Ada beberapa tips yang bisa dicoba oleh pemilik usaha rintisan agar ramen profitability yang didapatkan bisa menghasilkan keuntungan. Berikut tips menjadikan ramen profitability menguntungkan.
1. Menghindari pengeluaran berlebih
Untuk mendapatkan keuntungan maksimal, penting untuk menghindari pengeluaran berlebih. Alih-alih menginvestasikan modal untuk pengeluaran yang kurang dibutuhkan, Anda bisa mengalokasikannya pada alat atau perangkat yang memiliki nilai jangka panjang.
Dengan begitu, kegiatan usaha bisa dilakukan lebih efektif dan hemat biaya.
2. Mengukur MRR dan ME
Dalam upaya meningkatkan profitabilitas “ramen”, ada dua komponen yang dapat dimanfaatkan, yaitu monthly recurring revenue (MRR) dan monthly expense (ME).
MRR dipakai untuk mengukur total pendapatan yang dihasilkan bisnis setiap bulannya dari sumber berulang seperti biaya berlangganan. Selain itu, ME mengukur pengeluaran bulanan bisnis, baik pengeluaran pribadi dan operasional. Makin rendah ME, makin tinggi peluang “ramen” mendapatkan profit.
3. Dapatkan saran dan kritik dari klien
Agar bisnis rintisan bisa berkembang ke arah yang lebih baik, Anda bisa memanfaatkan saran dan kritik dari pelanggan. Dengan mendengarkan kebutuhan klien, Anda bisa merancang produk yang sesuai dengan preferensi mereka.
Produk yang bisa menyasar konsumen dengan tetap tentu akan membawa banyak keuntungan bagi bisnis Anda.
4. Memakai strategi MVP
Menggunakan minimal viable product (MVP) juga akan sangat membantu dalam membuat produk yang tepat di pasar. Strategi pengembangan produk ini berfokus pada fitur-fitur penting untuk memenuhi kebutuhan pelanggan.
Dengan meluncurkan MVP, Anda bisa memantau kinerja dan menyempurnakannya secara berkala.
Demikian ulasan mengenai apa itu ramen profitability hingga tips melakukannya untuk mendapatkan untung. Semoga bermanfaat!