Jika dilihat berdasarkan jenis pajaknya, penerimaan terbesar berasal dari Pajak Pertambahan Nilai (PPN) dan Pajak Penjualan atas Barang Mewah (PPnBM). Hingga April 2026, penerimaan dari dua jenis pajak tersebut mencapai Rp221,2 triliun, tumbuh 40,2 persen secara tahunan.
Selanjutnya, penerimaan dari Pajak Penghasilan (PPh) Badan dan deposito PPh Badan tercatat sebesar Rp135,2 triliun dengan pertumbuhan 5,1 persen.
PPh orang pribadi dan PPh Pasal 21 juga meningkat signifikan menjadi Rp101,1 triliun atau tumbuh 25,1 persen. Adapun PPh final, PPh Pasal 22, dan PPh Pasal 26 mencapai Rp109,1 triliun dengan pertumbuhan 9,8 persen.
Di sisi lain, penerimaan pajak lainnya tercatat Rp79,7 triliun atau mengalami kontraksi 12 persen.
Purbaya menyatakan pertumbuhan penerimaan dari pajak konsumsi dan pajak penghasilan menunjukkan aktivitas ekonomi domestik masih berjalan.
“Berarti kan kuat. Padahal di luar banyak yang bilang daya beli sedang hancur. Ini yang bikin saya bingung sebetulnya. Tapi ini yang kita lihat, bukan perasaan saya, ini data yang berbunyi seperti ini,” ujarnya.
Selain pajak, pemerintah juga mencatat penerimaan kepabeanan dan cukai sebesar Rp100,6 triliun atau 29,9 persen dari target APBN. Sementara penerimaan negara bukan pajak (PNBP) mencapai Rp171,3 triliun atau 37,3 persen dari target tahun ini.
Berapa realisasi penerimaan pajak hingga April 2026? | Penerimaan pajak tercatat sebesar Rp646,3 triliun hingga akhir April 2026. |
Pajak jenis apa yang penerimaannya paling besar? | Penerimaan terbesar berasal dari PPN dan PPnBM. Kedua jenis pajak ini tumbuh tinggi. |
Penyumbang pajak terbesar dari sektor apa? | Sektor perdagangan menjadi penyumbang terbesar dengan setoran Rp161 triliun. |
Berapa kontribusi sektor industri pengolahan terhadap pajak? | Industri pengolahan menyumbang Rp145,3 triliun atau 22,5 persen dari total penerimaan pajak. |
Industri mana yang membayar pajak paling banyak? | Industri yang membayar pajak paling banyak di Indonesia saat ini adalah sektor perdagangan berdasarkan data penerimaan pajak hingga April 2026. |