Baca artikel Fortune IDN lainnya di IDN App
Install
For
You

Minat Investasi Saham AS Berbasis Blockchain Melonjak di Semester I

Minat Investasi Saham AS Berbasis Blockchain Melonjak di Semester I
Token stablecoin blockchain UST Terra USD di berbagai tumpukan dengan latar belakang hitam. Shutterstock/David Sandron
Intinya Sih
  • PINTU mencatat lonjakan 40% trader unik bulanan untuk saham tertokenisasi pada Mei 2026, menandakan meningkatnya minat investor Indonesia terhadap diversifikasi ke aset global.
  • Kapitalisasi pasar global aset dunia nyata yang ditokenisasi mencapai US$32,23 miliar per Juni 2026, melonjak tajam dari awal 2024 berkat adopsi institusi dan permintaan investor ritel.
  • Pertumbuhan transaksi tokenisasi di Indonesia didorong tarif pajak rendah, fleksibilitas transaksi 24 jam, serta kemudahan pembelian dengan rupiah tanpa konversi valuta asing.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Share Article

Jakarta, FORTUNE – PT Pintu Kemana Saja (PINTU), platform investasi aset kripto berizin dan diawasi Otoritas Jasa Keuangan (OJK), mencatat pertumbuhan aktivitas perdagangan tokenisasi aset sepanjang paruh pertama tahun ini. Tren tersebut mencerminkan meningkatnya minat investor untuk mendiversifikasi portofolio ke aset global, termasuk saham Amerika Serikat yang tersedia dalam bentuk token di jaringan blockchain.

Head of Product Marketing PINTU, Iskandar Mohammad, mengatakan jumlah monthly unique trader untuk produk tokenized stocks meningkat 40 persen pada Mei 2026 dibandingkan Januari 2026. Kenaikan juga terlihat pada produk yang merepresentasikan indeks saham Amerika Serikat, seperti Nasdaq (QQQX) dan S&P 500 (SPYX), yang masing-masing tumbuh 64 persen dan 51 persen secara bulanan pada periode April–Mei.

"Pertumbuhan ini sejalan dengan meningkatnya minat investor global terhadap tokenisasi aset sebagai instrumen investasi yang memberikan akses lebih luas ke pasar keuangan internasional," ujar Iskandar dikutip dari keterangan tertulis, Kamis (2/7).

Secara global, sektor Real-World Assets (RWA) atau tokenisasi aset juga tengah berkembang pesat. Berdasarkan data RWA.xyz per 25 Juni 2026, kapitalisasi pasar aset dunia nyata yang ditokenisasi secara on-chain telah mencapai US$32,23 miliar, naik tajam dibandingkan sekitar US$1,8 miliar pada awal 2024.

Pertumbuhan tersebut didorong oleh meningkatnya adopsi dari institusi keuangan global serta tingginya permintaan investor ritel terhadap instrumen investasi lintas negara.

Menurut Iskandar, terdapat sejumlah faktor yang mendorong pertumbuhan transaksi tokenisasi aset di Indonesia. Selain tarif pajak final yang relatif rendah, investor juga memperoleh fleksibilitas untuk bertransaksi selama 24 jam tanpa mengikuti jam operasional bursa saham. Kemudahan pembelian menggunakan mata uang rupiah tanpa perlu konversi valuta asing juga menjadi daya tarik tersendiri.

Platform PINTU menyediakan 48 aset yang telah ditokenisasi, mencakup saham perusahaan-perusahaan global seperti Apple, Alphabet, Meta Platforms, Tesla, NVIDIA, Microsoft, Amazon, dan JPMorgan Chase & Co.

Selain saham individual, tersedia pula instrumen yang memberikan eksposur ke sektor teknologi dan kecerdasan buatan (AI), keuangan, kesehatan, energi, consumer goods, aerospace & defense, logam mulia, obligasi pemerintah Amerika Serikat, hingga berbagai exchange-traded funds (ETF) global.

Iskandar mengatakan, tokenisasi aset menjadi inovasi yang berpotensi mengubah cara investor ritel mengakses pasar global. Melalui teknologi blockchain, investasi lintas negara menjadi lebih mudah, efisien, dan dapat diakses oleh lebih banyak masyarakat.

"Tokenisasi aset bukan sekadar tren, tetapi menjadi inovasi yang membuka akses investasi global yang sebelumnya sulit dijangkau oleh investor ritel. Ke depan kami akan terus menghadirkan pilihan aset tertokenisasi yang berkualitas serta memperkuat edukasi agar masyarakat dapat memanfaatkan peluang investasi global secara optimal," pungkasnya.

Share Article
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Ekarina .
EditorEkarina .

Related Articles

See More