Tumbuh 58%, Bank Bjb Bukukan Laba Rp783 Miliar di Semester I-2026

- Bank Bjb membukukan laba bersih Rp783 miliar pada semester I 2026, naik 58,8% secara tahunan, didorong pendapatan bunga bersih dan penurunan beban operasional.
- Secara konsolidasi, aset Grup bjb mencapai Rp228,2 triliun, kredit termasuk pembiayaan Rp140,4 triliun, serta DPK Rp160,9 triliun hingga Juni 2026.
- Kredit konsumer mendominasi 66,8% portofolio dengan NPL 0,56%; pembukaan rekening digital DIGI bank bjb mencapai 12.000 per bulan.
Jakarta, FORTUNE - Bank Bjb membukukan laba bersih senilai Rp783 miliar pada semester pertama 2026, atau tumbuh 58,8 persen secara tahunan (year-on-year /YoY).
Torehan tersebut ditopang oleh kenaikan pendapatan bunga bersih 9,1 persen, yang mana fee based income memberikan kontribusi sebesar Rp1,1 triliun terhadap otal pendapatan.
Di sisi lain, beban operasional turun 5,4 persen yang mendorong laba operasional sebelum Cadangan Kerugian Penurunan Nilai (CKPN) tumbuh sekitar 34,2 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Corporate Secretary bank bjb Irwan Riswandi mengatakan bahwa bank bjb kinerja tersebut tidak lepas dari strategi perseroan memperkuat fundamental bisnis, menjaga kualitas asset dan meningkatkan efisiensi.
"Kami memperluas sumber pertumbuhan melalui transformasi digital dan pengembangan bisnis berbasis ekosistem pemerintah daerah," ujar Irwan dalam siaran pers, Kamis (30/7).
Sebagai entitas pengendali Grup bjb yang membawahi tiga perusahaan anak perbankan dan dua lembaga keuangan non-bank, hingga semester I 2026 bank bjb secara konsolidasi membukukan total aset sebesar Rp228,2 triliun. Perusahaan anak memberikan kontribusi aset sebesar Rp44,2 triliun atau sekitar 19,4 persen terhadap total aset konsolidasi Grup bjb.
Di sisi intermediasi, penyaluran kredit termasuk pembiayaan secara konsolidasi mencapai Rp140,4 triliun, terdiri atas kontribusi perusahaan anak sebesar Rp29,3 triliun dan bank only sebesar Rp111,1 triliun.
Irwan menyatakan, pada penyaluran kredit ini, segmen konsumer masih menjadi penopang utama portofolio kredit dengan outstanding mencapai Rp74,2 triliun atau sekitar 66,8 persen dari total kredit. Kualitas kredit pada segmen ini juga tetap terjaga dengan rasio Non-Performing Loan (NPL) yang rendah, yakni 0,56 persen.
Di sisi pendanaan, Dana Pihak Ketiga (DPK) tercatat masih pada level sehat di tengah persaingan penghimpunan dana yang semakin kompetitif. Hingga Juni 2026, DPK secara konsolidasi tercatat sebesar Rp160,9 triliun.
Transformasi yang dijalankan perseroan pun menunjukkan perkembangan positif. Pembukaan rekening digital melalui aplikasi DIGI bank bjb mencapai 12.000 tiap bulan. Hal ini diyakini bank bjb dapat memperluas basis nasabah sekaligus mendukung peningkatan penghimpunan dana murah secara berkelanjutan.
Memasuki semester II 2026, bank bjb menyebut strategi yang diterapkan adalah penguatan penghimpunan dana murah, optimalisasi kerja sama payroll, hingga memperkuat pengembangan pembiayaan berbasis ekosistem pemerintah daerah.
"Kami optimistis strategi tersebut mampu menjaga kinerja tetap positif sekaligus memperkuat daya saing di tengah dinamika industri perbankanm," pungkas Irwan.


















