Baca artikel Fortune IDN lainnya di IDN App
Install
For
You

Permata Bank Kantongi Laba Bersih Rp920 miliar di Kuartal I-2026

Permata Bank Kantongi Laba Bersih Rp920 miliar di Kuartal I-2026
RUPST Permata Bank Tebar Dividen Rp1,26 triliun/Dok Permata Bank
Intinya Sih
  • Permata Bank mencatat laba bersih Rp920 miliar pada kuartal I-2026, tumbuh 16,6% YoY berkat penyaluran kredit solid dan pendapatan bunga Rp3,3 triliun.
  • Total kredit mencapai Rp161 triliun dengan rasio kredit macet 2,2% dan LDR naik ke 87,1%, menunjukkan fundamental bisnis yang tetap kuat.
  • Segmen syariah membukukan laba operasional sebelum provisi Rp198,4 miliar atau naik 5,3% YoY, didukung efisiensi dan dukungan Bangkok Bank sebagai pemegang saham pengendali.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Jakarta FORTUNE - PT Bank Permata Tbk mengantongi laba bersih sebanyak Rp920 miliar sepanjang kuartal I 2026, meningkat 16,6 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Capaian ini didukung penyaluran kredit yang solid dan pendapatan bunga yang mencapai Rp3,3 triliun.

Meliza M. Rusli, Direktur Utama Permata Bank mengatakan bahwa pihaknya menerapkan strategi yang berfokus pada pertumbuhan kredit dengan tetap mengedepankan prinsip kehati-hatian. Pada awal 2026, Permata Bank menyalurkan Rp161 triliun atau tumbuh 2,8 persen secara tahunan. Sejalan dengan itu rasio kredit macet hanya 2,2 persen, dan loan at risk 6,4 persen.

"Penyaluran kredit didorong oleh pertumbuhan kredit segmen korporasi yang meningkat 6,5 persen YoY menjadi Rp98,2 triliun, serta segmen komersial tumbuh 1,8 persen menjadi Rp19,7 triliun," katanya dalam keterangan resmi, Jumat (24/4).

Meliza menyebut Permata Bank juga membentuk NPL Coverage dan rasio LAR Coverage masing -masing di level 355,7 persen dan 120,6 persen untuk menjaga kebutuhan cadangan atas potensi penurunan risiko kredit secara konservatif.

Sementara dalam melakukan penyelesaian kredit bermasalah, Permata Bank secara konsisten menjalankan langkah -langkah terukur melalui upaya restrukturisasi, litigasi, dan penjualan aset.

Sementara secara fundamental, bisnis perusahaan tercatat masih solid, tercermin dari Loan to Deposit (LDR) yang berada pada level 87,1 persen dengan tren yang meningkat dibandingkan akhir kuartal pertama tahun 2025 yang berada di level 83,2 persen.

Dari sisi likuiditas, Loan-to-Deposit Ratio (LDR) perseroan tercatat berada di level 87,1 persen per akhir Maret 2026, meningkat dari 83,2 persen pada periode yang sama tahun sebelumnya. Rasio likuiditas lain juga tetap kuat, dengan Liquidity Coverage Ratio (LCR) sebesar 267,4 persen dan Net Stable Funding Ratio (NSFR) sebesar 122,9 persen. Sementara itu komposisi dana murah (CASA) meningkat menjadi 65,5 persen dari sebelumnya 58,6 persen.

Sementara itu, pada segmen syariah, Permata Bank mencatat laba operasional sebelum provisi sebesar Rp198,4 miliar, tumbuh 5,3 persen secara tahunan. Pertumbuhan ini didukung oleh kenaikan pendapatan operasional sebesar 3,4 persen, seiring upaya efisiensi yang terus dilakukan.

Menurut Meliza, capaian ini juga tidak lepas dari dukungan Bangkok Bank sebagai pengendali saham. Keberadaanya memperluas konektivitas, serta membangun kredibilitas bagi perseroan.

"Ke depan, kami akan terus mengembangkan talenta sumber daya manusia, optimalisasi kapabilitas digital, serta memperluas kemitraan strategis, seiring fokus kami untuk menjadi bank yang semakin relevan bagi nasabah dan keluarga dengan memahami kebutuhan indi vidu, lintas generasi, hingga bisnis," ungkapnya.

Share
Topics
Editorial Team
Ekarina .
EditorEkarina .
Follow Us

Related Articles

See More