Baca artikel Fortune IDN lainnya di IDN App
For
You

Dividen BBNI Capai Rp13 Triliun, Ini Jadwal dan Besarannya

Dividen BBNI Capai Rp13 Triliun, Ini Jadwal dan Besarannya
PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BBNI) setujui dividen Rp13 triliun dan buyback saham Rp905 miliar dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) Tahun Buku 2025 yang digelar pada Senin (9/3). (bni.co.id)
Intinya Sih
  • BBNI menetapkan dividen sebesar Rp13,03 triliun atau 65 persen dari laba bersih 2025.

  • Investor akan menerima dividen sekitar Rp349 per saham dengan estimasi yield sekitar 8 persen.

  • Cum dividen ditetapkan pada 17 Maret 2026 dan pembayaran dijadwalkan pada 7 April 2026.

Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Jakarta, FORTUNE — PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BBNI) menetapkan pembagian dividen BBNI sebesar Rp13,03 triliun dari laba tahun buku 2025. Keputusan tersebut disahkan dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) yang digelar pada 9 Maret 2026.

Jumlah tersebut setara dengan 65 persen dari laba bersih perseroan tahun 2025 yang mencapai Rp20,04 triliun. Dengan nilai tersebut, pemegang saham akan menerima dividen sekitar Rp349 per saham, dengan potensi imbal hasil dividen yang mencapai lebih dari 8 persen berdasarkan harga saham terkini.

Direktur Finance & Strategy BNI Hussein Paolo Kartadjoemena mengatakan pembagian dividen dilakukan kepada seluruh pemegang saham yang tercatat pada tanggal penentuan.

“Dividen untuk tahun buku 2025 dibayarkan secara proporsional kepada setiap pemegang saham yang namanya tercatat dalam daftar pemegang saham pada tanggal pencatatan atau recording date,” ujar Hussein dalam paparan RUPST, Senin (9/3).

RUPST tetapkan payout ratio 65 persen dari laba 2025

Dalam keterbukaan informasi kepada Bursa Efek Indonesia (BEI), BBNI menyampaikan total nilai dividen yang akan dibayarkan mencapai Rp13.026.457.038.424,3.

Pembagian tersebut berasal dari laba bersih perseroan yang diatribusikan kepada entitas induk sebesar Rp20,04 triliun pada 2025. Dengan demikian, sekitar 35 persen dari laba bersih dialokasikan sebagai saldo laba ditahan untuk mendukung ekspansi bisnis dan memperkuat permodalan perusahaan.

Corporate Secretary BNI Okki Rushartomo menjelaskan kebijakan dividen tersebut dirancang untuk menjaga keseimbangan antara pemberian nilai kepada pemegang saham dan kebutuhan penguatan modal.

“Sejumlah keputusan strategis yang disepakati dalam RUPST ini merupakan bagian dari upaya menjaga kinerja berkelanjutan serta memperkuat fondasi permodalan Perseroan ke depan,” ujar Okki 

Berdasarkan perhitungan perusahaan, setiap saham BBNI akan memperoleh dividen sekitar Rp349,41 per saham.

Jadwal cum dividen hingga pembayaran

Selain besaran dividen, perseroan juga mengumumkan jadwal lengkap pembagian dividen kepada pemegang saham.

Berikut jadwal pembagian dividen BBNI tahun buku 2025:

  • Cum dividen pasar reguler dan negosiasi: 17 Maret 2026
  • Ex dividen pasar reguler dan negosiasi: 25 Maret 2026
  • Cum dividen pasar tunai: 26 Maret 2026
  • Ex dividen pasar tunai: 27 Maret 2026
  • Recording date (daftar pemegang saham): 26 Maret 2026 pukul 16.00 WIB
  • Pembayaran dividen: 7 April 2026

Pembayaran dividen dilakukan kepada investor yang tercatat sebagai pemegang saham pada tanggal pencatatan (recording date).

BBNI juga kantongi restu buyback saham

Dalam RUPST yang sama, pemegang saham juga menyetujui rencana pembelian kembali saham (buyback) dengan nilai maksimum Rp905,48 miliar, termasuk biaya transaksi.

Menurut manajemen, buyback merupakan salah satu instrumen untuk menjaga stabilitas harga saham sekaligus memberikan fleksibilitas dalam pengelolaan modal perusahaan.

“Keputusan buyback ini menunjukkan keyakinan manajemen terhadap prospek jangka panjang perseroan sekaligus memberikan ruang fleksibilitas dalam penguatan permodalan,” tutur Okki.

Saham hasil buyback nantinya akan disimpan sebagai treasury stock dan dapat digunakan untuk berbagai kepentingan korporasi, termasuk dijual kembali di BEI maupun dimanfaatkan dalam program kepemilikan saham bagi pegawai atau manajemen.

Selain itu, RUPST juga menyetujui perubahan anggaran dasar terkait reklasifikasi saham Seri B milik Badan Pengelola BUMN menjadi saham Seri A Dwiwarna sebagai penyesuaian terhadap regulasi terbaru mengenai BUMN.

Kinerja BBNI sepanjang 2025

BBNI mencatat laba bersih sebesar Rp20,04 triliun sepanjang 2025, turun sekitar 6,63 persen dibandingkan tahun sebelumnya yang mencapai Rp21,46 triliun.

Dari sisi pendapatan, pendapatan bunga bersih tercatat relatif stabil di level Rp40,33 triliun, dibandingkan Rp40,48 triliun pada 2024.

Pendapatan bunga tercatat naik menjadi Rp69,39 triliun, namun kenaikan tersebut diikuti oleh peningkatan beban bunga sebesar 11,33 persen menjadi Rp29,06 triliun.

Kenaikan biaya dana tersebut terjadi di tengah kondisi makroekonomi dengan tingkat suku bunga yang relatif tinggi.

Di pasar saham, potensi dividen Rp349 per saham memberikan estimasi dividend yield sekitar 8,19 persen berdasarkan harga saham BBNI sekitar Rp4.260 per saham per 10 Maret 2026.

FAQ seputar dividen BBNI

Berapa besar dividen BBNI tahun buku 2025?

BBNI menetapkan dividen tunai sebesar Rp13,03 triliun atau sekitar Rp349 per saham.

Kapan tanggal cum dividen BBNI?

Cum dividen di pasar reguler dan negosiasi ditetapkan pada 17 Maret 2026.

Kapan dividen BBNI dibayarkan kepada investor?

Pembayaran dividen dijadwalkan pada 7 April 2026.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Yunisda Dwi Saputri
EditorYunisda Dwi Saputri
Follow Us

Latest in Market

See More