Laba OCBC Naik 6 Persen pada Semester I-2026, Disokong Kredit dan CASA

- OCBC membukukan laba bersih Rp2,73 triliun pada semester I-2026, naik 6 persen secara tahunan, didorong penyaluran kredit yang tumbuh 11 persen menjadi Rp185,3 triliun.
- Kualitas aset tetap terjaga dengan NPL bruto 1,9 persen dan Loan at Risk membaik ke 4,8 persen; pencadangan NPL diperkuat hingga 230 persen.
- DPK tumbuh 11 persen menjadi Rp239,9 triliun, ditopang CASA yang melonjak 26 persen; total aset naik 11 persen menjadi Rp329,5 triliun.
Jakarta, FORTUNE – PT Bank OCBC NISP Tbk (OCBC) membukukan laba bersih Rp2,73 triliun hingga akhir Juni 2026. Angka tersebut tumbuh 6 persen secara tahunan (year-on-year/YoY) dibandingkan dengan periode sama pada tahun lalu yang mencapai Rp2,56 triliun. Capaian positif ini disokong oleh pertumbuhan penyaluran kredit yang naik 11 persen (YoY) menjadi Rp185,3 triliun.
Presiden Direktur OCBC, Parwati Surjaudaja, mengungkapkan ekspansi bisnis kredit perseroan mendorong peningkatan pendapatan sebesar 6 persen (YoY) menjadi Rp6,9 triliun. Di sisi lain, beban operasional lainnya tercatat hanya naik tipis 1 persen (YoY) menjadi Rp3,1 triliun.
“Kinerja yang positif pada semester pertama tahun ini semakin memperkuat fondasi OCBC untuk terus bertumbuh secara sehat dan berkelanjutan dengan tetap mengedepankan prinsip kehati-hatian,” ujar Parwati melalui keterangan resmi yang dikutip Jumat (31/7).
Sejalan dengan penerapan prinsip kehati-hatian dalam penyaluran kredit, kualitas aset bank swasta tertua di Indonesia ini tetap terjaga dengan baik. Rasio kredit bermasalah bruto (Non-Performing Loan/NPL gross) berada pada level 1,9 persen, sementara rasio Loan at Risk (LaR) membaik menjadi 4,8 persen dari posisi 5,5 persen pada tahun sebelumnya.
Untuk memitigasi risiko pertumbuhan bisnis, OCBC juga memperkuat bantalan pencadangan NPL hingga mencapai 230,0 persen.
Dari sisi penghimpunan dana, Dana Pihak Ketiga (DPK) OCBC tumbuh 11 persen (YoY) menjadi Rp239,9 triliun per Juni 2026. Pertumbuhan DPK ini utamanya ditopang oleh dana murah (Current Account Savings Account/CASA) berupa giro dan tabungan yang melonjak 26 persen (YoY) menjadi Rp145,2 triliun. Lonjakan tersebut mengerek rasio CASA perseroan pada level 60,5 persen.
Ketahanan finansial OCBC disokong pula oleh permodalan dan likuiditas yang solid. Rasio kecukupan modal (Capital Adequacy Ratio/CAR) tercatat 23,1 persen, sedangkan rasio kecukupan likuiditas (Liquidity Coverage Ratio/LCR) mencapai 233,2 persen. Struktur permodalan yang tebal ini memberikan ruang gerak memadai bagi bank untuk melanjutkan ekspansi secara berkelanjutan.
Hingga akhir semester I-2026, total aset OCBC tercatat meningkat 11 persen (YoY) menjadi Rp329,5 triliun, seiring dengan total ekuitas perseroan yang tumbuh 8 persen (YoY) mencapai Rp44,4 triliun.



















