Bentuk Ekosistem Terintegrasi, Maybank Indonesia Caplok Maybank Sekuritas, MAM, dan Etiqa
Maybank Indonesia resmi mengakuisisi Maybank Sekuritas Indonesia, Maybank Asset Management, dan Asuransi Etiqa setelah mendapat persetujuan OJK, sekaligus menjadi Perusahaan Induk Konglomerasi Keuangan Operasional.
Ekosistem terintegrasi Maybank Indonesia kini mencakup lima entitas utama, menyediakan layanan perbankan, investasi, wealth management, asuransi, pembiayaan, serta akses solusi keuangan regional dan global.
Pada semester I-2026, Maybank Indonesia membukukan laba bersih Rp698 miliar, naik 21,2 persen (YoY); simpanan nasabah tumbuh 8,2 persen menjadi Rp124 triliun.
Jakarta, FORTUNE – PT Bank Maybank Indonesia Tbk (Maybank Indonesia) beroperasi sebagai grup keuangan terintegrasi setelah menyelesaikan pengambilalihan saham tiga entitas jasa keuangan: PT Maybank Sekuritas Indonesia (MSI), PT Maybank Asset Management (MAM), dan PT Asuransi Etiqa Internasional Indonesia (AEII).
Aksi yang telah mengantongi persetujuan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) tersebut merealisasikan struktur Maybank Indonesia sebagai Perusahaan Induk Konglomerasi Keuangan (PIKK) Operasional.
Melalui rampungnya aksi korporasi tersebut, ekosistem jasa keuangan Maybank Indonesia kini menyatukan lima entitas utama, yakni Maybank Sekuritas Indonesia, Maybank Asset Management, Asuransi Etiqa, Maybank Finance, dan Wahana Ottomitra Multiartha (WOM).
“Dengan beragam kapabilitas yang kini semakin terintegrasi, nasabah dapat mengakses rangkaian solusi keuangan Maybank yang lebih lengkap dalam satu ekosistem, mulai dari layanan perbankan, investasi, wealth management, asuransi hingga berbagai solusi keuangan non-bank,” ujar Presiden Direktur Maybank Indonesia, Steffano Ridwan, melalui keterangan resmi yang dikutip Selasa (15/9).
Steffano menyatakan pergerakan ini didukung oleh konektivitas regional Maybank Group untuk memberikan akses solusi keuangan global bagi nasabah. Hal ini sekaligus menjadi perwujudan strategi ROAR30 Maybank Group dalam memperkuat posisinya sebagai grup jasa keuangan terkemuka di kawasan ASEAN.
Dari sisi kinerja keuangan pada semester I-2026, entitas milik Maybank Group asal Malaysia ini membukukan laba bersih setelah pajak dan kepentingan non-pengendali (PATAMI) senilai Rp698 miliar, melonjak 21,2 persen dalam setahun (year-on-year/YoY).
Pendapatan Bunga Bersih (Net Interest Income/NII) turut terkerek 3,9 persen (YoY), didukung oleh penurunan beban bunga, dengan Net Interest Margin (NIM) mencapai 4,3 persen.
Kinerja positif tersebut juga ditopang oleh simpanan nasabah yang tumbuh 8,2 persen (YoY) menjadi Rp124 triliun. Pertumbuhan ini didorong oleh lonjakan dana murah atau giro dan tabungan (Current Account Savings Account/CASA) sebesar 22,4 persen (YoY), yang makin memperkuat komposisi pendanaan perseroan.



















