Baca artikel Fortune IDN lainnya di IDN App
Install

BSI Targetkan 2.000 Frekuensi Lelang Aset hingga Desember 2026

BSI Targetkan 2.000 Frekuensi Lelang Aset hingga Desember 2026
Dari Laman Resmi BSI
  • BSI menargetkan 2.000 frekuensi asset lelang melalui GREAT BSI 2026 pada 9 September hingga 12 Desember 2026.
  • Aset yang dilelang mencakup rumah tinggal, tanah kosong, ruko, apartemen, dan gudang.
  • Masyarakat dapat memilih aset melalui kanal BSI lalu mengikuti mekanisme resmi DJKN/KPKNL.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Apakah kamu akan memastikan kanal lelang BSI resmi?
Share Article

Jakarta, FORTUNE - PT Bank Syariah Indonesia (Persero) Tbk (BSI) membidik 2.000 frekuensi aset lelang dari ajang Gebyar Lelang Serentak (GREAT BSI) 2026 yang digelar 9 September hingga 12 Desember 2026.

SEVP Retail & Consumer Risk BSI, Firman Jatnika, mengatakan pelelangan aset tersebut diadakan untuk memperkuat kinerja pembiayaan sekaligus recovery aset serta mendukung perbaikan kualitas pembiayaan. Adapun, aset yang dilelang meliputi rumah tinggal, tanah kosong, ruko, apartemen, dan gudang.

"BSI melibatkan tim marketing aset lelang di seluruh Indonesia serta melakukan koordinasi dengan DJKN/KPKNL dan Kantor Pertanahan ATR/BPN di berbagai wilayah," kata Firman melalui keterangannya, Senin (14/9).

Menurutnya, program tersebut memberikan akses kepada masyarakat untuk mengikuti proses lelang berbagai aset melalui mekanisme yang transparan.

Masyarakat yang berminat mengikuti lelang dapat terlebih dahulu memilih aset melalui kanal informasi lelang BSI, kemudian menghubungi petugas pengelola aset melalui nomor kontak yang tercantum. Selanjutnya, peserta dapat mengikuti lelang objek agunan BSI melalui mekanisme resmi DJKN/KPKNL.

"BSI mengimbau masyarakat untuk memastikan seluruh informasi dan proses lelang dilakukan melalui kanal resmi BSI dan mekanisme lelang DJKN/KPKNL, serta tidak mudah percaya terhadap pihak yang mengatasnamakan BSI," ujarnya.

Untuk memperluas pemasaran aset lelang, BSI juga bekerja sama dengan agen properti, balai lelang swasta yang menjadi rekanan perseroan, serta marketplace properti seperti Rumah123. Informasi aset lelang juga disampaikan melalui sejumlah kanal milik BSI.

Dari sisi kualitas pembiayaan, BSI mencatat rasio non-performing financing (NPF) sebesar 1,80 persen per Juni 2026, membaik dari 1,88 persen pada periode sebelumnya. Sementara itu total pembiayaan BSI tumbuh 15,98 persen (yoy) menjadi Rp340 triliun. Secara rinci, pembiayaan wholesale BSI tercatat mencapai Rp 95 triliun, segmen ritel dan UMKM sebesar Rp 55,83 triliun, serta segmen konsumer yang meningkat hingga Rp 189,25 triliun.

    Share Article
    Editorial Team
    Ekarina .
    EditorEkarina .

    Latest in Finance

    See More