Porsi Kredit Non-Perumahan BTN 20,4 Persen, Incar Potensi Ekonomi Maluku Utara

BTN mencatat kredit non-perumahan Rp85,22 triliun pada semester I-2026, setara 20,4 persen dari portofolio dan tumbuh 46,1 persen secara tahunan.
BTN menggandeng Pemprov Maluku Utara sebagai mitra pembiayaan, menyasar potensi hilirisasi, tambang, perikanan, pariwisata, serta digitalisasi layanan keuangan pemerintah.
BTN mengalokasikan bantuan pembangunan 32 Rumah Layak Huni di Halmahera Barat, sementara Pemprov berharap kolaborasi berkelanjutan mendukung ekonomi daerah.
Jakarta, FORTUNE – PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN) terus meningkatkan penyaluran kredit ke segmen non-perumahan.
Bank dengan kode saham BBTN ini mencatatkan porsi kredit non-perumahan 20,4 persen dengan nilai Rp85,22 triliun pada semester I-2026 atau melonjak 46,1 persen (YoY).
Untuk meningkatkan porsi ini, BTN berkolaborasi dengan Pemerintah Provinsi Maluku Utara guna menjadi mitra strategis utama pemerintah. Apalagi, Badan Pusat Statistik (BPS) mengalami pertumbuhan ekonomi Maluku Utara pada triwulan I-2026 tumbuh kuat 19,64 persen (YoY) alias berada jauh di atas rata-rata nasional.
“Maluku Utara adalah lokomotif pertumbuhan ekonomi nasional. Pertumbuhan ekonomi pada triwulan I Tahun 2026 yang mencapai 19,64 persen (YoY) ini membuktikan bahwa daerah ini memiliki potensi luar biasa melalui hilirisasi industri, pertambangan, perikanan, hingga pariwisata,” ujar Nixon melalui keterangan resmi yang dikutip, Rabu (29/7).
Pertumbuhan ini didukung oleh kekayaan potensi daerah seperti hilirisasi nikel, pertambangan emas dan tembaga, perikanan, perkebunan rempah, pariwisata bahari, hingga energi terbarukan yang menjadikan Maluku Utara sebagai motor utama pertumbuhan ekonomi di Indonesia Timur. Apalagi, sektor industri pengolahan Maluku Utara mampu melonjak hingga 37,09 persen (YoY).
Melihat potensi ekonomi ini, lanjut Nixon, BTN memandang kebutuhan masyarakat dan pemerintah terhadap layanan keuangan telah bergeser. BTN hadir bukan sekadar sebagai institusi penyimpanan dana, melainkan sebagai mitra pembangunan yang siap membantu digitalisasi keuangan pemerintah, mendukung pelayanan publik, serta memperkuat ekosistem ekonomi daerah.
Tak hanya itu, dalam kesempatan ini BTN juga secara simbolis menyerahkan bantuan yang dialokasikan untuk membangun 32 unit rumah layak huni di kawasan Sidangoli, Kecamatan Jailolo Selatan, Kabupaten Halmahera Barat (wilayah Domato). Upaya ini dilakukan sebagai wujud nyata Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) BTN kepada masyarakat di Maluku Utara.
Gubernur Maluku Utara, Sherly Tjoanda, menyatakan rumah yang aman dan layak huni merupakan fondasi paling esensial dalam membangun perekonomian dan peradaban bangsa yang kuat, dimulai dari unit sosial terkecil, yakni keluarga.
"Semua harmonisasi, pembangunan awal, pendidikan pertama, tata krama, dan seluruh nilai kehidupan ditanamkan dari rumah,” kata Sherly.
Ia berharap ke depannya kolaborasi antara BTN dan Pemprov Maluku Utara dapat terus berlanjut untuk mendukung perekonomian daerah. Apalagi, nilai Pembentukan Modal Tetap Bruto (PMTB) Maluku Utara mampu tumbuh 17,57 persen secara tahunan pada triwulan I-2026.



















