Baca artikel Fortune IDN lainnya di IDN App
For
You

SMBC Raih Laba Rp506 Miliar, Ditopang Manajemen Risiko Kredit

SMBC Raih Laba Rp506 Miliar, Ditopang Manajemen Risiko Kredit
Logo SMBC. (Dok/Istimewa).
Intinya Sih
  • PT Bank SMBC Indonesia mencatat laba konsolidasian Rp506 miliar sepanjang 2025, didorong oleh penerapan manajemen risiko yang kuat di berbagai segmen bisnis.
  • Kredit tumbuh 3,3 persen yoy menjadi Rp185,4 triliun, terutama dari segmen korporasi dan komersial serta peningkatan kredit Jenius di luar Digital Micro.
  • Efisiensi pendanaan meningkat dengan rasio CASA 40,6 persen dan likuiditas terjaga melalui LCR 229,4 persen serta NSFR 123,0 persen per akhir Desember 2025.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Jakarta, FORTUNE - PT Bank SMBC Indonesia Tbk (SMBC Indonesia) membukukan laba konsolidasian yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar Rp506 miliar pada 2025. Kinerja tersebut didukung oleh manajemen risiko yang diterapkan pada berbagai segmen ritel dan bisnis ultramikro hingga korporasi.

Henoch Munandar, Direktur Utama SMBC Indonesia mengatakan pos intermedisi alias kredit mencatatkan pertumbuhan secara konsolidasi sebesar 3,3 persen secara tahunan (YoY) menjadi Rp185,4 triliun. Pertumbuhan ini didorong oleh segmen korporasi dan komersial yang meningkat 6,5 persen serta realisasi kredit Jenius di luar Digital Micro 11,3 persen YoY.

"Kinerja konsolidasi SMBC Indonesia periode 2025 mencerminkan strategi kami yang berfokus pada fundamental bisnis yang didasari oleh tata kelola yang baik," katanya dalam keterangan resmi, Rabu (4/3).

Pada periode tahun lalu, struktur pendanaan perseroan makin efisien dengan nilai pendanaan berbasis dana murah (CASA) naik 16,7 persen menjadi Rp53,2 triliun. Adapun, rasio CASA terhadap total pendanaan adalah mencapai 40,6 persen. Sementara itu total DPK SMBC Indonesia secara konsolidasi tercatat Rp131 triliun atau tumbuh 8,0 persen secara tahunan.

Dari sisi likuiditas, SMBC Indonesia mencatatkan rasio atas liquidity coverage ratio (LCR) mencapai 229,4 persen dan net stable funding ratio (NSFR) 123,0 persen per 31 Desember 2025. Kedua rasio tersebut juga merefleksikan upaya dalam menerapkan prinsip kehati-hatian untuk menjaga likuiditas dan permodalan tetap kuat.

Sementara, rasio kredit macet berada di level 2,6 persen, membaik dibandingkan 2,8 persen pada akhir September 2025.

Di sisi lain, pendapatan operasional konsolidasi perseroan naik lima persen menjadi Rp18,4 triliun. Pendapatan bunga bersih tumbuh 4,6 persen YoY dengan margin bunga bersih terjaga di level 7,0 persen di tengah suku bunga kredit yang kompetitif, kenaikan biaya pendanaan, dan volatilitas pasar yang terus berjalan.

Share
Topics
Editorial Team
Ekarina .
EditorEkarina .
Follow Us

Latest in Finance

See More