Baca artikel Fortune IDN lainnya di IDN App
Install
For
You

Sony Indonesia Serentak Lepas Alpha 7R VI dan Lensa G Master 100-400mm

Sony Indonesia Serentak Lepas Alpha 7R VI dan Lensa G Master 100-400mm
Motoya Itako, Presiden Direktur PT Sony Indonesia, saat peluncuran kamera Alpha 7R VI dan lensa FE 100-400mm F4.5 GM OSS G Master di Jakarta, Jumat (22/5/2026). Dok; Fortune Indonesia
Intinya Sih
Sisi Positif
  • Sony Indonesia meluncurkan kamera mirrorless full-frame Alpha 7R VI dan lensa FE 100-400mm F4.5 GM OSS, dengan periode pre-order 22 Mei–22 Juni 2026.

  • Alpha 7R VI dibekali sensor Exmor RS CMOS 66,8 MP dan prosesor BIONZ XR2β„’, menawarkan dynamic range hingga 16 stop serta stabilisasi gambar optik 5-axis.

  • Lensa FE 100-400mm F4.5 GM OSS hadir dengan autofocus tiga kali lebih cepat, struktur internal zoom stabil, bobot ringan magnesium alloy, dan dukungan fitur video profesional.

Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?
Share Article

Jakarta, FORTUNE - PT Sony Indonesia serentak melepas dua amunisi kelas beratnya: kamera mirrorless full-frame Alpha 7R VI dan lensa FE 100-400mm F4.5 GM OSS. Keran pemesanan (pre-order) kedua perangkat kelas atas ini resmi dibuka bersamaan pada 22 Mei hingga 22 Juni 2026.

Untuk menebus ekosistem mutakhir ini, modal yang harus digelontorkan tidaklah sedikit. Sony mematok harga ritel Alpha 7R VI sebesar Rp74.999.000 per unit, sementara lensa dibanderol Rp71.999.000.

Nakhoda Sony Indonesia menyatakan peluncuran simultan tersebut merupakan investasi strategis yang menjawab kebutuhan di lapangan.

β€œAlpha 7R VI dirancang untuk para kreator yang membutuhkan detail luar biasa sekaligus kemampuan untuk merespons setiap momen dengan cepat,” ujar Motoya Itako, Presiden Direktur PT Sony Indonesia, pada acara peluncuran di Jakarta (22/5).

Jeroan Sony Alpha 7R VI melanjutkan tradisi seri "R" yang mengandalkan resolusi jempolan, dengan sensor back-illuminated fully-stacked Exmor RSβ„’ CMOS beresolusi efektif 66,8 megapiksel, dikawinkan dengan mesin pemroses paling gres, BIONZ XR2β„’. Perpaduan ini menghasilkan rentang dinamis (dynamic range) hingga 16 stop serta kemampuan mereduksi noise secara mumpuni pada sensitivitas menengah.

Urusan stabilitas gambar dikawal oleh sistem optik 5-axis yang memberikan kompensasi hingga 8,5 stop di bagian tengah dan 7,0 stop di bagian tepi. Dominasi AI juga merambah fitur Auto White Balance yang disokong sensor cahaya tampak, sensor IR, serta estimasi pencahayaan berbasis deep-learning untuk menjaga keaslian warna di area teduh maupun dalam ruangan.

Sementara untuk lensa, keunggulan utama yang ditawarkan adalah bukaan diafragma (aperture) maksimal F4.5 yang konstan pada seluruh rentang zoom 100-400 mm.

Lensa ini membawa lompatan performa berupa kecepatan autofocus (AF) berpresisi tinggi yang diklaim tiga kali lebih cepat dengan penyempurnaan subject tracking sekitar 50 persen dibandingkan model lawas FE 100-400mm F4.5-5.6 GM OSS.

β€œFE 100-400mm F4.5 GM OSS dirancang untuk menghadirkan jangkauan, kecepatan, dan mobilitas yang dibutuhkan untuk menangkap subjek yang bergerak cepat dan sulit diprediksi dengan tingkat akurasi yang lebih tinggi. Baik untuk fotografi satwa liar, birding, olahraga, maupun fotojurnalistik, lensa ini memungkinkan para kreator untuk tetap fokus pada momen dan menangkap gambar-gambar penting yang mungkin terlewatkan,” kata Motoya.

Bagi para profesional di lapangan, bobot dan manajemen daya kerap menjadi penentu produktivitas. Lensa ini dirancang dengan struktur internal zoom sehingga panjang lensa dan pusat gravitasinya tetap stabil di seluruh rentang fokal. Berbobot sekitar 1.840 g dengan sasis berbahan magnesium alloy, lensa ini menawarkan keseimbangan mantap untuk mobilitas tinggi, lengkap dengan desain tahan debu, kelembapan, serta lapisan fluorin pada elemen depan.

Di sisi lain, bodi kamera Alpha 7R VI kini ditenagai oleh baterai berkapasitas tinggi terbaru tipe NP-SA100 (2.670 mAh) yang sanggup melayani pengambilan hingga 710 foto via monitor LCD atau 600 foto melalui viewfinder standar CIPA.

Ekosistem baru ini juga memperlihatkan taringnya di sektor video profesional. Alpha 7R VI sanggup merekam video resolusi 8K 30p dengan oversampling 8.2K, serta perekaman full-frame 4K pada rentang 60p dan 120p tanpa terkena pangkas rentang pandang.

Lensa FE 100-400mm F4.5 turut menyokong kebutuhan sinema ini dengan mendukung fitur breathing compensation pada bodi kamera untuk mengoreksi perubahan sudut pandang saat penyesuaian fokus.

Share Article
Topics
Editorial Team
Bonardo Maulana
EditorBonardo Maulana

Related Articles

See More