IBMA Resmi Dibentuk, Pegadaian Siap Perkuat Ekosistem Emas Nasional

- PT Pegadaian bersama 10 perusahaan lain resmi membentuk Indonesia Bullion Market Association (IBMA) untuk mengembangkan pasar bullion nasional yang terintegrasi dan berdaya saing global.
- Selfie Dewiyanti, Direktur Pemasaran Pegadaian, terpilih sebagai Ketua Umum IBMA dalam sidang pleno yang juga mengesahkan AD/ART serta menandai legalitas asosiasi tersebut.
- IBMA akan menjadi mitra strategis regulator guna memperkuat tata kelola industri emas, mendorong inovasi produk berbasis emas, dan menjadikan Indonesia pusat pasar bullion di Asia Tenggara.
Jakarta, FORTUNE - PT Pegadaian (Persero) menjadi salah satu perusahaan pendiri Indonesia Bullion Market Association (IBMA), asosiasi yang dibentuk untuk mendorong pengembangan pasar bullion nasional yang lebih terintegrasi, transparan, dan berdaya saing global.
Pembentukan IBMA dikukuhkan melalui Sidang Pleno yang digelar di Pegadaian Tower, Jakarta, pada Senin (20/7). Agenda tersebut menandai rampungnya proses legalitas asosiasi sekaligus menjadi langkah awal pembentukan ekosistem pasar bullion yang menghimpun para pelaku industri emas dari berbagai sektor.
Dalam sidang tersebut, Direktur Pemasaran, Penjualan, dan Pengembangan Produk PT Pegadaian (Persero), Selfie Dewiyanti, resmi terpilih sebagai Ketua Umum IBMA.
Sidang pleno juga mengesahkan Anggaran Dasar (AD), menetapkan Anggaran Rumah Tangga (ART), serta menandatangani berita acara pembentukan asosiasi. Proses tersebut merupakan tindak lanjut dari kesepakatan 11 perusahaan pendiri yang dicapai pada Maret 2026 dan diselesaikan bersama Tim Formatur, Tim Teknis, serta Tim Notaris di bawah arahan Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian.
Pembentukan IBMA diharapkan dapat menjawab kebutuhan industri terhadap satu wadah yang mampu menyatukan pelaku usaha sekaligus mendorong penerapan standar industri bullion di Indonesia. Sebagai salah satu produsen emas terbesar di dunia, Indonesia dinilai memiliki potensi besar untuk mengembangkan pasar bullion yang lebih terstruktur dan memberikan nilai tambah bagi perekonomian nasional.
Perkuat Tata Kelola Industri Bullion

IBMA akan berperan sebagai mitra strategis regulator dengan menghubungkan para pemangku kepentingan di sepanjang rantai industri, mulai dari sektor pertambangan, jasa keuangan, pemurnian (refinery), manufaktur, hingga jasa pendukung lainnya. Melalui kolaborasi tersebut, asosiasi diharapkan mampu mendukung pengembangan berbagai produk dan layanan berbasis emas sekaligus memperkuat daya saing industri nasional.
Ketua Umum IBMA, Selfie Dewiyanti, mengatakan pembentukan asosiasi merupakan bagian dari upaya mentransformasi peran emas dalam sistem keuangan Indonesia.
"Kehadiran IBMA membawa misi transformasi besar bagi perekonomian nasional. Kami ingin mengubah paradigma masyarakat dan industri terhadap emas, dari yang tadinya hanya untuk melindungi nilai aset, menjadi aset keuangan yang produktif, likuid, dan aktif. Dengan dukungan penuh berbagai regulator, kami optimistis bisa melahirkan inovasi produk dan layanan berbasis emas yang mampu membawa Indonesia menjadi leading bullion market in Southeast Asia," ujar Selfie Dewiyanti.
Sebagai bentuk dukungan terhadap operasional asosiasi, Pegadaian menyediakan kantor sekretariat dan ruang rapat utama IBMA di Pegadaian Tower, Jakarta. Lokasi tersebut dipilih karena menjadi bagian dari ekosistem bisnis emas Pegadaian yang mencakup layanan bank emas, ATM Emas, Galeri 24, serta laboratorium pengujian kadar emas G-Lab.
Keberadaan sekretariat di lingkungan tersebut diharapkan dapat memperkuat koordinasi antaranggota, mempercepat pengambilan keputusan strategis, sekaligus mendukung upaya edukasi masyarakat mengenai investasi emas.
Dengan terbentuknya IBMA, industri bullion Indonesia diharapkan memiliki fondasi kelembagaan yang lebih kuat untuk mempercepat integrasi ekosistem emas nasional serta meningkatkan daya saing pasar bullion Indonesia di tingkat regional dan global. (WEB)



















