Baca artikel Fortune IDN lainnya di IDN App
Install
For
You

Perluas Sumber Pendapatan, BTN Bukukan Lonjakan Laba 54% Jadi Rp1,85 T

Perluas Sumber Pendapatan, BTN Bukukan Lonjakan Laba 54% Jadi Rp1,85 T
Direktur Utama BTN Nixon LP Napitupulu. (Dok. BTN)
Intinya Sih
  • BTN mencatat lonjakan laba bersih 54,37% menjadi Rp1,85 triliun berkat transformasi bisnis dan perluasan layanan keuangan di luar pembiayaan rumah.
  • Pendapatan bunga bersih BTN naik 15,15% menjadi Rp7,13 triliun, sementara total kredit dan pembiayaan konsolidasi tumbuh hampir 10% yoy hingga mencapai Rp403,06 triliun.
  • Dukungan ekosistem Danantara memperkuat likuiditas dan efisiensi operasional BTN, mendorong profitabilitas operasional naik 58,37% serta kinerja yang melampaui rata-rata industri perbankan nasional.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Share Article

Jakarta, FORTUNE - PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN) membukukan laba bersih konsolidasi Rp1,85 triliun atau meningkat 54,37 persen secara tahunan (year-on-year/yoy) dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar Rp1,19 triliun, ditunjang transformasi bisnis perseroan.

Direktur Utama BTN, Nixon LP Napitupulu, mengatakan BTN saat ini tidak hanya fokus pada pembiayaan rumah, namun juga menghadirkan layanan keuangan yang lebih relevan dengan kebutuhan masyarakat supaya memperluas sumber pendapatan.

"Transformasi yang kami jalankan mulai memberikan hasil nyata, terutama dengan dukungan penuh dari ekosistem Danantara. Kami terus meningkatkan produktivitas, memperkuat efisiensi operasional, mempercepat digitalisasi layanan, serta mengembangkan bisnis beyond mortgage," ujar Nixon di Jakarta, Rabu (8/7).

Bank plat merah ini membukukan pendapatan bunga bersih (Net Interest Income/NII) sebesar Rp7,13 triliun atau tumbuh 15,15 persen dibandingkan Rp6,19 triliun pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Ekspansi bisnis BTN juga tetap terjaga. Hingga Mei 2026, total kredit dan pembiayaan konsolidasi BTN mencapai Rp403,06 triliun atau meningkat 9,97 persen (YoY) dibandingkan Mei 2025 sebesar Rp366,52 triliun. Dana pihak ketiga (DPK) konsolidasi tercatat sebesar Rp433,95 triliun atau tumbuh 9,09 persen yoy dibandingkan Rp397,78 triliun pada periode yang sama tahun lalu.

Menurut Nixon, likuiditas bank yang solid tersebut ditopang optimalisasi modal dari Danantara sehingga mendukung ekspansi bisnis yang lebih masif. BTN mencatatkan peningkatan profitabilitas operasional sebesar 58,37 persen menjadi Rp2,39 triliun. Sementara itu, pre provision operating profit (PPOP) BTN Group mencapai Rp3,98 triliun, tumbuh 20,07 persen secara tahunan.

Adapun, kinerja ini melampaui rata-rata industri perbankan nasional. Berdasarkan data Otoritas Jasa Keuangan (OJK), laba bersih bank umum nasional hingga Mei 2026 tumbuh 4,96 persen (YoY), sedangkan laba bersih konsolidasi BTN meningkat 54,37 persen secara tahunan.

Share Article
Curated For You
Topics
Editorial Team
Ekarina .
EditorEkarina .

Related Articles

See More