Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Fortune IDN lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Astra Infra Tak Asal Tambah Jalan Tol, Fokus Kembangkan Aset
Ilustrasi Layanan Infrastruktur_ Astra Infra Solutions. (Dok. Astra Infra)
  • Astra Infra tetap membuka peluang investasi infrastruktur, tetapi memilih proyek secara selektif berdasarkan prospek finansial, teknis, lingkungan, iklim investasi, dan potensi pengembangan aset.
  • Ekspansi diprioritaskan pada aset yang terhubung dengan portofolio existing serta bisa meningkatkan pendapatan dan efisiensi, melalui kajian pasar dan komunikasi dengan pemerintah.
  • Trafik tol Astra Infra diproyeksikan tumbuh CAGR 2,8 persen pada 2023–2026; perusahaan mengelola 396 kilometer tol dan mengembangkan pelabuhan, logistik, serta layanan infrastruktur.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, FORTUNE - Astra Infra masih membuka peluang memperluas investasi pada sektor infrastruktur, termasuk jalan tol.

Namun, ekspansi tidak akan dilakukan dengan mengejar penambahan jumlah aset semata. Perusahaan kini lebih selektif dalam memilih proyek dengan mempertimbangkan prospek finansial, kondisi teknis, lingkungan, hingga potensi pengembangan aset.

Group Chief Financial Officer (CFO) Astra Infra, Halim Wahjana, mengatakan kebutuhan infrastruktur di Indonesia masih besar, sehingga ruang kolaborasi antara pemerintah dan swasta tetap terbuka.

Kendati demikian, setiap peluang investasi perlu dikaji secara menyeluruh sebelum perusahaan mengambil keputusan.

“Memang ini pertanyaan yang sangat menarik, bagaimana kondisi untuk infrastruktur di Indonesia itu masih banyak yang diperlukan,” kata Halim saat Astra Media Day 2026 di Menara Astra, Jakarta, Rabu (23/9).

Menurut Halim, Astra Infra tetap memiliki minat berkontribusi dalam pembangunan infrastruktur bersama pemerintah. Namun, perusahaan tidak serta-merta mengambil setiap proyek yang tersedia. Salah satu pertimbangan penting adalah keterkaitan aset baru dengan portofolio yang telah dimiliki Astra Infra.

“Harapannya, dengan kondisi aset yang ada sekarang ini, kami melihat potensi menambahkan income yang sangat memungkinkan, kemudian setelah ekspansi itu menjadi salah satu strategi Astra Infra,” katanya.

Halim menjelaskan, iklim investasi menjadi salah satu faktor utama dalam menentukan proyek yang akan dikembangkan. Astra Infra secara berkala meninjau kondisi pasar sekaligus berkomunikasi dengan pemerintah untuk memahami arah kebijakan dan berbagai faktor yang dapat mendukung pembangunan infrastruktur.

Selain prospek finansial, perusahaan turut memperhitungkan aspek teknis dan lingkungan. Struktur aset juga menjadi perhatian agar ekspansi tidak sekadar memperbesar portofolio, tetapi mampu memberikan nilai tambah bagi perusahaan.

Itu berkaitan dengan kemampuan Astra Infra mengelola dan mengembangkan aset. Perusahaan ingin memastikan setiap aset yang dipilih memiliki ruang yang efisiensinya bisa ditingkatkan setelah masuk ke dalam portofolio.

“Saya rasa yang paling penting bagaimana pada waktu pemilihan aset tersebut, kami yakin aset ini bisa kami kembangkan, kami bisa lebih efisienkan,” katanya.

Di sisi lain, bisnis jalan tol Astra Infra masih mencatat pertumbuhan lalu lintas, meski lajunya terbatas. Secara kumulatif, lalu lintas harian di jaringan tol Astra Infra diproyeksikan tumbuh dengan compound annual growth rate (CAGR) 2,8 persen sepanjang 2023–2026.

Pertumbuhan trafik juga terlihat selama periode mobilitas tinggi. Pada momentum Lebaran 2026, lalu lintas harian pada jaringan tol Astra Infra meningkat 3,3 persen dibandingkan dengan periode sama pada tahun sebelumnya.

Kenaikan tersebut didukung, antara lain, oleh kian kuatnya konektivitas antarwilayah, termasuk pengembangan jaringan Jalan Tol Jakarta Outer Ring Road (JORR) 2 serta sejumlah ruas strategis yang dikelola perusahaan.

Saat ini Astra Infra mengelola sekitar 396 kilometer jalan tol, setara dengan sekitar 30 persen dari total ruas Tol Trans Jawa.

Portofolionya mencakup delapan ruas, yakni Tangerang–Merak, Cikopo–Palimanan, Jombang–Mojokerto, Kunciran–Serpong, Kebon Jeruk–Ulujami, Semarang–Solo, Surabaya–Mojokerto, dan Pandaan–Malang.

Selain jalan tol, Astra Infra juga memperluas bisnis infrastruktur melalui Astra Infra Port Eastkal di sektor pelabuhan dan logistik, serta Astra Infra Solutions dan Resta Pendopo KM 456 pada sektor layanan infrastruktur.

Curated For You

Editorial Team

Related Article