Capai 33,8 Juta Debitur Aktif, Holding UMi Perkuat Ekosistem Emas Hingga 153 Ton

- Holding Ultra Mikro BRI, Pegadaian, dan PNM mencatat 33,8 juta debitur aktif, lebih dari 166 juta rekening simpanan mikro, serta 2,3 juta debitur naik kelas per September 2026.
- Sinergi tiga entitas didukung lebih dari 74.000 tenaga pemasar dan 15.100 titik layanan terintegrasi hingga triwulan II-2026 untuk memperluas akses serta pendampingan usaha mikro.
- Memasuki fase transformasi, Holding UMi memperluas produk melalui ekosistem emas Pegadaian yang mengelola sekitar 153 ton emas hingga Agustus 2026, termasuk gadai, Tabungan Emas, transaksi digital, dan bullion services.
Jakarta, FORTUNE– Genap lima tahun sejak dibentuk pada 13 September 2021, Holding Ultra Mikro (UMi) yang mengintegrasikan PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BRI), PT Pegadaian, dan PT Permodalan Nasional Madani (PNM) mencatatkan 33,8 juta debitur aktif serta mengelola lebih dari 166 juta rekening simpanan mikro.
Sinergi ekosistem keuangan ini juga mendorong sekitar 2,3 juta debitur naik kelas menuju akses pembiayaan yang lebih luas per September 2026.
Group CEO BRI, Hery Gunardi, menjelaskan integrasi tiga entitas BUMN tersebut mengoptimalkan keunggulan masing-masing institusi dalam satu ekosistem terpadu.
“BRI memiliki jaringan dan kapabilitas pembiayaan UMKM serta infrastruktur yang luas, Pegadaian memiliki kompetensi pada pembiayaan berbasis gadai dan ekosistem emas, sementara PNM memiliki kekuatan pada pemberdayaan serta pendampingan kelompok usaha ultra mikro,” ujar Hery melalui keterangan resmi, Senin (14/9).
Sinergi operasional ini ditopang oleh lebih dari 74.000 tenaga pemasar—terdiri dari Mantri BRI, tenaga pemasar Pegadaian, serta Account Officer (AO) PNM—yang berperan langsung dalam pendampingan pelaku usaha mikro. Hingga triwulan II-2026, penguatan jaringan kantor terintegrasi telah mencapai lebih dari 15.100 titik layanan di seluruh Indonesia untuk memudahkan akses keuangan masyarakat.
Hery menekankan tolok ukur keberhasilan integrasi Holding UMi bukan sekadar penyaluran pembiayaan, melainkan peningkatan kapasitas ekonomi nasabah secara berkelanjutan.
“Bagi kami, keberhasilan terbesar bukan hanya ketika seseorang memperoleh pembiayaan. Keberhasilan yang sesungguhnya adalah ketika usahanya tumbuh, pendapatannya meningkat, kemampuan menabungnya semakin baik, dan kemudian dia mampu mengakses layanan keuangan yang lebih luas,” ujarnya.
Memasuki fase transformasi berikutnya, Holding UMi memperluas basis produk guna menggenjot inklusi keuangan. Salah satu pencapaian strategisnya terlihat pada penguatan ekosistem emas melalui Pegadaian yang hingga Agustus 2026 mengelola sekitar 153 ton emas.
Pengembangan ekosistem ini mencakup layanan pembiayaan berbasis gadai, Tabungan Emas, transaksi digital, hingga bullion services sebagai instrumen penyimpan nilai dan pembentukan aset jangka panjang bagi masyarakat.




















