Baca artikel Fortune IDN lainnya di IDN App
Install
For
You

Danamon Bidik Simpanan Valas Naik 60% Didorong Fluktuasi Nilai Tukar

Danamon Bidik Simpanan Valas Naik 60% Didorong Fluktuasi Nilai Tukar
gedung Bank Danamon (danamon.co.id)
Intinya Sih
  • Bank Danamon mencatat lonjakan simpanan valas hingga 45 persen akibat meningkatnya kesadaran nasabah menghadapi fluktuasi nilai tukar dan ketidakpastian geopolitik.
  • Pertumbuhan simpanan valas didominasi nasabah ritel dengan kontribusi 70–80 persen, sementara sisanya berasal dari segmen korporasi.
  • Danamon menargetkan pertumbuhan simpanan valas mencapai 50–60 persen hingga akhir 2026, seiring meningkatnya kebutuhan transaksi internasional masyarakat.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Share Article

Jakarta, FORTUNE - Bank Danamon mencatat kenaikan simpanan valas sebesar 45 persen pada Mei 2026 dan di tengah volatilitas nilai tukar rupiah.

Head Liabilities Banking Services Danamon, Steven Dhalimarta, mengatakan kenaikan simpanan valas terdorong meningkatnya kesadaran nasabah untuk mempersiapkan kebutuhan transaksi valuta asing, terlebih di tengah tingginya ketidakpastian geopolitik memicu peningkatan fluktuasi mata uang.

"Pertumbuhan simpanan valas kami sejalan dengan pertumbuhan valas di industri perbankan. Kami mencatat pertumbuhan sekitar di 40-45 persen untuk simpanan valas," ujar Steven kepada media di Jakarta , Rabu (8/7).

Bank Indonesia (BI) mencatat simpanan valas melesat seiring dengan tren pelemahan rupiah. Simpanan valas naik 17,8 persen yoy pada Mei 2026, melonjak tajam dibandingkan bulan sebelumnya yang hanya tumbuh 8,6 persen secara tahunan. Sebaliknya, pertumbuhan simpanan dalam mata uang rupiah relatif stagnan di level 9,6 persen.

Adapun, pertumbuhan simpanan valas perseroan utamanya ditopang oleh nasabah ritel, yang berkontribusi sekitar 70-80 persen dari total pertumbuhan. Sementara sisanya berasal dari segmen korporasi.

Sementara itu, mobilitas nasabah perorangan mendorong permintaan simpanan valas, terutama untuk kebutuhan perjalanan ke luar negeri, baik wisata maupun ibadah. Kebutuhan pembayaran pendidikan internasional, remitansi pekerja migran Indonesia, aktivitas ekspor-impor pelaku UMKM, hingga belanja daring lintas negara turut menopang pertumbuhan tersebut.

Menurut Steven, kualitas produk valas tidak bisa hanya diukur dari angka kursnya saja melainkan biaya transaksi secara keseluruhan atau total cost of transaction juga perlu menjadi perhatian. Adapun hal tersebut mencakup kurs, spread, biaya administrasi rekening, hingga berbagai biaya transaksi seperti penutupan rekening, penarikan tunai di ATM luar negeri, dan penarikan uang tunai dalam bentuk banknotes.

Hingga akhir 2026, Danamon menargetkan pertumbuhan simpanan valas berada pada kisaran 50 persen hingga 60 persen.

Share Article
Curated For You
Topics
Editorial Team
Ekarina .
EditorEkarina .

Related Articles

See More