Baca artikel Fortune IDN lainnya di IDN App
Install
For
You

Kenapa Harga Emas Antam Sempat Turun Rp10.000?

Kenapa Harga Emas Antam Sempat Turun Rp10.000?
ilustrasi emas Antam (logammulia.com)
Intinya Sih
  • Harga emas Antam sempat turun Rp10.000 menjadi Rp2.733.000 per gram pada 9 Juni 2026.

  • Tekanan terhadap harga emas dipicu ekspektasi suku bunga tinggi The Fed, penguatan dolar AS, serta kenaikan harga energi.

  • Pasar menanti data inflasi AS seperti CPI dan PPI untuk melihat arah kebijakan moneter selanjutnya, sementara Citigroup memangkas target harga emas jangka pendek.

Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Share Article

Jakarta, FORTUNEHarga emas Antam mengalami penurunan yang cukup signifikan pada perdagangan Selasa (9/6). Harga emas batangan produksi PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) tercatat turun Rp10.000 per gram menjadi Rp2.733.000 per gram dari perdagangan sebelumnya.

Penurunan harga emas Antam tersebut mengikuti pergerakan harga emas dunia yang masih berada dalam tekanan. Selain faktor pasar global, pelemahan harga emas juga dipengaruhi perubahan ekspektasi pelaku pasar terhadap arah kebijakan suku bunga bank sentral Amerika Serikat (AS) atau Federal Reserve (The Fed).

Table of Content

Harga emas mengikuti pelemahan emas dunia

Harga emas mengikuti pelemahan emas dunia

Harga emas Antam pada Selasa (9/6) dipatok sebesar Rp2.733.000 per gram.Pada perdagangan sebelumnya, harga emas dunia di pasar spot ditutup melemah 0,3 persen ke posisi 4.317,9 dolar AS per troy ons. Level tersebut menjadi harga terendah emas sejak Desember tahun lalu.

Sementara itu, harga pembelian kembali atau buyback emas Antam berada di level Rp2.527.000 per gram, turun Rp13.000.

Pergerakan harga emas global menjadi salah satu faktor yang memengaruhi harga emas domestik, termasuk produk emas Antam. Ketika harga emas dunia terkoreksi, harga emas batangan dalam negeri turut mengalami penyesuaian.

Kenaikan harga energi tekan pergerakan emas

Selain pelemahan harga emas global, kenaikan harga energi turut menjadi faktor yang diperhatikan pasar. Harga minyak mentah Brent pada perdagangan sebelumnya naik 1,21 persen menjadi 94,22 dolar AS per barel.

Kenaikan harga minyak berpotensi meningkatkan tekanan inflasi global. Kondisi tersebut membuat bank sentral di berbagai negara perlu mempertimbangkan kembali kebijakan moneternya, termasuk peluang mempertahankan suku bunga tinggi.

Suku bunga yang tinggi menjadi tekanan bagi emas karena logam mulia merupakan aset yang tidak memberikan imbal hasil atau non-yielding asset. Ketika instrumen berbasis bunga menawarkan imbal hasil lebih menarik, biaya peluang memegang emas dapat meningkat.

Collin Martin, Head of Fixed Income Research and Strategy di Schwab Center, menyebut tekanan inflasi menjadi salah satu faktor yang membuat kebijakan moneter ketat masih terbuka.

“Kalau kita hanya melihat di ruang hampa, maka suku bunga bisa saja naik sekarang. Sudah lima tahun inflasi tinggi dan bergerak ke arah yang salah,” tegas Collin Martin, dilansir Bloomberg News.

Pernyataan tersebut menjelaskan inflasi yang belum sepenuhnya terkendali dapat memengaruhi keputusan bank sentral dalam menentukan arah suku bunga.

Dolar AS dan sentimen global ikut memengaruhi

Pergerakan dolar AS juga menjadi faktor yang membebani harga emas. Penguatan dolar membuat emas menjadi relatif lebih mahal bagi pemegang mata uang lain, sehingga dapat mengurangi permintaan terhadap logam mulia.

Data ekonomi AS yang lebih kuat dari perkiraan pasar turut memperkuat ekspektasi bahwa The Fed dapat mempertahankan kebijakan suku bunga tinggi lebih lama.

Selain itu, pasar turut mencermati perkembangan geopolitik, termasuk peluang gencatan senjata di kawasan Timur Tengah. Redanya ketegangan geopolitik dapat mengurangi permintaan terhadap emas sebagai aset lindung nilai atau safe haven.

Peter Grant, Wakil Presiden sekaligus Senior Metals Strategist di Zaner Metals, menjelaskan harga emas sempat pulih setelah muncul kabar mengenai kemungkinan kesepakatan damai antara Iran dan Israel. Namun, penguatan tersebut masih terbatas karena pasar kembali memperhatikan faktor dolar AS dan kebijakan moneter The Fed.

Pasar menanti data inflasi AS

Saat ini, pelaku pasar menunggu sejumlah data ekonomi Amerika Serikat yang dapat memberikan petunjuk terkait arah kebijakan suku bunga ke depan. Beberapa data yang menjadi perhatian adalah Indeks Harga Konsumen (Consumer Price Index/CPI) dan Indeks Harga Produsen (Producer Price Index/PPI).

Data tersebut akan menjadi indikator dalam melihat tekanan inflasi serta kemungkinan perubahan kebijakan The Fed.

Sementara itu, berdasarkan alat FedWatch milik CME Group, peluang kenaikan suku bunga sebesar 25 basis poin pada Desember meningkat menjadi 43 persen dari sekitar 14 persen satu bulan sebelumnya.

Perubahan ekspektasi menjadi salah satu faktor yang membuat harga emas menghadapi tekanan dalam jangka pendek. Di sisi lain, Citigroup memangkas target harga emas jangka pendek menjadi 4.000 dolar AS per troy ons dari sebelumnya 4.300 dolar AS per troy ons.

Revisi tersebut mempertimbangkan kemungkinan suku bunga AS tetap tinggi, harga energi yang meningkat, serta kondisi geopolitik yang masih berkembang.

FAQ seputar kenapa harga emas Antam sempat turun Rp10.000

Kenapa harga emas Antam turun Rp10.000 hari ini?

Harga emas Antam turun Rp10.000 hari ini karena pelemahan emas dunia dan perubahan ekspektasi suku bunga The Fed.

Berapa harga emas Antam per gram pada 9 Juni 2026?

Harga emas Antam tercatat Rp2.733.000 per gram.

Apa pengaruh suku bunga terhadap harga emas?

Suku bunga tinggi dapat menekan emas karena emas tidak memberikan imbal hasil.

Faktor apa yang diperhatikan pasar emas saat ini?

Pasar memperhatikan inflasi AS, dolar AS, kebijakan The Fed, dan kondisi geopolitik.

Share Article
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Ana Widiawati
EditorAna Widiawati

Related Articles

See More