Baca artikel Fortune IDN lainnya di IDN App
For
You

Digital Edge Kantongi Lebih dari Rp11 Triliun untuk Pengembangan Data Center

Digital Edge Kantongi Lebih dari Rp11 Triliun untuk Pengembangan Data Center
Digital Edge siap membangun CGK Campus, pusat data hyperscale berbasis AI dengan kapasitas awal 500MW di GIIC Industrial Estate Bekasi (dok. Digital Edge)
Intinya Sih
  • Digital Edge memperoleh pembiayaan hijau senilai US$665 juta.

  • Pendanaan ini merupakan bagian dari proyek multi fase senilai US$4,5 miliar.

  • Kampus CGK dirancang efisien energi dengan target PUE 1,25, sistem air daur ulang, serta rencana integrasi energi terbarukan.

Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Jakarta, FORTUNE - Digital Edge baru saja mengumumkan keberhasilannya mengantongi pembiayaan hijau senilai US$665 juta atau lebih dari Rp11,30 triliun.

Dana jumbo ini direncanakan untuk menyokong pengembangan fase pertama dari Kampus CGK di GIIC Industrial Estate, Bekasi.

Proyek ini bukan sekadar gudang penyimpanan data biasa, melainkan pusat data hyperscale berbasis kecerdasan buatan (AI) dengan kapasitas awal mencapai 500MW. Injeksi modal ini merupakan fragmen awal dari rencana pembangunan multipase yang diproyeksikan bakal menelan total investasi hingga US$4,5 miliar atau menembus lebih dari Rp76 triliun.

Transaksi yang dilakukan di bawah payung Green Financing Framework ini melibatkan barisan lembaga keuangan kelas berat. Nama-nama seperti BNP Paribas, DBS, hingga PT Bank Central Asia Tbk berada di jajaran depan sebagai Mandated Lead Arrangers.

Chief Financial Officer Digital Edge, Jonathan Walbridge, menegaskan kesepakatan ini adalah pengakuan atas kepemimpinan perusahaan dalam membangun infrastruktur digital berkelanjutan.

“Pencapaian ini terwujud berkat dukungan kuat dari mitra pembiayaan kami, baik yang sudah lama bekerja sama maupun yang baru, yang berbagi komitmen terhadap pertumbuhan yang bertanggung jawab,” kata Walbridge dalam keterangan resminya, Senin (16/3).

Indonesia, di mata Walbridge, kini sedang berlari kencang di jalur transformasi digital. Permintaan akan kapasitas pusat data, layanan awan (cloud), hingga infrastruktur AI tidak lagi sekadar tren, melainkan kebutuhan mendesak.

“Nilai pembiayaan yang setara lebih dari Rp10 triliun ini memperlihatkan meningkatnya kepercayaan lembaga keuangan global dan nasional terhadap potensi Indonesia sebagai pusat pertumbuhan ekosistem digital berkelanjutan di kawasan,” katanya.

Secara teknis, Kampus CGK dirancang untuk mampu memikul beban kerja AI yang rakus energi, namun tetap efisien. Fasilitas ini membidik angka Power Usage Effectiveness (PUE) tahunan sebesar 1,25—sebuah standar yang cukup impresif untuk ukuran efisiensi energi di industri ini.

Tak hanya itu, sistem air daur ulang dan rencana integrasi energi terbarukan turut disematkan untuk memoles profil hijaunya.

Lokasi Kampus CGK pun terhitung strategis, berdiri kurang dari 15 km dari klaster pusat data utama dan terhubung dengan fasilitas EDGE1 serta EDGE2. Kendati demikian, jadwal pembangunan bertahap yang dicanangkan perusahaan menyisakan catatan teknis yang perlu dicermati.

Gedung pertama dijadwalkan mulai beroperasi pada kuartal IV-2026, yang kemudian akan diikuti oleh gedung kedua dan ketiga pada kuartal I-2027.

Share
Topics
Editorial Team
Bonardo Maulana
EditorBonardo Maulana
Follow Us

Latest in Tech

See More