Baca artikel Fortune IDN lainnya di IDN App
Install

YCAB Target AUM Impact Investment Rp300 M, Kejar Peran Institusi

YCAB Target AUM Impact Investment Rp300 M, Kejar Peran Institusi
Sesi pertama Festifal Impact Investment 2026 di Main Hall BEI, Kamis (13/8).
  • YCAB Foundation menargetkan dana kelolaan investasi berdampak Rp300 miliar pada 2030 melalui produk pasar modal berkelanjutan, setelah dua reksa dana utamanya mengelola Rp100 miliar dalam dua tahun.
  • Indonesia telah menyalurkan lebih dari US$1,5 miliar modal impact investing, tetapi ekosistemnya masih terfragmentasi; dana kelolaan investasi berkelanjutan pasar modal mencapai Rp74 triliun per 31 Maret 2026.
  • YCAB ingin meningkatkan porsi investasi berdampak dari sekitar 9 persen menjadi 15–20 persen dalam dua tahun, agar dana pensiun dan investor institusi dapat ikut berpartisipasi.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Jakarta, FORTUNE - Yayasan Cinta Anak Bangsa (YCAB) Foundation menargetkan dapat menghimpun dana kelolaan Rp300 miliar hingga 2030, dari produk pasar modal berkelanjutan untuk investasi berdampak (impact investment).

Founder & CEO YCAB Foundation, Veronica Colondam, mengatakan, YCAB bermitra dengan manajer investasi untuk menerbitkan produk pasar modal berkelanjutan. Saat ini, terdapat 2 reksa dana berkelanjutan utama dalam investasi berdampak YCAB, yakni Juara Empowerment Balanced Fund (JEBF) dan Reksa Dana Pendapatan Tetap PNM Cinta Anak Bangsa.

"Dana kelolaan kami [dari 2 produk utama tersebut] baru 2 tahun sudah Rp100 miliar dan itu sudah memobilisasi miliaran rupiah untuk dana beasiswa," kata Veronica saat ditemui di Bursa Efek Indonesia (BEI), dikutip Jumat (14/8).

Secara statistik, Indonesia disebut sebagai pasar impact investing teraktif di Asia Tenggara dengan lebih dari US$1,5 miliar modal telah disalurkan lewat lebih dari 100 penyedia modal aktif.

Khusus di pasar modal, data Trimegah Sekuritas menunjukkan, sampai dengan 31 Maret 2026, dana kelolaan produk investasi berkelanjutan mencapai Rp74 triliun. Itu mencakup Rp17 triliun dari 28 produk reksa dana berdampak dan Rp57 triliun dari 29 produk obligasi dan sukuk berdampak.

Akan tetapi, menurut Vero, di tengah perkembangan itu, ekosistem investasi berdampak di Indonesia masih menghadapi tantangan berupa fragmentasi antara investor, produk keuangan, dan berbagai institusi. Hal itu membtasai visibilitas, akses, serta peluang kolaborasi untuk memperluas dampak.

"Total dana kelolaan investasi berdampak tadi itu, kalau dibanding dengan total market reksa dana dan sukuk Indonesia, yang mencapai sekitar Rp800 triliun, mungkin baru 9 persen. Kalau bisa kami ingin mendorong [persentasenya] menjadi 15-20 persen dalam 2 tahun," kata Vero.

Tujuannya, untuk meningkatkan skala investasi berdampak agar bisa memperluas tipe investor yang dapat berpartisipasi. Untuk saat ini, karena persentase yang masih satu digit itu, investor yang turut serta mayoritas masih berasal dari ritel kelompok HNWI (High-Net-Worth Individual).

"Ketika sudah sampai di skala tertentu, dana pensiun, investor institusi [itu] bisa masuk. Kalau dananya masih terlalu kecil, biasanya [investor institusi] masih merasa, 'dana masih terlalu kecil, tolong ditingkatkan dulu'. Karena di mana-mana [terkait investasi ini urusan] kepercayaan," kata Vero.

Salah satu langkah untuk membantu mewujudkan target itu adalah dengan menggelar Impact Investment Festival 2026 di Main Hall BEI, Kamis (13/8). Festival itu melibatkan regulator, pelaku pasar modal, investor, institusi keuangan, filantropi, organisasi sosial, dan pemimpin keberlanjutan.

Acara itu meliputi 2 sesi. Sesi pertama menghadirkan Jeffrey Hendrik, Direktur Utama Bursa Efek Indonesia; Managing Director Global Business Development, Corporate, Finance & Investments Danantara Indonesia, Djamal Attamimi; Sahat Pangaribuan, Director of Finance PT Permodalan Nasional Madani (PNM); serta Veronica Colondam, Founder & CEO YCAB Foundation.

Sementara sesi kedua diisi oleh Richardo Walujo, CEO Juara Capital Indonesia; Darmayudha, Investment Director PT Trimegah Asset Management; dan Bernadus Wijaya, CEO Sucor Sekuritas.

    Share Article
    Editorial Team

    Latest in Market

    See More