Salim Ivomas Tanggapi Isu Pemeriksaan Maybank Terkait Ekspor

- PT Salim Ivomas Pratama Tbk menegaskan belum menerima konfirmasi resmi dari Maybank terkait isu pemeriksaan pegawai bank yang dikaitkan dengan transaksi perusahaan.
- Manajemen SIMP menyatakan tidak dapat memastikan keterkaitan antara pemeriksaan tersebut dengan aktivitas ekspor, namun menegaskan operasional dan kondisi keuangan tetap normal tanpa dampak material.
- Maybank Indonesia mengonfirmasi beberapa pegawainya diminta memberi keterangan sebagai saksi, sementara Maybank pusat menegaskan tidak menjadi subjek investigasi di Indonesia.
Jakarta, FORTUNE– PT Salim Ivomas Pratama Tbk (SIMP) menyatakan belum menerima informasi maupun konfirmasi resmi dari PT Bank Maybank Indonesia Tbk terkait rumor pemeriksaan pegawai bank tersebut oleh Kejaksaan Agung. Klarifikasi ini dirilis resmi oleh manajemen melalui keterbukaan informasi kepada Bursa Efek Indonesia (BEI) yang dikutip pada Senin (15/6), guna merespons pemberitaan media massa yang mengaitkan transaksi ekspor perseroan dengan penyelidikan aparat penegak hukum.
Salah satu produsen minyak sawit terbesar di Indonesia ini menyatakan tidak dapat memberikan klarifikasi atas kebenaran kabar yang beredar karena belum memperoleh penjelasan resmi dari pihak-pihak terkait. Kendati diterpa isu hukum, emiten berkode saham SIMP tersebut memastikan situasi saat ini tidak memberikan pengaruh negatif terhadap kelangsungan bisnis mereka.
“Perseroan belum mendapatkan informasi atau konfirmasi resmi dari Maybank sehingga tidak dapat memberikan klarifikasi atas kebenaran pemberitaan tersebut,” demikian manajemen dalam keterbukaan informasi BEI.
Lebih lanjut, korporasi juga tidak dapat memastikan apakah terdapat keterkaitan langsung antara pemeriksaan bankir yang ramai diberitakan dengan aktivitas ekspor maupun transaksi operasional perusahaan. Bagi manajemen, informasi yang saat ini beredar di ruang publik belum dapat dijadikan landasan valid untuk memberikan penjelasan teknis lebih mendalam.
Meski demikian, pelaku pasar dan investor diimbau tidak panik karena aktivitas komersial emiten tetap berjalan seperti biasa.
“Tidak ada dampak material dari pemberitaan tersebut terhadap kegiatan operasional dan/atau kondisi keuangan perseroan maupun kelangsungan usaha perseroan,” demikian manajemen.
Selain itu, SIMP memastikan tidak ada informasi atau kejadian material lain yang disembunyikan dari publik yang berpotensi mengguncang pergerakan harga saham perusahaan.
Sektor pasar modal sebelumnya sempat dihangatkan oleh laporan Reuters yang mengutip pemberitaan Bloomberg. Dalam laporan tersebut, sejumlah bankir Malayan Banking Berhad (Maybank) dimintai keterangan oleh otoritas Indonesia terkait penyelidikan yang melibatkan Grup Salim. Pertanyaan tim penyidik dikabarkan berfokus pada rekam jejak transaksi keuangan yang berkaitan dengan aktivitas perdagangan luar negeri SIMP.
Merespons polemik eksternal ini, Malayan Banking Berhad selaku entitas induk menyatakan institusinya secara korporasi bukan merupakan subjek dari investigasi apa pun di Indonesia. Di sisi lain, PT Bank Maybank Indonesia Tbk membenarkan bahwa beberapa personelnya memang diminta hadir untuk memberikan keterangan sebagai saksi guna membantu pihak berwenang sesuai koridor hukum yang berlaku.
Pihak bank berkomitmen penuh menjaga standar tata kelola dan integritas, namun memilih tidak berkomentar lebih jauh demi menghormati proses yang sedang berjalan.
















