Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Fortune IDN lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Bina Buana Raya (BBRM) Beli Kapal AHTS US$12,1 Juta
Ilustrasi kapal PT Pelayaran Nasional Bina Buana Raya Tbk (BBRM). (Dok. BBRM)
  • BBR membeli kapal AHTS MP Maverick senilai US$12,1 juta untuk menambah armada kapal penunjang lepas pantai.

  • Nilai pasar MP Maverick mencapai Rp230,91 miliar, lebih tinggi daripada nilai transaksinya.

  • Pembelian didanai sebagian melalui fasilitas kredit Bank IBK Indonesia dan ditujukan untuk mendukung pendapatan sewa.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Apakah pembelian kapal AHTS strategis bagi BBR?
Vote Now
30 Oktober 2024

BBR melakukan transaksi pembelian kapal MP Maverick dari Great Union China Limited. Perusahaan tersebut bukan pihak terafiliasi dengan BBR.

31 Desember 2024

Ekuitas BBR tercatat sebesar US$38 juta. Nilai transaksi pembelian kapal setara dengan 31,8 persen dari ekuitas perseroan.

18 September 2026

Asumsi kurs yang digunakan dalam penilaian nilai pasar kapal adalah Rp17.753 per dolar AS.

28 September 2026

KJPP Rengganis, Hamid & Rekan melakukan penilaian independen atas kapal MP Maverick.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Apakah pembelian kapal AHTS strategis bagi BBR?
Vote Now
  • What?
    Bina Buana Raya membeli satu unit kapal Anchor Handling Tug Supply bernama MP Maverick senilai US$12,1 juta.
  • Who?
    PT Pelayaran Nasional Bina Buana Raya Tbk membeli kapal dari Great Union China Limited dan memperoleh fasilitas kredit dari Bank IBK Indonesia.
  • Where?
    Lokasi transaksi dan penyerahan kapal belum ada keterangan resmi.
  • When?
    Transaksi pembelian dilakukan pada 30 Oktober 2024. Penilaian independen disampaikan pada 28 September 2026.
  • Why?
    Pembelian dilakukan untuk menambah armada dan meningkatkan pendapatan sewa kapal penunjang lepas pantai, terutama bagi industri minyak dan gas bumi.
  • How?
    Pembelian dilakukan senilai US$12,1 juta, dengan dukungan fasilitas kredit Bank IBK Indonesia sebesar US$7,26 juta.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Apakah pembelian kapal AHTS strategis bagi BBR?
Vote Now

Bina Buana Raya membeli kapal bernama MP Maverick untuk membantu pekerjaan di laut. Kapal itu dibeli dari Great Union China Limited seharga US$12,1 juta. Kapal sudah diserahkan dan siap bekerja. Perusahaan mendapat pinjaman dari Bank IBK Indonesia untuk sebagian pembelian. Sekarang kapal itu akan mendukung kegiatan minyak dan gas.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Apakah pembelian kapal AHTS strategis bagi BBR?
Vote Now

Penambahan MP Maverick memperkuat armada BBR untuk mendukung bisnis kapal penunjang lepas pantai. Kapal dengan kapasitas 6.000 BHP dan bollard pull 80 ton itu telah diserahterimakan serta siap beroperasi. Nilai pasar yang lebih tinggi daripada nilai transaksi juga menjadi bagian penting dalam penilaian atas pembelian tersebut.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Apakah pembelian kapal AHTS strategis bagi BBR?
Vote Now

Jakarta, FORTUNE  — Emiten pelayaran, PT Pelayaran Nasional Bina Buana Raya Tbk (BBR) menambah armada kapal penunjang lepas pantai melalui pembelian satu unit Anchor Handling Tug Supply (AHTS) senilai US$12,1 juta atau sekitar Rp214,8 miliar. 

Kapal bernama MP Maverick tersebut memiliki kapasitas 6.000 BHP dan bollard pull 80 ton. Kapal tersebut telah diserahterimakan kepada perseroan dan siap beroperasi untuk mendukung bisnis kapal penunjang lepas pantai.

Adapun, transaksi pembelian kapal tersebut telah dilakukan dengan Great Union China Limited pada 30 Oktober 2024. Perusahaan tersebut bukan merupakan pihak terafiliasi dengan BBR.

Dikutip dari keterbukaan informasi terbaru kepada bursa efek Indonesia (BEI), BBRM menyampaikan hasil penilaian independen atas kapal tersebut yang dilakukan Kantor Jasa Penilai Publik (KJPP) Rengganis, Hamid & Rekan pada 28 September 2026.

Berdasarkan hasil penilaian, nilai pasar kapal mencapai Rp230,91 miliar atau setara US$13 juta dengan asumsi kurs Rp17.753 per dolar AS pada 18 September 2026, lebih tinggi dibandingkan nilai transaksi US$12,1 juta. 

Transaksi pembelian kapal setara dengan 31,8 persendari ekuitas BBR berdasarkan laporan keuangan per 31 Desember 2024. Saat itu, ekuitas perseroan tercatat sebesar US$38 juta.

Dari sisi operasional, BBR menyatakan pembelian AHTS dilakukan untuk menambah armada sekaligus meningkatkan pendapatan sewa dari bisnis kapal penunjang lepas pantai, terutama untuk mendukung kegiatan industri minyak dan gas bumi.

Dari sisi pendanaan, pembelian kapal tersebut meningkatkan aset perseroan sebesar US$12,1 juta. Di sisi lain, utang perseroan akan bertambah seiring fasilitas kredit yang didapat dari Bank IBK Indonesia senilai US$7,26 juta atau skeitar Rp120 miliar.

Perseroan berharap penambahan armada tersebut dapat meningkatkan pendapatan dan memperkuat kinerja keuangan ke depan. 

BBR bergerak di bidang pelayaran dengan fokus pada kapal penunjang lepas pantai untuk industri minyak dan gas bumi serta kapal Self Propelled Barge. Perseroan menyatakan transaksi pembelian kapal AHTS tersebut tidak menimbulkan dampak material terhadap aspek hukum maupun kelangsungan usaha.

Bagaimana pendapat Anda tentang pembelian kapal ini?

Apakah pembelian kapal AHTS strategis bagi BBR?

See More

Editorial Team

EditorEkarina .

Related Article