Baca artikel Fortune IDN lainnya di IDN App
Install
For
You

BSD City (BSDE) Raih Pendapatan Rp2,37 T Pada Q1-2026, Ini Penopangnya

BSD City (BSDE) Raih Pendapatan Rp2,37 T Pada Q1-2026, Ini Penopangnya
Logo BSD City. (Dok. BSDE)
Intinya Sih
  • BSDE mencatat pendapatan Rp2,37 triliun pada kuartal I-2026 dengan marjin laba kotor naik menjadi 67 persen, meski laba bersih turun menjadi Rp277,6 miliar dibanding periode sebelumnya.

  • Pendapatan komersial tumbuh 14 persen dan pendapatan berulang naik 20 persen, didorong oleh peningkatan sewa, pengelolaan gedung, serta kontribusi dari proyek ruko dan pusat perbelanjaan BSD City.

  • Total aset BSDE mencapai Rp80,13 triliun dengan posisi kas Rp9,76 triliun; perusahaan menjaga rasio utang sehat dan mengalokasikan Rp1,84 triliun untuk belanja modal terutama akuisisi lahan.

Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Share Article

Jakarta, FORTUNE - PT Bumi Serpong Damai Tbk (BSDE) membukukan pendapatan usaha Rp2,37 triliun pada kuartal I-2026. Hasil ini mendorong laba kotor Rp1,58 triliun dengan marjin laba kotor meningkat menjadi 67 persen, dibandingkan 63 persen pada periode yang sama tahun lalu.

Kendati demikian laba yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk turun menjadi Rp277,6 miliar dari Rp305,8 miliar pada kuartal I/2025.

Direktur BSDE Hermawan Wijaya mengatakan perseroan tetap mampu meningkatkan efisiensi operasional. Hal itu tercermin dari marjin laba usaha yang naik menjadi 24 persen dari 22 persen pada periode yang sama tahun sebelumnya, seiring pengendalian beban umum dan administrasi.

"Kuartal I 2026 memperlihatkan kemampuan BSDE dalam menjaga kualitas pendapatan usaha melalui diversifikasi sumber pendapatan. Pertumbuhan pendapatan penjualan pada segmen komersial, serta pendapatan berulang berhasil memberikan penopang terhadap kinerja BSDE", ujar Hermawan dalam keterangan tertulis, Rabu (1/7).

Sekitar 80 persen pendapatan usaha masih berasal dari penjualan properti, sedangkan 20 persen sisanya dikontribusikan oleh pendapatan berulang.

Pendapatan penjualan (development revenue) dari segmen komersial tumbuh 14 persen secara tahunan menjadi Rp743 miliar. Pertumbuhan tersebut ditopang pengakuan penjualan sejumlah proyek ruko, antara lain West Village, Delrey Business Townhouse, dan Cascade Studio Loft di BSD City.

Di sisi lain, pendapatan berulang BSDE meningkat 20 persen menjadi Rp481 miliar dari Rp402 miliar pada periode yang sama tahun lalu. Kenaikan tersebut didorong oleh pertumbuhan pendapatan sewa, pengelolaan gedung, telekomunikasi, hotel, kawasan rekreasi, hingga jalan tol.

Pendapatan sewa naik 22 persen menjadi Rp283 miliar dari Rp233 miliar pada kuartal I 2025, terutama didukung meningkatnya tingkat hunian ruang perkantoran dan pusat perbelanjaan. Saat ini, BSDE mengelola sejumlah aset perkantoran di kawasan Thamrin dan Sudirman, termasuk BSD Green Office Park dan Digital Hub di BSD City, serta kawasan ritel seperti DP Mall Semarang, AEON Mall Southgate, The Breeze, dan QBig BSD City

Dari sisi neraca, total aset perseroan meningkat menjadi Rp80,13 triliun hingga akhir Maret 2026, dibandingkan Rp79,27 triliun pada akhir 2025. Posisi kas dan setara kas tercatat Rp9,76 triliun.

Emiten grup Sinarmas ini juga membukukan nilai persediaan Rp18,67 triliun, didukung oleh land bank yang tetap menjadi factor dalam mendukung pertumbuhan jangka panjang.

Dari sisi permodalan, secara struktur tetap terjaga dengan gross debt-to-equity ratio sebesar 33 persen dan net debt to equity ratio (DER) sebesar 11,7 persen, sehingga memberikan ruang yang cukup bagi perseroan untuk membiayai ekspansi.

Sepanjang tiga bulan pertama 2026 ini, BSDE merealisasikan belanja modal sebesar Rp1,84 triliun. Dari jumlah tersebut, sebanyak Rp1,45 triliun digunakan untuk akuisisi lahan sebagai bagian dari strategi memperkuat pipeline pengembangan proyek pada masa mendatang.

Ke depan, Hermawan optimistis terhadap industri properti nasional, didukung tingginya kebutuhan hunian, berkembangnya kawasan terpadu, serta meningkatnya kontribusi pendapatan berulang.

"Kami percaya bahwa fundamental yang kuat, didukung oleh cadangan lahan strategis, proyek-proyek unggulan, serta kontribusi pendapatan berulang yang terus meningkat, akan menjadi modal penting dalam menjaga pertumbuhan usaha secara berkesinambungan," pungkasnya.

Share Article
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Ekarina .
EditorEkarina .

Related Articles

See More