Target Pertumbuhan Kredit BCA 10 Persen di Tengah Kenaikan BI-Rate

BCA mempertahankan target pertumbuhan kredit 8-10 persen pada akhir 2026, meski BI Rate naik total 100 basis poin selama Mei-Juni 2026.
Hingga Juni 2026, kredit BCA tumbuh 8 persen secara tahunan menjadi Rp1.036 triliun, disalurkan ke sektor produktif termasuk transportasi, logistik, perkebunan, dan pertanian.
BCA menaikkan bunga kredit secara selektif dan bertahap mengikuti jatuh tempo pinjaman, dengan kenaikan kuartalan sekitar empat basis poin demi menjaga pertumbuhan kredit.
Jakarta, FORTUNE – PT Bank Central Asia Tbk (BCA) mempertahankan target pertumbuhan kredit 8 - 10 persen hingga akhir 2026 di tengah tren kenaikan suku bunga acuan Bank Indonesia (BI Rate).
Sebagai konteks, bank sentral telah menaikkan BI-Rate sebesar 100 basis poin (bps) pada periode Mei-Juni 2026.
Direktur Keuangan BCA, Vera Eve Lim, menilai jalur pertumbuhan kredit hingga paruh pertama 2026 masih tumbuh kuat. Karena itu, pihaknya tidak akan mengubah proyeksi pertumbuhan kredit yang telah ditetapkan dalam Rencana Bisnis Bank (RBB).
“Kami tetap mempertahankan target pertumbuhan kredit di RBB itu,” kata Vera dalam konferensi pers kinerja BCA semester I-2026, Selasa, (28/7).
BCA selektif dalam penyesuaian suku bunga kredit

Dalam kesempatan tersebut, Vera juga menyampaikan bahwa BCA cukup selektif menaikkan suku bunga kredit. Pasalnya, perusahaan tersebut mengutamakan penjagaan momentum pertumbuhan kredit ketimbang melakukan transmisi kenaikan bunga kredit.
"Apakah ada transmisi kenaikan suku bunga? Tidak besar. Kuartal ke kuartal kami hanya naik sekitar empat basis poin.," kata Vera.
Dengan strategi ini, kredit BCA masih mampu tumbuh 8 persen (YoY) menjadi Rp1.036 triliun hingga akhir Juni 2026. Kredit bank dengan kode saham BBCA ini tersalurkan ke berbagai sektor produktif seperti transportasi dan logistik, perkebunan, pertanian, hingga sektor-sektor berbasis sumber daya alam.
Kemudian, Presiden Direktur BCA, Hendra Lembong, menambahkan strategi penyesuaian bunga kredit di BCA akan mengikuti jatuh tempo fasilitas pinjaman yang telah berjalan sehingga kenaikan suku bunga berlangsung secara bertahap.
“Kenaikan Bank Indonesia (BI Rate) ini di bulan Mei. Pada saat kami melihat loan ke customer itu, bunga kreditnya harus menunggu dulu loan yang ada jatuh tempo. Jadi, kenaikannya pun akan bertahap,” katanya.
Hendra memastikan BCA tidak akan menaikkan suku bunga kredit kepada seluruh nasabah. Penyesuaian akan dilakukan secara selektif dengan mempertimbangkan kondisi dan prospek bisnis masing-masing nasabah.



















