Baca artikel Fortune IDN lainnya di IDN App
Install
For
You

Industri Asuransi Global Diramalkan Naik 7,1%, Prospek di Indonesia Tetap Positif

Industri Asuransi Global Diramalkan Naik 7,1%, Prospek di Indonesia Tetap Positif
Ilustrasi Allianz/Dok Allianz
Intinya Sih
  • Industri asuransi global diprediksi tumbuh 7,1% menjadi EUR 6,9 triliun pada 2025, meski melambat dari tahun sebelumnya namun tetap di atas rata-rata pertumbuhan dekade terakhir.
  • Asuransi jiwa masih mendominasi pasar global diikuti asuransi umum dan kesehatan, sementara premi global naik 3,8% seiring stabilnya inflasi klaim dan siklus harga yang matang.
  • Pasar asuransi Indonesia tumbuh 11% dengan premi EUR15,8 miliar; tingkat penetrasi rendah membuka peluang besar untuk memperluas akses proteksi dan menjaga keberlanjutan premi kesehatan.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Share Article

Jakarta, FORTUNE – Industri asuransi global diperkirakan tumbuh sebesar 7,1 persen menjadi EUR 6,9 triliun pada tahun 2025, dengan tambahan premi sebesar EUR 456 miliar. Meskipun melambat dibandingkan pertumbuhan 9,4 persen pada 2024, kinerja ini masih berada jauh di atas rata-rata pertumbuhan tahunan majemuk (CAGR) sepuluh tahun sebesar 5,6 persen.

Hal ini terungkap dalam Global Insurance Report 2026 yang dirilis oleh Allianz Research yang menganalisis perkembangan pasar asuransi di seluruh dunia. Dari pertumbuhan itu, asuransi jiwa tetap menjadi segmen terbesar (EUR 2.861 miliar), diikuti oleh asuransi umum sebesar EUR 2.320 miliar, dan asuransi kesehatan sebesar EUR 1.688 miliar.

“Premi global meningkat 3,8 persen pada 2025, jauh di bawah pertumbuhan 8,5 persen pada tahun sebelumnya dan di bawah rata-rata CAGR sepuluh tahun sebesar 5,6 persen, seiring dengan semakin matangnya siklus harga dan mulai stabilnya inflasi klaim,” tulis laporan tersebut yang dikutip di Jakarta, Senin (6/7).

Tak hanya itu, lembaga riset dari perusahaan asuransi asal Jerman ini juga memperkirakan pertumbuhan industri asuransi di Indonesia masih akan tumbuh kuat di tahun ini. Pasar asuransi Indonesia tercatat tumbuh 11,0 persen, dengan total pendapatan premi mencapai EUR15,8 miliar. 

Perkembangan ini mencerminkan terus relevannya asuransi sebagai instrumen penting dalam membantu individu, keluarga, dan pelaku usaha memperkuat ketahanan finansial dalam menghadapi berbagai risiko yang terus berkembang.

Alexander Grenz, selaku Country Manager & Direktur Utama Allianz Life Indonesia memandang pertumbuhan industri asuransi Indonesia terus berlanjut mencerminkan meningkatnya kebutuhan masyarakat akan perlindungan, baik untuk jiwa, kesehatan, maupun aset. Dengan tingkat penetrasi asuransi yang masih relatif rendah, Indonesia memiliki ruang pertumbuhan yang signifikan untuk memperluas akses proteksi bagi lebih banyak masyarakat. 

“Seiring dengan terus meningkatnya biaya layanan kesehatan, menjaga premi asuransi kesehatan agar tetap berkelanjutan dan terjangkau menjadi semakin penting untuk memastikan akses jangka panjang terhadap perlindungan yang berkualitas,” kata Grenz.

Dengan demikian, secara keseluruhan, pasar asuransi global diperkirakan tetap tumbuh sebesar 5,3 persen per tahun dalam sepuluh tahun ke depan, sedikit di atas pertumbuhan ekonomi global. Untuk Indonesia, tingkat penetrasi asuransi yang masih relatif rendah, yaitu sebesar 1,3 persen terhadap PDB, menunjukkan adanya kebutuhan yang belum terpenuhi. Oleh karena itu, pertumbuhan tahunan secara keseluruhan diperkirakan mencapai 8,2 persen.

Share Article
Curated For You
Topics
Editorial Team
Pingit Aria
EditorPingit Aria

Related Articles

See More