Bisnis Wealth Management BNI Privat Naik 21% Sepanjang Kuartal II-2026

- Aset kelolaan BNI Private tumbuh 21% secara tahunan hingga kuartal II 2026, sementara dana pihak ketiga BNI meningkat 24%.
- BNI Private menawarkan produk simpanan, investasi, treasury, dan derivatif yang disesuaikan dengan profil risiko nasabah, serta memperluas layanan lintas negara dan ekosistem korporasi.
- Pada kuartal II 2026, pendapatan bunga bersih BNI mencapai Rp22,3 triliun dan fee-based income Rp9 triliun; laba bersih tercatat Rp10,8 triliun.
Jakarta FORTUNE - PT Bank Negara Indonesia Tbk atau BNI (BBNI) mencatat pertumbuhan bisnis wealth management melalui BNI Private. Hingga kuartal II 2026, aset yang dikelola atau asset under management (AUM) BNI Private tumbuh 21 persen secara tahunan.
SEVP Wealth Management BNI, Steven Suryana mengatakan pertumbuhan tersebut kemudian mendorong peningkatan dana pihak ketiga (DPK) perseroan yang mencapai 24 persen secara tahunan pada periode yang sama.
"Ini semakin memotivasi kami untuk terus menghadirkan layanan yang lebih dari sekadar pengelolaan kekayaan, tetapi juga inovatif, komprehensif, dan berstandar global," ujar Steven dalam keterangan tertulis, Rabu (12/8).
BNI Private menyediakan sejumlah produk pengelolaan kekayaan, mulai dari tabungan, giro, dan deposito hingga instrumen investasi seperti obligasi pemerintah dan korporasi, reksa dana, referral saham, serta produk treasury dan derivatif yang disesuaikan dengan profil risiko dan tujuan investasi nasabah.
Selain pengelolaan aset, BNI juga memperkuat proposisi layanan melalui pengembangan wealth management lintas negara, perluasan layanan pada ekosistem korporasi, serta penyelenggaraan berbagai pengalaman ekslusif bagi klien.
BNI juga menjalankan program Next-Gen Community yang menyasar nasabah dan generasi penerus untuk mendukung perencanaan serta pengelolaan aset lintas generasi.
"Ke depan, BNI akan terus memperkuat kapabilitas wealth management melalui inovasi produk dan layanan, pengembangan advisory yang semakin komprehensif, serta pemanfaatan jaringan internasional BNI untuk menghadirkan solusi pengelolaan kekayaan yang menyeluruh," kata Steven.
Adapun pada kuartal kedua, bank plat merah ini membukukan pendapatan bunga bersih atau net interest income (NII) sebesar Rp22,3 triliun atau meningkat 14,2 persen secara tahunan. Di sisi lain, pendapatan berbasis komisi atau fee-based income (FBI) mampu tembus Rp9 triliun atau meningkat 14,2 persen. Kombinasi kinerja tersebut mendorong laba bersih BNI tembus Rp10,8 triliun.

















