BSI Cetak Laba Rp3,3 Triliun Hingga Mei 2026, Ditopang Transformasi Teknologi

- BSI mencatat laba Rp3,39 triliun hingga Mei 2026, tumbuh 16,7 persen secara tahunan berkat kombinasi pertumbuhan dana murah dan transformasi digital yang masif.
- Migrasi core banking dari R10 ke R24 melibatkan 1.500 personel lintas fungsi dan meningkatkan efisiensi operasional hingga 80 persen dengan tingkat ketersediaan sistem mencapai 99,99 persen.
- Layanan digital BYOND dan BEWIZE mendorong transaksi lebih dari Rp450 triliun serta peningkatan DPK menjadi Rp372 triliun dengan rasio CASA naik ke 44,3 persen.
Jakarta, FORTUNE - PT Bank Syariah Indonesia (BSI) mencetak laba Rp3,39 triliun hingga Mei 2026, tumbuh 16,7 persen secara tahunan. Pencapaian tersebut ditopang pertumbuhan dana murah, tetapi juga transformasi digital selama setahun terakhir.
Direktur Utama BSI, Anggoro Eko Cahyo mengatakan, transformasi teknologi menjadi kebutuhan strategis seiring pesatnya digitalisasi industri keuangan dan pertumbuhan bisnis BSI. "BSI berdampingan dengan bank besar, maka ekspektasi nasabah adalah layanan, sistem pun harus sama dengan bank besar. Untuk itu, kami berupaya menyediakan layanan setara sesuai ekspektasi nasabah," katanya dalam siaran pers, Selasa (7/7).
Selain itu, migrasi core banking dari R10 ke R24 yang rampung pada pertengahan Mei 2026 menjadi salah satu proyek teknologi terbesar BSI dengan melibatkan sekitar 1.500 personel lintas fungsi. Proses tersebut dilakukan secara bertahap melalui berbagai rehearsal, dengan pengawasan OJK dan Danantara untuk memastikan implementasi berjalan aman, terkendali, dan transparan.
Anggoro menyatakan, transformasi tersebut telah meningkatkan efisiensi operasional hingga sekitar 80 persen, mempercepat proses Close of Business (COB), hingga memperbesar kapasitas sistem untuk mendukung ekspansi bisnis digital dan inovasi produk. Saat ini availability all channell BSI mencapai 99,99 persen, yang membuat transaksi melalui channel digital berlangsung lancar.
BSI juga memperkuat layanan digital melalui BYOND by BSI untuk segmen ritel dan BEWIZE by BSI bagi nasabah institusi/wholesale. Hingga Mei 2026, layanan mobile banking BSI telah digunakan lebih dari 10 juta pengguna dengan nilai transaksi melampaui Rp450 triliun, sementara BEWIZE terus mencatat pertumbuhan pengguna dan transaksi sebagai penggerak bisnis wholesale. Anggoro mengatakan, BSI menargetkan memiliki 40 juta pada 2030 setelah transformasi digital ini.
Selain transformasi digital, kinerja solid perseroan diperkuat dana pihak ketiga (DPK) yang mencapai Rp372 triliun atau meningkat 16,74 persen secara tahunan. Dari jumlah tersebut, porsi dana murah alias current account saving account (CASA) mencapai Rp165 triliun atau setara 44,3 persen. Rasio CASA ini pun meningkat 63,16 persen.
BSI juga membukukan Tabungan Haji hingga Mei 2026 mencapai Rp6,25 triliun atau tumbuh 17,15 persen secara tahunan. Capaian ini diklaim akibat pembukaan rekening Tabungan Haji melalui aplikasi BYOND by BSI turut mendorong peningkatan akuisisi nasabah.
Penghimpunan dana murah dan transformasi digital juga mendukung ekspansi fungsi intermediasi BSI. Per Mei 2026, pembiayaan BSI mencapai Rp335 triliun atau tumbuh 14,60 persen secara tahunan. Sejalan dengan ini rasio Non-Performing Financing (NPF) Gross membaik menjadi 1,80 persen, dibandingkan 1,88 persen pada periode yang sama tahun sebelumnya.



















