Baca artikel Fortune IDN lainnya di IDN App
Install

WMPP Berhasil Kantongi Laba Rp123 Miliar Setelah Rugi Tahun Lalu

WMPP Berhasil Kantongi Laba Rp123 Miliar Setelah Rugi Tahun Lalu
PT Widodo Makmur Unggas Tbk (WMUU) merupakan emiten sektor Barang Konsumen Primer dengan bidang usaha utama peternakan ayam dan perdagangan pakan ternak. (widodomakmurunggas.co.id)
Intinya Sih
  • WMPP membukukan laba bersih Rp123,5 miliar pada semester I 2026, berbalik dari rugi tahun lalu, didorong pendapatan Rp562,7 miliar yang naik 41,2 persen secara tahunan.
  • Segmen peternakan unggas menyumbang 87,2 persen pendapatan, sementara perusahaan menilai kenaikan proyeksi konsumsi protein hewani mendukung prospek industri pangan.
  • Rasio lancar WMPP naik menjadi 1,5 kali pada kuartal I 2026 setelah restrukturisasi utang; perseroan juga menyiapkan rights issue hingga Rp635,45 miliar untuk konversi utang dan modal kerja.
  • WMPP membukukan laba bersih Rp123,5 miliar pada semester I-2026, berbalik dari rugi tahun sebelumnya, seiring pendapatan naik 41,2 persen secara tahunan menjadi Rp562,7 miliar.
  • Segmen peternakan unggas menyumbang 87,2 persen pendapatan, sementara rasio lancar membaik menjadi 1,5 kali pada kuartal I-2026 setelah restrukturisasi kewajiban dengan kreditur.
  • WMPP dan WMUU menyiapkan rights issue dengan penerbitan saham baru; WMPP menargetkan dana hingga Rp635,45 miliar untuk konversi utang serta modal kerja.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Jakarta, FORTUNE - Emiten peternakan unggas, PT Widodo Makmur Perkasa Tbk (WMPP) mengantongi laba bersih sebesar Rp123,5 miliar, pada enam bulan pertama 2026. Torehan tersebut berbalik positif dari rugi bersih yang dibukukan pada periode yang sama tahun lalu.

CEO PT Widodo Makmur Perkasa Tbk, Tumiyono, mengatakan bahwa capaian tersebut diperoleh dari pendapatan perusahaan yang berkinerja positif. Pada periode terebut perseroan membukukan pendapatan Rp562,7 miliar, naik 41,2 persen secara tahunan.

"Perbaikan kinerja sepanjang semester 1 tahun ini menunjukkan kami sudah lebih efisien dalam menjalankan usahanya, seiring dengan perbaikan kinerja yang ditopang oleh berbagai katalis positif dari industri pangan global dan dalam negeri," katq Tumiyono, Kamis (6/8).

Berdasarkan segmen usaha, sebagian besar pendapatan perusahaan disumbang oleh lini bisnis peternakan unggas (poultry) sebesar 87,2 persen diikuti oleh lini bisnis pengolahan daging (meat processing) sebesar 10,99 persen dan lini bisnis peternakan sapi (cattle livestock) sebesar 1,75 persen.

Menurutnya, industri pangan saat ini memliki prospek positif sebab permintaan protein hewani yang diproyeksi terus mengalami peningkatan, baik daging ayam, telur ayam dan daging sapi.

Mengutip data BPS yang diolah tim riset internal WMPP, konsumsi daging sapi dan kerbau pada tahun 2026 diproyeksikan mencapai 986.170 ton, atau naik sekitar 14 persen dibanding tahun 2025. Sementara itu, konsumsi daging ayam diprediksi mencapai 4,99 juta ton pada tahun 2026, atau naik hampir 5 persen dari tahun sebelumnya.

Selain perbaikan di sisi pendapatan, Tumiyono juga menyebut perusahaan mulai menunjukkan perbaikan dalam kemampuan membayar utang. Hal ini tercermin dari rasio lancar (current ratio) pada kuartal I-2026 mencapai 1,5 kali, dibandingkan 0,7 kali pada periode akhir 2025.

"Perbaikan ini merupakan dampak dari restrukturisasi kewajiban perseroan yang telah disepakati dengan seluruh kreditur,” ungkap Tumiyono.

Kedepan, perusahaan consumer goods dan komoditas perkebunan ini mengaku akan tetap fokus melanjutkan strategi efisiensi serta meningkatkan aktivitas operasional dan utilisasi fasilitas existing perusahaan.

Untuk mendukung hal tersebut, Widodo Makmur mengumpulkan modal kerja dengan melakukan divestasi sejumlah aset yang sudah tidak produktif serta membuka pintu untuk melakukan kerjasama dengan sejumlah mitra dan investor strategis.

Di sisi lain, WMPP dan anak usaha yaitu PT Widodo Makmur Unggas Tbk (WMUU) mengambil langkah strategis melalui aksi korporasi berupa Penambahan Modal dengan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMHMETD) atau Rights Issue.

Melalui aksi korporasi tersebut, WMPP akan menerbitkan sebanyak-banyaknya 8.472.672.000 saham baru untuk WMPP dan sebanyak- banyaknya 6.004.705.896 saham baru untuk WMUU.

Pada aksi korporasi ini, WMPP menargetkan jumlah dana yang terhimpun sebanyak-banyaknya sebesar Rp635,45 miliar. Dalam hal ini, sekitar 36 persen dipakai untuk konversi utang pemegang saham dan pemegang MTN, serta sekitar 64 persen untuk modal kerja.

"Ini merupakan langkah penting bagi Widodo Makmur yang diharapkan dapat mempercepat pertumbuhan positif kinerja dan memperkuat daya saing dalam industri," pungkas Tumiyono.

Share Article
Editorial Team
Ekarina .
EditorEkarina .

Latest in Business

See More