BUSINESS

PLN Tindak Lanjuti Kerja Sama Pengembangan Geothermal di Tanzania

Empat kerja sama ditindaklanjuti oleh PLN dan TANESCO.

PLN Tindak Lanjuti Kerja Sama Pengembangan Geothermal di TanzaniaPLN Tindak Lanjuti Kerja Sama Pengembangan Geothermal di Tanzania. (Dok. PLN)

by Eko Wahyudi

30 January 2024

Follow Fortune Indonesia untuk mendapatkan informasi terkini. Klik untuk follow WhatsApp Channel & Google News

Jakarta, FORTUNE - PT PLN (Persero) dan BUMN asal Tanzania, Afrika Timur, Tanzania Electric Supply Co Ltd (TANESCO) memperkuat sinergi dalam kerja sama dalam bidang ketenagalistrikan dan energi terbarukan di Afrika.

TANESCO memperluas kerja sama dengan PLN pada sektor energi bersih khususnya Pembangkit Listrik Tenaga Panas bumi (PLTP). Hal ini juga sebagai tindak lanjut dari kesepakatan kerja sama kedua negara pada Agustus 2023.

Direktur Utama PLN, Darmawan Prasodjo, menjelaskan kedua belah pihak telah menyepakati beberapa kerja sama dalam meningkatkan kualitas sektor ketenagalistrikan dari apa yang telah dibuat PLN untuk direplikasi di Tanzania bersama TANESCO.

“Kami akan semaksimal mungkin pada kerja sama ini, karena keberhasilan PLN juga akan menjadi prestasi bagi Indonesia,” kata Darmawan lewat keterangan resmi, Selasa (30/1).

Empat lingkup kerja sama PLN dan TANESCO

Darmawan menjelaskan ada empat ruang lingkup kerja sama yang telah disepakati antara PLN dan TANESCO.

Pertama, dukungan digitalisasi sesuai dengan kebutuhan di TANESCO, seperti digitalisasi pembangkitan, digitalisasi distribusi, dan penggunaan Superapp yang mengadopsi penerapan PLN Mobile.

Kedua, pengembangan utilitas core business di TANESCO yang mencakup maintenance, repair, and operation (MRO) dan kolaborasi co-investment.

Ketiga, pengembangan utilitas non-core business di TANESCO seperti power quality solutions dan pekerjaan dalam keadaan bertegangan.

Keempat, penyediaan capacity building dan pertukaran komprehensif melalui internship pegawai TANESCO ke PLN pada transformasi digital PLN dan sektor core business ketenagalistrikan.

Pada pertemuan kali ini, kata Darmawan, kedua belah pihak berdiskusi mengenai MoU sebelumnya, termasuk membahas keinginan TANESCO mengadaptasi transformasi digital PLN guna mengembangkan akselerasi TANESCO mencapai produksi 10.000 MW pada 2025 dan pengembangan Pembangkit Listrik Tenaga Panas bumi (PLTP) sebagai base load.

“Pada pertemuan ke-5 ini, TANESCO ingin berdiskusi berbagai hal termasuk tentang investasi business to business yang tujuannya adalah untuk menjajaki potensi kerja sama, dengan ketertarikan pada energi terbarukan, khususnya pembangkit listrik tenaga panas bumi,” kata Darmawan.

Tanzania ingin meningkatkan kapasitas pembangkit

Managing Director TANESCO, Boniface Gissima Nyamo-Hanga, mengatakan penguatan kerja sama antara TANESCO dan PLN merupakan kerja sama strategis kedua negara dalam mengejar target netral karbon. Tanzania saat ini menargetkan penambahan kapasitas pembangkit hingga 10.000 MW dan membutuhkan ruang kolaborasi.

"Kami merupakan negara yang sedang pesat dalam berkembang saat ini. Di satu sisi kami tahu bahwa kami punya potensi pengembangan energi bersih, namun masih minim dalam pengembangan teknologi. Kami melihat PLN merupakan mitra yang sangat baik untuk mengembangkan teknologi terutama dalam transformasi digital dan pengembangan energi baru terbarukan," kata Boniface.