Danamon Kian Ekspansif, GRC Jadi Benteng di Tengah Risiko Bisnis

- Hingga semester I 2026, kredit dan trade finance Danamon tumbuh 12% menjadi Rp230,1 triliun, sementara dana pihak ketiga naik 14% menjadi Rp181,7 triliun.
- Pendapatan operasional meningkat 7% menjadi Rp12,6 triliun dan laba bersih melonjak 33% menjadi Rp2,4 triliun; kualitas aset membaik dengan LAR turun ke 7,8%.
- Danamon menjadi pengendali Home Credit Indonesia dan memperkuat GRC melalui Sustainability by Design serta Intelligent GRC, yang mengantarkannya meraih TOP GRC Awards 2026 #5 Star.
Jakarta, FORTUNE — PT Bank Danamon Indonesia Tbk (BDMN) memperkuat tata kelola, manajemen risiko, dan kepatuhan (Governance, Risk, and Compliance/GRC) seiring pertumbuhan bisnis dan perluasan ekosistem pembiayaannya pada 2026. Hingga semester I 2026, total kredit dan trade finance konsolidasian Danamon tumbuh 12 prsen secara tahunan menjadi Rp230,1 triliun.
Pertumbuhan juga terlihat dari sisi pendanaan. Total giro, tabungan, dan deposito Danamon mencapai Rp181,7 triliun per Juni 2026, meningkat 14 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Sementara itu, pendapatan operasional tumbuh 7 persen menjadi Rp12,6 triliun dan laba bersih meningkat 33 persen secara tahunan menjadi Rp2,4 triliun.
Perluasan ekosistem bisnis turut dilakukan melalui pengambilalihan posisi sebagai pemegang saham pengendali PT Home Credit Indonesia yang efektif pada 24 Juni 2026. Langkah tersebut memperluas cakupan bisnis Danamon ke segmen pembiayaan konsumen sekaligus memperkuat sinergi dalam ekosistem One Financial Group bersama MUFG dan perusahaan grup lainnya.
Di tengah pertumbuhan tersebut, Danamon menempatkan GRC sebagai bagian dari proses pengelolaan bisnis. Perseroan mengembangkan pendekatan Sustainability by Design dan kapabilitas Intelligent GRC untuk mengintegrasikan tata kelola, manajemen risiko, dan kepatuhan dengan strategi bisnis, fungsi audit, serta pengelolaan kinerja perusahaan.
Penguatan tersebut turut mendapat pengakuan melalui TOP GRC Awards 2026 #5 Star (Excellence) yang diterima Danamon pada 9 September 2026. Predikat tersebut merupakan penghargaan tertinggi dalam ajang TOP GRC Awards dan menjadi kali keempat Danamon menerima penghargaan tersebut. Pada ajang yang sama, Direktur Utama Danamon Nobuya Kawasaki menerima penghargaan The Most Committed GRC Leader 2026 atas komitmennya dalam memperkuat sistem, infrastruktur, serta implementasi GRC di Danamon.
Direktur Utama Danamon, Nobuya Kawasaki, mengatakan capaian ini mencerminkan dedikasi seluruh karyawan Danamon dalam menjalankan bisnis dengan integritas dan tanggung jawab. "Tata kelola, manajemen risiko, dan kepatuhan yang kuat tidak hanya menjadi fondasi bisnis yang sehat, tetapi juga kunci untuk membangun kepercayaan jangka panjang," ujarnya, megutip keterangan resmi, Jumat (2/10).
Selain pertumbuhan kredit, Danamon juga mencatat perbaikan kualitas aset. Rasio Loan at Risk (LAR) turun menjadi 7,8 persen per 30 Juni 2026, membaik 263 basis poin dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Adapun rasio cakupan kredit bermasalah (NPL coverage ratio) tercatat sebesar 282,4 persen.
Kinerja tersebut melanjutkan tren pertumbuhan yang telah terlihat sejak awal tahun. Pada kuartal I 2026, laba bersih Danamon mencapai Rp1,1 triliun, naik 35 persen secara tahunan. Total kredit dan trade finance pada periode tersebut mencapai Rp216,2 triliun atau tumbuh 9 persen, sedangkan total giro, tabungan, dan deposito meningkat 16 persen menjadi Rp176,1 triliun.
Direktur Kepatuhan Danamon, Rita Mirasari, memandang dengan masuknya Home Credit ke dalam ekosistem Danamon dan pertumbuhan bisnis intermediasi, pengelolaan risiko menjadi semakin penting untuk menjaga kualitas ekspansi. GRC tidak hanya berkaitan dengan pemenuhan regulasi, tetapi juga menjadi bagian dari proses pengambilan keputusan ketika perseroan memperluas bisnis dan layanan kepada nasabah.
Direktur Kepatuhan Danamon Rita Mirasari mengatakan penerapan GRC telah menjadi bagian dari aktivitas bisnis sehari-hari perseroan, bukan sekadar kumpulan kebijakan dan prosedur.
“Ke depan, kami akan terus memperkuat kapabilitas dan praktik GRC agar tetap relevan, adaptif, serta mampu mendukung pertumbuhan bisnis yang berkelanjutan," kata Rita.
Sebelumnya, Danamon menutup tahun buku 2025 dengan laba bersih konsolidasian Rp4 triliun, tumbuh 14 persen secara tahunan. Total kredit dan trade finance mencapai Rp212,7 triliun, naik 9 persen, sedangkan dana pihak ketiga meningkat 16 persen menjadi Rp176,9 triliun.




















