BNI Perkuat Pembiayaan Hunian, Dorong Efek Berganda Ekonomi di Manado

- BNI memperkuat akses pembiayaan hunian di Manado melalui kolaborasi program perumahan dan pemberdayaan ekonomi rakyat bagi masyarakat berpenghasilan rendah.
- Program ini melibatkan 600 peserta dari berbagai sektor, termasuk UMKM, pengembang, dan penerima manfaat yang mengikuti sosialisasi hingga akad pembiayaan seperti KPR dan FLPP.
- BNI menegaskan komitmen memperluas kerja sama dengan pemerintah daerah serta menghadirkan layanan digital wondr by BNI untuk mempermudah akses pembiayaan dan mendorong pertumbuhan ekonomi lokal.
Jakarta, FORTUNE - PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BNI) memperkuat akses hunian layak melalui partisipasi dalam Kolaborasi Program Pembiayaan Perumahan dan Pemberdayaan Ekonomi Rakyat di Manado, Sulawesi Utara. Program ini menjadi bagian dari upaya memperluas akses pembiayaan bagi masyarakat berpenghasilan rendah sekaligus mendorong aktivitas ekonomi lokal.
Kegiatan yang berlangsung di Graha Gubernuran Bumi Beringin, Manado pada Rabu (8/4/2026) tersebut diikuti oleh 600 peserta, yang terdiri atas 300 peserta PNM, 200 peserta KUR, serta 100 peserta program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS). Para peserta mencakup pelaku UMKM, pengembang perumahan, mitra toko bangunan, serta masyarakat calon penerima manfaat yang mengikuti sosialisasi hingga akad pembiayaan, termasuk Kredit Pemilikan Perumahan (KPP) dan Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP).
Program ini merupakan sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, lembaga pembiayaan, dan sektor perbankan. Kolaborasi tersebut diarahkan untuk memperluas akses kepemilikan rumah sekaligus memperkuat pemberdayaan ekonomi berbasis komunitas.
Acara ini turut dihadiri Ketua Satgas Perumahan Hashim Djojohadikusumo, Gubernur Sulawesi Utara Yulius Selvanus, serta sejumlah pimpinan lembaga dan mitra strategis lainnya.
Direktur Consumer Banking BNI Corina Leyla Karnalies menilai sektor perumahan memiliki peran strategis dalam pembangunan nasional karena dampaknya yang luas terhadap kesejahteraan masyarakat.
"Sektor perumahan memiliki efek berganda yang besar, tidak hanya meningkatkan kualitas hidup masyarakat, tetapi juga mendorong pertumbuhan ekonomi daerah melalui penciptaan lapangan kerja dan penguatan sektor pendukung," ujar Corina dalam keterangan tertulis.
Perkuat ekosistem ekonomi daerah

Melalui program pembiayaan perumahan ini, pemerintah menghadirkan skema pembiayaan yang lebih terjangkau bagi masyarakat berpenghasilan rendah. BNI sebagai salah satu bank penyalur utama menegaskan komitmennya dalam memperkuat implementasi program melalui peningkatan pemahaman produk di jaringan kantor, perluasan kerja sama dengan pemerintah daerah dan pengembang, serta kolaborasi aktif dengan Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman.
Menurut Corina, dampak pembiayaan perumahan tidak hanya berhenti pada kepemilikan rumah, tetapi juga berkontribusi pada penyerapan tenaga kerja serta penguatan rantai pasok sektor konstruksi dan UMKM di daerah.
BNI juga menghadirkan dukungan layanan digital melalui aplikasi wondr by BNI yang memungkinkan nasabah melakukan pembayaran cicilan, transaksi, hingga pemantauan kondisi keuangan secara lebih praktis dan aman.
"Kami terus menghadirkan layanan yang terintegrasi agar masyarakat dapat mengakses pembiayaan perumahan secara mudah, aman, dan berkelanjutan," tegas Corina.
Melalui sinergi antara pemerintah, perbankan, pengembang, dan masyarakat, BNI optimistis program ini dapat mempercepat realisasi hunian layak sekaligus memperkuat pertumbuhan ekonomi daerah secara berkelanjutan. (WEB)


















