OCBC Salurkan Kredit Rp75 Miliar kepada Anak Usaha WBSA

- Bank OCBC memberikan fasilitas kredit Rp75 miliar kepada BMI, entitas anak WBSA, untuk membiayai fasilita BMI.
- Pinjaman berjangka ini memiliki tenor 60 bulan dengan jaminan lima set kapal serta corporate guarantee dari Tiga Beruang Kalifornia Pte. Ltd.
- Manajemen WBSA menyatakan transaksi tidak berdampak material merugikan terhadap operasional, hukum, kondisi keuangan, atau kelangsungan usaha perseroan.
Jakarta, FORTUNE - PT Bank OCBC NISP Tbk mengucurkan fasilitas kredit senilai Rp75 miliar kepada PT Beruang Maritim Indonesia (BMI), entitas anak PT BSA Logistics Indonesia Tbk (WBSA). Dana tersebut akan digunakan untuk membiayai fasilita BMI.
Berdasarkan keterbukaan informasi di Bursa Efek Indonesia (BEI), PT BMI menandatangani perjanjian pinjaman dengan Bank OCBC pada 14 September 2026.
Fasilitas yang diperoleh berupa pinjaman berjangka atau term loan dengan tenor 60 bulan. Dalam transaksi tersebut, PT BMI memberikan sejumlah jaminan kepada bank berupa pengikatan hipotek peringkat pertama atas lima set kapal milik PT BMI. Setiap set terdiri dari satu tug boat dan satu barge. Pengikatan hipotek akan dilakukan paling lambat tiga bulan setelah setiap penarikan fasilitas.
Selain itu, perusahaan juga memberikan corporate guarantee dari Tiga Beruang Kalifornia Pte. Ltd. selaku pemegang saham pengendali WBSA.
Manajemen WBSA menyatakan, transaksi tersebut tidak memberikan dampak material yang merugikan terhadap kegiatan operasional. Transaksi tersebut juga bukan merupakan transaksi afiliasi melainkan termasuk transaksi material yang dikecualikan sebagaimana diatur dalam POJK No. 17/POJK.04/2020 tentang Transaksi Material dan Perubahan Kegiatan Usaha.
"Tidak ada dampak yang material yang merugikan terhadap kegiatan operasional, hukum, kondisi keuangan, atau kelangsungan usaha Perseroan atas kejadian tersebut di atas," tulis manajemen WBSA dalam keterbukaan informasi, Selasa (15/9).
OCBC diketahui tengah gencar menyalurkan kredit ke berbagai segmen, baik itu korporasi maupun ritel, termasuk dalam bentuk modal kerja. Berdasarkan laporan keuangan OCBC, hingga Juni 2026 total kredit yang disalurkan mencapai Rp185,3 triliun atau tumbuh 11 persen secara tahunan.
Sejalan dengan itu, rasio kredit bermasalah (non-performing loan/NPL) gross terjaga di level 1,9 persen. Sementara itu, loan at risk (LaR) membaik menjadi 4,8 persen dari 5,5 persen pada periode yang sama tahun lalu.

















