadikusumo.
Berapa potensi gas Natuna D-Alpha? Potensi gasnya diperkirakan mencapai 222 TCF.
Apa tantangan utama pengembangan Natuna D-Alpha? Kandungan CO2 yang sangat tinggi, yakni lebih dari 70 persen.
Berapa komitmen Nations Petroleum? Komitmen pasti tiga tahun pertama mencapai 103,3 juta dolar AS.


















