Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Fortune IDN lainnya di IDN App
Emiten Grup Aguan (CBDK) Raih Laba Bersih Rp1,36 T di 2025, Naik 47,5%
IPO CBDK, Senin (13/1).

Jakarta, FORTUNE - Emiten Grup Aguan, PT Bangun Kosambi Sukses Tbk (CBDK), membukukan laba bersih senilai Rp1,36 triliun sepanjang 2025, bertumbuh 47,52 persen (YoY) dari Rp924 miliar pada 2024.

Kenaikan laba bersih itu turut disertai dengan peningkatan laba per saham dasar dan dilusian sebesar 33,21 persen (YoY) dari Rp181,25 menjadi Rp241,45 pada periode yang sama.

Pertumbuhan laba tersebut tak lepas dari meningkatnya pendapatan bersih CBDK sebesar 11,32 persen (YoY) dari Rp2,25 triliun pada 2024 menjadi Rp2,5 triliun pada 2025.

Berdasarkan segmen operasi, real estate merupakan kontributor utama pendapatan neto perseroan pada 2025, yakni sebesar Rp2,46 triliun. Sementara itu, segmen konvensi dan pameran baru menyumbang sebesar Rp39,39 triliun.

Sementara itu, dari segi segmen usaha, mayoritas pendapatan neto berasal dari penjualan tanah dan bangunan, yakni senilai Rp2,42 triliun. Lalu diikuti oleh segmen lainnya (Rp47,59 miliar) dan sewa (Rp35,47 miliar).

Sejalan dengan itu, beban pokok pendapatan CBDK pada 2025 mencapai Rp850,03 miliar. Angka itu lebih rendah dibandingkan pada 2024, yakni Rp976,61 miliar.

Dari segi neraca, CBDK mencatatkan aset sejumlah Rp22,57 triliun pada akhir 2025, meningkat dari Rp20,26 triliun pada 31 Desember 2024. Begitu pula dengan ekuitas yang naik dari Rp8,32 triliun menjadi Rp11,98 triliun. Di sisi lain, ekuitas perseroan turun menjadi Rp10,59 triliun, dari sebelumnya Rp11,94 triliun.

Sebelum ini, CBDK baru saja mengumumkan telah membukukan prapenjualan senilai Rp430 miliar sepanjang 2025. Itu setara dengan 85 persen dari target prapenjualan perseroan pada 2025, yakni Rp508 miliar.

Kaveling tanah komersial menjadi kontributor utama terhadap prapenjualan CBDK pada 2025, dengan realisasi senilai Rp343 miliar atau 80 persen dari total prapenjualan itu. Segmen produk komersial mencatatkan pra-penjualan sebesar Rp83 miliar (19 persen), sementara segmen residensial berkontribusi sebesar Rp4 miliar (1 persen).

Editorial Team