Baca artikel Fortune IDN lainnya di IDN App
Install

BTN Salurkan Kredit Rp431 Triliun per Agustus 2026, Naik 14,9%

2 min read
BTN Salurkan Kredit Rp431 Triliun per Agustus 2026, Naik 14,9%
Wakil Direktur Utama BTN, Nixon Napitupulu
  • BTN mencatatkan penyaluran kredit dan pembiayaan konsolidasian Rp431,60 triliun, tumbuh 14,98 persen secara tahunan.
  • Aset konsolidasian mencapai Rp561,84 triliun dan laba bersih Rp2,71 triliun, masing-masing tumbuh 16,60 persen dan 35,89 persen.
  • Pertumbuhan DPK serta penurunan beban bunga menopang pembiayaan perumahan, termasuk KPP dan hunian TOD Manggarai.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Fokus BTN mana yang paling menarik bagi kamu?
Share Article

Jakarta, FORTUNE - PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN) mencatatkan penyaluran kredit dan pembiayaan konsolidasian sebanyak Rp431,60 triliun atau tumbuh 14,98 persen secara tahunan (yoy) dari Rp375,38 triliun pada Agustus 2025.

Hal tersebut mendorong perseroan membukukan aset konsolidasian sebesar Rp561,84 triliun, tumbuh 16,60 persen yoy menjadi Rp561,84 triliun dari Rp481,85 triliun. Sejalan dengan itu laba bersih konsolidasian yang dikantongi mencapai Rp2,71 triliun, meningkat 35,89 persen secara tahunan (year-on-year/yoy) dibandingkan Rp1,99 triliun pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Direktur Utama BTN Nixon L.P. Napitupulu mengatakan, pertumbuhan kinerja tersebut memperbesar kapasitas BTN untuk menjalankan fungsi intermediasi sekaligus memperluas akses pembiayaan di sektor perumahan.

"Pertumbuhan ini memberikan ruang bagi BTN untuk menjangkau lebih banyak kebutuhan pembiayaan, tidak hanya bagi masyarakat yang ingin memiliki rumah, tetapi juga bagi seluruh pelaku dalam ekosistem perumahan," ujar Nixon.

Menuurtnya, pperan BTN dalam ekosistem perumahan dilakukan melalui pembiayaan dari sisi supply maupun demand. Melalui Kredit Program Perumahan (KPP), BTN telah menyalurkan pembiayaan secara kumulatif sebesar Rp7,4 triliun, terdiri atas Rp5,4 triliun KPP Supply dan Rp2,0 triliun KPP Demand.

Kamudian bank plat merah ini juga mendukung pengembangan hunian berbasis Transit Oriented Development (TOD) Manggarai yang direncanakan memiliki 3.784 unit dalam delapan tower dan terintegrasi dengan transportasi publik.

Adapun, kredit dan pembiayaan tersebut ditopang pertumbuhan Dana Pihak Ketiga (DPK). Hingga Agustus 2026, DPK konsolidasian BTN termasuk BSN mencapai Rp446,06 triliun, tumbuh 11,11 persen yoy dibandingkan Rp401,45 triliun pada Agustus 2025. DPK tersebut free terdiri atas giro sebesar Rp174,29 triliun, tabungan Rp46,72 triliun, dan deposito Rp225,05 triliun.

Pada saat yang sama, BTN mampu menjaga efisiensi biaya pendanaan. Beban bunga konsolidasian hingga Agustus 2026 turun 8,21 persen yoy menjadi Rp11,28 triliun, dibandingkan sekitar Rp12,29 triliun pada periode yang sama tahun sebelumnya.

"Ke depan, kami akan menjaga pertumbuhan kredit dan pembiayaan tetap sehat dengan memperkuat pendanaan serta terus memperluas jangkauan layanan BTN dan BSN. Dengan fundamental yang semakin kuat, kapasitas kami untuk mendukung kebutuhan pembiayaan perumahan juga akan semakin besar," kata Nixon.

    Share Article
    Editorial Team
    Ekarina .
    EditorEkarina .

    Related Articles

    See More