Jakarta, FORTUNE - Elon Musk kembali menegaskan ambisinya membangun peradaban di luar Bumi. Pendiri SpaceX itu kini mengarahkan fokus perusahaannya untuk mengembangkan self-growing city atau kota mandiri di Bulan, dengan target realisasi kurang dari 10 tahun ke depan.
Dalam pernyataannya pada Minggu (8/2), Musk menyebut SpaceX telah menggeser prioritas pengembangan proyek luar angkasa ke arah pembangunan kota mandiri di Bulan. Menurutnya, rencana tersebut lebih cepat diwujudkan dibanding proyek kolonisasi planet lain.
“Meskipun demikian, SpaceX juga akan berupaya membangun kota di Mars dan akan mulai melakukannya dalam waktu sekitar 5 hingga 7 tahun,” ujar Elon Musk dalam sebuah unggahan di X, mengutip Reuters.
Namun, Musk menegaskan Bulan menjadi agenda utama dalam strategi jangka menengah SpaceX. “Tetapi prioritas utama adalah mengamankan masa depan peradaban dan Bulan lebih cepat,” tambahnya.
Sejalan dengan pernyataan tersebut, Wall Street Journal pada Jumat pekan lalu melaporkan bahwa SpaceX telah menyampaikan kepada para investornya keputusan untuk memprioritaskan misi ke Bulan lebih dahulu, sementara ekspedisi ke Mars akan dilakukan pada tahap berikutnya.
Laporan itu juga mengungkapkan bahwa SpaceX menargetkan pendaratan wahana tanpa awak manusia di Bulan pada Maret 2027, sebagai bagian dari persiapan menuju ambisi jangka panjang Musk membangun kota luar angkasa pertama umat manusia.
Musk sejak lama memimpikan pembangunan kota di Mars pada 2050 dan pembentukan permukiman manusia di sana. Menurut SpaceX, untuk membangun kota mandiri di Mars dibutuhkan lebih dari satu juta orang serta pengiriman jutaan ton kargo ke planet merah tersebut.
SpaceX menyebut, dengan melakukan peluncuran lebih dari 10 kali per hari untuk memaksimalkan jendela transfer yang terbuka setiap 26 bulan, ribuan wahana Starship pada akhirnya akan mengangkut awak dan peralatan guna membangun kehadiran manusia yang berkelanjutan di dunia lain.
Musk juga mencatat bahwa dengan jarak rata-rata sekitar 140 juta mil, Mars merupakan salah satu tetangga layak huni terdekat Bumi. “Memang agak dingin, tetapi kita bisa menghangatkannya. Atmosfernya sebagian besar terdiri dari CO₂ dengan sedikit nitrogen dan argon serta elemen jejak lainnya, yang berarti kita bisa menanam tanaman di Mars hanya dengan memampatkan atmosfernya,” demikian pernyataan SpaceX di situs resminya.
Perusahaan roket tersebut menambahkan, gravitasi di Mars sekitar 38 persen dari Bumi, sehingga memudahkan pengangkatan benda berat dan mobilitas manusia. Selain itu, durasi satu hari di Mars juga sangat mendekati durasi hari di Bumi.
