Bank Mandiri & BRI Pacu KUR, Realisasi di Atas 40%

- Bank Mandiri dan BRI telah menyalurkan lebih dari 40% target KUR 2026, menunjukkan percepatan dukungan terhadap pelaku usaha produktif di seluruh Indonesia.
- Penyaluran KUR Bank Mandiri mencapai Rp17,77 triliun hingga Mei 2026 dengan porsi terbesar ke sektor produksi dan tingkat NPL sekitar 1%.
- BRI merealisasikan Rp84,36 triliun atau 46,87% dari target KUR 2026, dengan sektor pertanian menjadi kontributor utama dalam pembiayaan produktif.
Jakarta, FORTUNE — PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (Bank Mandiri) dan PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BRI) terus memacu penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) di pertengahan 2026. Kedua bank plat merah ini bahkan telah merealisasikan 40 persen porsi KUR dari yang telah ditargetkan pemerintah.
Keduanya juga mengaku akan terus memperluas akses permodalan bagi pelaku usaha produktif, sekaligus mengakselerasi pertumbuhan sektor-sektor yang mampu menciptakan lapangan kerja dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
SVP Micro Development & Agent Banking Bank Mandiri, Bayu Trisno Arief Setiawan mengatakan penyaluran KUR Bank Mandiri mencapai Rp17,77 triliun hingga 31 Mei 2026. Pembiayaan berbunga rendah ini telah dinikmati oleh 135.829 pelaku usaha di seluruh Indonesia.
Realisasi tersebut setara 43,34 persen dari target penyaluran KUR Bank Mandiri tahun 2026 dan mencerminkan akselerasi yang bertumbuh dalam mendukung pengembangan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) sebagai tulang punggung perekonomian nasional.
“Pencapaian ini menunjukkan keunggulan yang berkelanjutan dalam model bisnis mikro Bank Mandiri yang tidak hanya berfokus pada pertumbuhan pembiayaan, tetapi juga menjaga kualitas portofolio agar tetap sehat dan berdaya tahan,” ujar Bayu dalam keterangan resminya pada Senin (6/7).
Penyaluran KUR Bank Mandiri, kata Bayu, selalu diimbangi dengan penerapan prinsip kehati-hatian dan pengelolaan risiko yang optimal, tercermin dari non-performing loan (NPL) di kisaran 1 persen. Ia menambahkan, dari total penyaluran KUR hingga Mei 2026, sebesar 63,54 persen atau Rp11,29 triliun disalurkan ke sektor produksi, sedangkan 36,46 persen atau Rp6,48 triliun dialokasikan ke sektor non-produksi. Dominasi sektor produktif tersebut sejalan dengan komitmen Bank Mandiri untuk memperkuat fondasi ekonomi nasional melalui pembiayaan yang memberikan multiplier effect lebih luas.
Sementara itu, BRI juga telah merealisasikan penyaluran KUR sebesar Rp84,36 triliun hingga akhir Mei 2026, atau 46,87 persen dari total alokasi tahun 2026 sebesar Rp180 triliun. Mayoritas penyaluran KUR BRI mengalir ke sektor produktif dengan porsi 67,18 persen.
Tak hanya itu, Direktur Utama BRI, Hery Gunardi juga menyatakan bahwa KUR dengan sektor pertanian menjadi kontributor terbesar dengan pembiayaan Rp35,91 triliun. Hal ini menurutnya mempertegas posisi BRI sebagai penyalur KUR terbesar di Indonesia sekaligus pendukung Asta Cita Pemerintah.
“BRI akan terus melanjutkan transformasi dengan bertumpu pada fundamental yang kuat, penguatan bisnis inti, serta pengembangan sumber pertumbuhan baru,” kata Hery.
Ia menyatakan, dalam fase baru pengelolaan di bawah Danantara, BRI terus memperkuat kinerja dan mempercepat transformasi untuk menjaga pertumbuhan yang sehat dan berkelanjutan, sekaligus mendukung berbagai program pemerintah dalam mendorong ekonomi kerakyatan.


















