Tingkatkan Fasilitas Produksi, Widodo Makmur (WMPP) Bakal Right Issue

- PT Widodo Makmur Perkasa Tbk (WMPP) mendapat persetujuan pemegang saham untuk melakukan right issue hingga 8,5 miliar saham baru guna memperkuat struktur permodalan perusahaan.
- Aksi korporasi ini difokuskan untuk menambah modal kerja dan meningkatkan utilisasi fasilitas produksi agar volume produksi serta penjualan dapat tumbuh lebih optimal.
- WMPP optimistis prospek sektor pangan tetap positif, didukung peningkatan konsumsi protein nasional dan program pemerintah Makan Bergizi Gratis yang mendorong permintaan daging sapi serta unggas.
Jakarta, FORTUNE - PT Widodo Makmur Perkasa Tbk (WMPP) mengantongi dukungan penuh dari pemegang saham untuk melakukan aksi korporasi penambahan modal dengan hak memesan efek terlebig dahulu (PMHMETD) atau right issue.
Founder & CEO WMPP, Tumiyono, mengatakan pemegang saham telah menyetujui rencana right issue dengan target penerbitan hingga 8,5 miliar saham baru yang berasal dari portepel perseroan.
"Rights Issue merupakan inisiatif Perseroan sebagai langkah strategis dalam memperkuat struktur permodalan dalam rangka mendorong pertumbuhan berkelanjutan dengan meningkatkan kinerja operasional dan keuangansecara lebih efektif dan efisien," ujarnya dalam keterangan resmi, Senin (25/5).
Melalui aksi korporasi tersebut, Widodo Makmur menargetkan penambahan modal kerja yang akan difokuskan untuk peningkatan utilisasi fasilitas produksi sehingga bisa mendorong volume produksi dan penjualan.
Adapun, penambahan modal melalui right issue ini dilakukan seiring prospek positif dan berbagai peluang di sektor pangan. Permintaan daging sapi dan unggas di Indonesia diproyeksikan akan tumbuh positif di tahun 2026 dan seterusnya, didorong oleh proyeksi kenaikan PDB per kapita masyarakat Indonesia dari saat ini sekitar US$5.000 menjadi lebih dari US$10.000 pada 2030.
"Peningkatan PDB per kapita menunjukkan perbaikan kualitas hidup masyarakat Indonesia, artinya konsumsi protein Indonesia diprediksi dapat meningkat lebih cepat. Data OECD-FAO menunjukkan bahwa konsumsi per kapita untuk daging sapi dan ayam di Indonesia pada tahun 2025 masing-masing baru mencapai 1,69 kg/kapita dan 8,76 kg/kapita. Angka ini jauh lebih rendah dibanding negara tetangga di ASEAN, sehingga ruang tumbuhnya masih sangat luas," katanya.
Selain itu, program pemerintah Makan Bergizi Gratis dinilai turut berkontribusi dalam peningkatan konsumsi protein dalam negeri. Maka dari itu perseroan optimstis penguatan struktur permodalaan saat ini akan menciptakan fleksibilitas keuangan dan memperkuat fundamentak bisnis yang tercermin dari perbaikan arus kas dan profitasbilitas.

















