Baca artikel Fortune IDN lainnya di IDN App
For
You

Jelang IPO, SpaceX Buka Opsi Merger dengan Perusahaan Elon Musk Lain

Elon Musk
Elon Musk (commons.wikimedia.org)
Intinya sih...
  • SpaceX mempertimbangkan merger dengan perusahaan Elon Musk lain, seperti Tesla atau xAI.
  • Potensi penawaran saham perdana (IPO) SpaceX diprediksi dapat menggalang dana US$50 miliar.
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, FORTUNE - SpaceX dikabarkan tengah menimbang opsi merger dengan entitas bisnis Elon Musk lainnya, seperti Tesla atau xAI. Aksi tersebut dipertimbangkan secara serius menjelang rencana penawaran umum perdana (Initial Public Offering/IPO) jumbo yang ditargetkan berlangsung tahun ini.

Namun, kabar integrasi bisnis ini direspons dingin oleh pasar saham. Menyusul menyeruaknya isu tersebut, saham Tesla terpantau merosot 3 persen pada perdagangan hari ini (30/1).

Di tengah persiapan melantai di bursa, SpaceX dilaporkan meluncurkan penjualan saham sekunder yang diperkirakan melambungkan valuasi perusahaan roket tersebut menjadi US$800 miliar. Angka ini melonjak dua kali lipat dari valuasi sebelumnya yang mencapai US$400 miliar.

Dengan nilai tersebut, SpaceX mengukuhkan posisi sebagai perusahaan swasta paling bernilai di Amerika Serikat (AS), melampaui raksasa kecerdasan buatan OpenAI yang memiliki valuasi US$500 miliar. Menurut laporan The Guardian, aksi IPO SpaceX diprediksi mampu menggalang dana segar hingga US$50 miliar.

Reuters mewartakan, merger—khususnya antara SpaceX dan xAI—berpotensi dieksekusi sebelum IPO digelar. Skenario ini bertujuan menyatukan seluruh ekosistem produk Musk, mulai dari chatbot Grok, platform media sosial X, satelit Starlink, hingga roket SpaceX di bawah satu payung raksasa.

Keterkaitan finansial antar-perusahaan Musk pun kian erat. Laporan Tech Crunch menunjukkan tahun lalu SpaceX menyetujui investasi US$2 miliar pada xAI.

Awal pekan ini, Tesla juga mengumumkan komitmen investasi serupa sebesar US$2 miliar di perusahaan rintisan AI tersebut. Sebagai catatan, tahun lalu xAI tercatat telah mengakuisisi platform X (sebelumnya Twitter).

Secara fundamental, bisnis SpaceX terus menunjukkan dominasinya. Layanan internet satelit Starlink telah memiliki 8 juta pelanggan global per November 2025.

Kepala Keuangan SpaceX, Bret Johnsen, pada Desember lalu sempat menyampaikan kepada karyawan bahwa dana hasil IPO akan difokuskan untuk mendukung pengembangan roket Starship serta ambisi pembangunan pangkalan di bulan.

Share
Topics
Editorial Team
Bonardo Maulana
EditorBonardo Maulana
Follow Us

Latest in Tech

See More

Multipolar Technology Hadirkan Infrastruktur N3CA Untuk Bank Digital

30 Jan 2026, 18:38 WIBTech