Dorong Inklusi Gender, BNI Perluas Peran Perempuan di Dunia Kerja

BNI menegaskan komitmen mendorong kesetaraan gender lewat kebijakan inklusif dan program pemberdayaan perempuan sebagai bagian dari strategi keberlanjutan perusahaan.
Di internal, BNI menghadirkan fasilitas ramah perempuan seperti cuti melahirkan, daycare, ruang menyusui, serta membentuk Srikandi BNI untuk memperkuat kepemimpinan dan peluang karier perempuan.
Melalui Srikandi BNI, perusahaan juga menjalankan program sosial yang fokus pada peningkatan kapasitas generasi muda, kesehatan perempuan, dan kemandirian ekonomi di berbagai daerah.
Jakarta, FORTUNE - PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BNI) menegaskan komitmennya dalam mendorong kesetaraan gender melalui kebijakan inklusif di lingkungan kerja serta program pemberdayaan yang menyasar masyarakat. Inisiatif ini menjadi bagian dari strategi keberlanjutan perusahaan sekaligus refleksi semangat Kartini dalam memperkuat peran perempuan sebagai penggerak ekonomi nasional.
Wakil Direktur Utama BNI, Alexandra Askandar, menyatakan bahwa perseroan terus memastikan terciptanya kesempatan yang setara bagi seluruh pegawai tanpa memandang gender.
"BNI percaya bahwa perempuan memiliki peran strategis dalam mendorong pertumbuhan perusahaan dan memberikan kontribusi terhadap pembangunan ekonomi nasional. Oleh karena itu, BNI terus berupaya menghadirkan kebijakan yang mendukung kesetaraan serta mendorong perempuan untuk berkembang dan berkontribusi secara optimal," ujar Alexandra.
Dari workplace ke masyarakat

Di tingkat internal, BNI mengimplementasikan berbagai kebijakan untuk mendukung keseimbangan kerja dan kehidupan pribadi. Fasilitas seperti cuti haid, cuti melahirkan, daycare, hingga ruang menyusui menjadi bagian dari upaya menciptakan lingkungan kerja yang inklusif. Perseroan juga menyediakan Employee Assistance Program (EAP) untuk mendukung kesehatan fisik, mental, dan finansial pegawai, serta menerapkan skema kerja fleksibel.
Selain itu, BNI membentuk Srikandi BNI sebagai platform strategis untuk memperkuat kepemimpinan perempuan. Inisiatif ini difokuskan pada pengembangan kapabilitas, peningkatan kolaborasi, serta perluasan peluang bagi perempuan untuk menduduki posisi strategis di dalam organisasi.
Alexandra menekankan bahwa peningkatan representasi perempuan tidak hanya berdampak pada individu, tetapi juga berkontribusi terhadap kinerja perusahaan dan pertumbuhan ekonomi secara luas. Sejumlah studi menunjukkan bahwa keberagaman dalam kepemimpinan berkorelasi dengan peningkatan inovasi dan kualitas pengambilan keputusan.
Di luar organisasi, Srikandi BNI juga diarahkan untuk memberikan dampak sosial melalui program pemberdayaan perempuan di masyarakat. Agenda yang disiapkan mencakup peningkatan kapasitas generasi muda, dukungan terhadap kesehatan perempuan, serta penguatan kemandirian ekonomi di berbagai daerah.
“Berbagai inisiatif tersebut menjadi bagian dari upaya BNI dalam membawa semangat Kartini yang tidak hanya berhenti di lingkungan kerja, tetapi juga memberikan dampak nyata bagi masyarakat,” tegas Alexandra.
Melalui pendekatan yang mengintegrasikan kebijakan internal dan program eksternal, BNI menempatkan pemberdayaan perempuan sebagai pilar penting dalam strategi bisnis berkelanjutan. Upaya ini diharapkan mampu memperkuat daya saing perusahaan sekaligus mendorong terciptanya pertumbuhan ekonomi yang lebih inklusif di Indonesia. (WEB)
















